
"Aahkk...By." Rere langsung mengalungkan tangannya ke leher Riko ketika pria itu tiba-tiba menggendong dirinya.
"Kenapa? Kau senang di gendong pria tampan sepertiku." Riko menatap Rere dengan senyum tampan, yang menurut Rere adalah senyum menyebalkan.
dug
"Kamu tetep nyebelin By." Rere mengerucutkan bibirnya.
Riko tertawa, melihat Rere yang kesal tapi juga menggemaskan.
"Pak, mau dibawa kemana bos saya?" Tanya Bella yang mengikuti dari belakang.
"Kamu duluan, dan lihat situasi diluar aman tidak." Ucap Riko melihat Bella yang di sampingnya.
Bella hanya mengangguk.
Rere menatap wajah Riko lekat, pria didepannya ini semakin tampan dan menawan.
"Aman pak." Teriak Bella dari balik tembok luar hotel.
Riko segera berjalan cepat untuk membawa Rere memasuki mobilnya.
"Kamu bawa motornya, terserah mau kemana. Bos kamu saya bawa." Ucap Riko sambil memberikan beberapa lembar uang pada Bella.
"OMg... sering-sering aja kayak gini..duit coy." Bella menciumi lima lembar uang berwarna merah itu.
Riko mengemudikan mobilnya sendiri setelah menyuruh pak Kardi pulang naik taksi.
__ADS_1
"Kamu mau bawa ajak aku kemana By?" Tanya Rere, karena dirinya tahu jika Riko belum paham jalan di kota ini.
"Ke hotel." Jawab Riko singkat, padat dan jelas.
"Ck. gak usah aneh-aneh By, aku istri orang." Ucap Rere asal.
Deg
Ucapan Rere membuat Diki terdiam, namun tak urung dirinya tetap membawa Rere ke hotel tempatnya menginap, karena hanya jalan itu yang dirinya ingat.
"Aku bisa sendiri By." Ucap Rere yang ketika mau turun Riko langsung membopongnya kembali.
"Nanti kalau udah bisa lari, baru aku percaya." Ucap Riko cuek.
Di dalam lift Riko tetap menggendong Rere, meskipun Rere minta diturunkan namun Riko tidak perduli.
"Hem.."
Kini Riko sampai di kamar nya dan menurunkan Rere di sofa.
"Apa?" Tanya Riko mengelus wajah Rere didepannya.
Posisi Riko berjongkok didepan Rere. Mereka saling menatap dalam diam.
Cup
Riko mengecup bibir Rere sekilas.
__ADS_1
"By..Ihh kamu gak berubah." Rere memukul pundak Riko, kesal dengan sikap Riko yang masih suka seenaknya mencium dirinya.
"Cuma sama kamu yank." Riko tersenyum.
"Aku panggil dokter ya, untuk obati luka kamu?" Tanya Riko.
"Gak perlu, tadi udah diobati Bella, lagian udah enakan setelah kamu bantuin tadi."
Riko berdiri dan melepas jas dirinya kenakan, menyisakan kemeja panjang yang Ia gulung sampai siku.
Menuju ke pojok ruangan yang terdapat lemari pendingin mini, Riko mengambil minuman.
"Sejak kapan kamu di kota ini?" Rere menerima minuman kaleng yang Riko berikan setelah pria itu membukanya.
Riko duduk disamping Rere. "Kemarin, dan besok pagi pulang ke Jakarta." Ucap Riko setelah menyesap minumannya.
"Katakan, kenapa kamu tidak memberi tahuku jika dia memiliki istri lain." Ucap Riko tanpa melihat Rere.
"Maksud kamu?" Rere pura-pura tak mengerti.
"Ck. kamu menyebalkan Re." Riko berdecak dengan menaruh minuman kaleng yang tinggal setengah di meja.
Rere hanya diam, dirinya tidak tau ingin bicara apa, yang jelas Rere tidak ingin membuka aib suaminya sendiri, meskipun hanya suami siri dan tak dianggap.
Mendapati Rere hanya diam, Riko menatap wajah Rere. "Apa kamu mencintainya sehingga membuatmu bertahan dengan pria itu?" Suara Riko terdengar berat, namun menuntut akan sebuah jawaban.
Rere menoleh dan bisa dirinya lihat jika tatapan mata Riko masih sama untuk nya, tatapan penuh cinta.
__ADS_1