PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part98


__ADS_3

Riko memasuki rumahnya yang sudah sepi, lampu di dalam rumah pun sudah gelap, hanya lampu di bagian luar yang masih hidup. Dan menyisakan cahaya remang yang masuk ke dalam rumah melalui jendela kaca.


Hari ini memang pekerjaannya sangat padat, dimana dirinya harus turun ke lapangan untuk meninjau proyek yang dirinya garap, dan bertemu beberapa klien untuk bekerja sama, sehingga malam ini dirinya pulang larut.


Karena tidak biasanya, dirinya pulang larut malam. Tidak lupa dirinya mengirim pesan pada sang istri, agar Rere tidak menunggunya.


Pukul sebelas malam Riko baru sampai rumah, dan pasti penghuni rumah pun sudah kembali ke berhadapan masing-masing yaitu istirahat.


Rasa lelah hati ini begitu mendominasi, semakin lama memang bisnisnya semakin maju, dan itu karena dirinya yang langsung mengelola nya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka, Riko masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh sang istri.


"By, kamu sudah pulang." Rere yang mendengar pintu di buka langsung menyambut sang suami dengan tersenyum lebar.


Jika sebelumnya lelah mendera tubuh nya, kini lelah itu seketika menghilang begitu saja dan berganti dengan rasa keinginan untuk berolahraga malam.

__ADS_1


"Pasti kamu lelah hm.." Rere membantu meletakkan tas dan juga jas yang Riko bawa, karena tubuh Rere sangat dekat dengan nya, membuat Riko bisa mencium aroma yang begitu menggugah seleranya.


Apalagi melihat penampilan istri nya malam ini, menyambut kedatangannya.


Malam ini Rere sengaja menunggu Riko. Dengan sengaja Rere menggunakan pakaian dinas malam yang begitu seksih, apalagi pakaian dinas itu memperlihatkan benda-benda yang menonjol indah, dimana perut nya yang buncit terlihat begitu tambah seksih di mata Riko.


Tatapan mata Riko tak lepas dari lekuk tubuh dan gerakan Rere, dimana semua benda favorit nya seperti melambai-lambai ingin di Ia manjakan.


Dengan langkah pelan Riko berjalan mendekati Rere dan melepas satu persatu kancing kemeja nya hingga memperlihatkan dada bidang nya ketika kemeja itu dia lepas.


"Kamu belum tidur hm." Riko memeluk tubuh Rere dari belakang, ketika Rere menaruh tas di tempat biasa.


"Sengaja menggodaku hm." Napas hangat Riko menerpa telinga Rere, membuatnya memejamkan mata.


Semenjak hamil entah mengapa dirinya mudah sekali terangsang. Dan menginginkan sentuhan-sentuhan suaminya sering kali.


"Em..By.." Rere mendongakkan kepalanya ketika kedua tangan besar itu menyentuh kedua benda kenyal di dadanya dengan lembut, dan Riko sangat leluasa memberikan tanda merah di bagian leher jenjangnya.

__ADS_1


Setelah bermain di bagian atas, kini tangannya turun menyentuh perut buncit sang istri.


"Apa dia rewel." Ucapnya dengan mengecupi bahu mulus Rere yang terekspose.


"Tidak.." Rere ikut mengelus perutnya di atas tangan Riko.


"Berarti malam ini boleh papa menjenguknya." Tanya nya dengan sengaja menggigit kecil telinga Rere.


"Em.." Rere mengangguk dengan menahan gejolak yang sudah membakar tubuhnya.


Riko membalik tubuh Rere dan mellumat bibir Rere dengan rakus.


"Emph.." Rere mendesahh di dalam cumbuan Riko, dimana tangan Riko menurunkan tali kecil di antara kedua bahunya, sehingga membuat dadanya terekspose.


"By..ah."


Suara decapan Riko begitu menggebu-gebu di mana dirinya sedang memanjakan kedua benda favorit nya.

__ADS_1


Keduanya larut dalam gelora yang menggelora, dimana penyatuan kembali mereka rasakan dengan penuh cinta dan kehangatan.


__ADS_2