
Riko sudah duduk kembali di mana makan, mereka makan dengan santai menikmati hidangan yang begitu lezat.
Riko makan dengan lahap selain makanan kesukaannya dan juga karena masakan Rere memang enak, membuat dirinya begitu senang, meskipun rasa cemburu itu masih ada.
"Sungguh makanan nya enak sekali tuan." Ucap Riko yang sudah selesai dengan kegiatannya.
"Ya, saya juga akui masakan istri saya sangat lezat." Ucap Zidan tanpa melihat ke arah Silla, membuat wanita itu cemberut, dan Riko semakin kesal lagi-lagi pria itu memuji Rere.
Tak lama Rere keluar dengan berpenampilan rapi, menggunakan dress selutut Rere begitu anggun dan cantik dengan riasan natural.
Zidan yang melihat pertama kali Rere berpenampilan rapi memusatkan pandangannya pada Rere yang terlihat begitu cantik.
Ehem
Riko berdehem keras ketika melihat Zidan yang intens menatap Rere, padahal penampilan Rere untuk dirinya, dan sialnya ternyata suami Rere malah terpesona.
"Mas aku mau ijin keluar." Ucap Rere menatap Zidan.
Sedangkan Silla sudah muak melihat wajah Rere yang sok cantik dengan memakai riasan di depan tamu suaminya. Silla berpikir jika Rere sengaja untuk menggoda tamu nya.
"Kemana malam-malam begini?" Ucap Zidan yang entah mengapa pertanyaan itu yang keluar, biasanya dirinya hanya diam dan berdehem untuk memberi merespon.
Silla semakin kesal, suaminya perhatian pada istri siri.
__ADS_1
"Ke rumah teman ada acara." Ucap Rere melirik Riko yang menatapnya tajam.
Entah apa maksud Riko namun Rere bisa melihat jika Riko sedang kesal.
"Baiklah, hati-hati dan jangan malam-malam pulangnya." Ucap Zidan untuk pertama kali bicara panjang dan perhatian pada Rere.
Rere hanya mengangguk dan pergi keluar lewat pintu samping.
"Siapa wanita itu tuan, sangat cantik? apa adik anda?" Tanya Riko yang basa-basi demi mengurangi rasa kesalnya.
"Bukan tuan, dia_"
"Pembantu kami tuan, tapi sudah kami anggap seperti keluarga sendiri jadi seperti itu." Ucap Silla memotong perkataan suaminya, yang mungkin saja akan menyebut Rere istri atau keponakan, dan dengan perkataanya mungkin Riko akan merasa ilfil.
"very beautiful..untuk seorang pembantu." Ucap Riko tersenyum.
Silla semakin kesal mendengar Riko memuji Rere bukanya merasa ilfil.
Zidan sendiri mulai tidak suka jika ada pria lain melihat Rere cantik.
Zidan dan Riko mengobrol sebentar membahas kerja sama yang Zidan ajukan, Riko pun setuju dan menyuruh Zidan untuk mengirimkan proposal ke kantornya.
"Baiklah saya permisi, terimakasih untuk jamuan nya yang sangat lezat." Ucap Riko yang sudah berdiri di teras rumah Zidan untuk pamit.
__ADS_1
"Sama-sama tuan, saya yang mengucapkan terimakasih karena tuan mau meluangkan waktu untuk kami." Ucap Zidan ramah.
"Sama-sama, sekali lagi selamat atas ulang tahun pernikahan nya, semoga langgeng." Ucap Riko lagi.
"Amin.. terimakasih."
Riko pun segera masuk ke dalam mobil.
Zidan melambaikan tangan ketika supir membunyikan klakson nya.
"Huh...kamu jahat By." Rere memunculkan kepalanya di kursi paling belakang.
"Honny.." Riko mengulurkan tangan untuk meraih Rere pindah kedepan.
"Kamu keterlaluan menyuruhku menunggu di mobil." Ucap Rere kesal.
Riko tertawa. "Kamu yang sudah membuatku kesal duluan" Ucap Riko dengan membenahi rambut Rere.
"Aku..kenapa aku?" Tanya Rere menunjuk dirinya.
"Kamu berdandan cantik tapi malah muncul di depan suamimu, dan membuat mata pria itu melotot hampir lepas melihat kamu..hah."
"Kamu yang nyuruh aku berdandan By, kamu lupa." Ucap Rere yang juga kesal, dirinya disalahkan.
__ADS_1
"Ya, dan sialnya aku yang menyuruhmu."