PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part68


__ADS_3

"F-Frans.." Rere menelan ludah kasar, bagaimana bisa pria masa lalunya nya ada di depan matanya.


"Hay...Dear.." Ucap Frans dengan tersenyum.


Dear adalah panggilan sayang nya mereka dulu ketika masih menjalin kasih.


"Kenapa kamu bisa di sini?" Rere menatap sekitar, tempat ini memang terlalu sepi.


"Kenapa? kamu takut?" Ucap Frans perlahan mendekati Rere.


"Jangan bilang, yang tadi menelfon_" Suara Rere tercekat ketika otaknya berfikir jika kejadian tadi adalah ulah mantan kekasihnya dulu.


"Ya..ah..pasti kamu sudah lupa dengan suaraku yang dulu paling kamu sukai." Ucap Frans dengan menatap Rere lekat.


"Jadi kamu_"


"Mengirim wanita hamil untuk mengacau di pestamu, Memberikan racun di makanan mu, atau mengirim binatang ke toko bungamu." Frans tersenyum menyeringai, senyum yang membuat Rere takut. "Ck, sebenarnya tadi aku ingin menaruh ular di toko mu, tapi keburu penjaga yang suamimu suruh itu menangkap anak buah ku." Ucapnya dengan nada kesal. "Tapi beruntungnya aku mendapat sasaran utamanya sekarang." Dan pria itu berhasil mencekal tangan Rere ketika hendak pergi.


"Frans, lepas..!!" Rara memberontak untuk melepaskan tangannya.


"Ck. Sudah dapat mangsa mana mungkin aku lepas." Frans tersenyum mengerikan.

__ADS_1


Drt...Drt..Drt..


Ponsel Rere kembali bergetar, namun karena tangannya di cekal Frans membuatnya kesulitan untuk mengangkatnya.


"Lepas..tolong...!! tolong.."


"Berteriaklah sekuat yang kamu mau, karena disini tidak ada yang bisa menolongmu.." Frans tertawa keras, tawa yang begitu mengerikan.


"Ah..sial.!! kenapa tidak di angkat." Riko mencoba menghubungi Rere lagi, tapi tetap sama tidak mendapat jawaban.


"Bagaimana?" Tanya Felik yang berdiri di sampingnya.


"Tidak di angkat." Dengan wajah khawatir dan panik Riko mencoba kembali menghubungi.


Setelah mengurus pria yang sudah anak buah nya tangkap, dan mengintrogasi pria itu, ternyata dia hanya seorang pria yang di bayar seseorang untuk melakukan semua rencana pria itu.


Ketika sampai di toko, Riko tak menemukan Rere dan keterangan yang Miranda katakan membuat nya semakin marah bercampur khawatir.


"GPS..?" Riko yang teringat alat pelacak di ponsel istrinya pun melacaknya.


"Jln.xxx bagian selatan." Ucap Felik yang ikut memperhatikan titik koordinat merah yang berhenti.

__ADS_1


"Ck. Pria bedebah." Dengan cepat Riko berlari masuk ke dalam mobilnya.


"Biar gue yang bawa." Felik merebut kunci mobil Riko, dirinya tahu jika sahabatnya itu sedang marah dan khawatir untuk keselamatan mereka dirinya tidak ambil resiko jika Riko yang mengemudi.


"Siapkan anak buah, aku kirim lokasinya." Ucap Felik di balik earphone nya.


Felik mengendari mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata, tempat dimana titik merah itu berhenti cukup jauh.


"Lebih cepat Lik..!!" Riko pun yang merasa khawatir dan panik.


"Anak buah gue udah ke lokasi, mereka akan lebih dulu sampai." Ucap Felik yang fokus pada kemudinya.


"Frans brengsek..!!"


Riko tak habis fikir, kenapa pria itu tiba-tiba muncul dan mengganggu rumah tangganya, bukankah pria itu yang dulu menghianati Rere selingkuh dengan wanita lain. Dan kini pria itu kembali dengan motif tidak ingin Rere menjadi miliknya.


Jika terjadi sesuatu dengan istri nya, makan pria itu harus tanggung akibatnya.


"Lu cek lagi, apa GPS nya masih di tempat yang sama." Ucap Felik menatap Riko sekilas.


"Masih, titik itu tidak bergerak." Balasnya yang masih melihat titik berwarna merah berhenti di tempat yang sama.

__ADS_1


__ADS_2