PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part63


__ADS_3

Pernikahan mereka tak terasa sudah berjalan dua bulan, tidak adalagi kejadian yang seperti sebelum nya, keadaan rumah tangga mereka pun aman-aman saja.


Rere juga kembali menemani Miranda di toko bunga, meskipun harus ektra kerja keras untuk merayu suami meminta ijin, karena tidak menyerah dan memberikan pelayanan servis yang memuaskan setiap malam membuat Riko akhirnya mengalah untuk mengijinkan sang istri. Dan juga sepertinya keadaan sudah aman.


"Kenapa sudah bangun." Riko menarik tubuh polos Rere agar kembali masuk ke dalam dekapannya.


"Em..aku mau ke kamar mandi By." Ucapnya yang menahan rasa mual, perut nya melilit seperti di aduk-aduk.


"Emph.." Rere menutup mulutnya menggunakan tangan ketika rasa mual itu mendorong kuat untuk keluar.


"Sayang kamu kenapa.." Riko segera bangkit dan mengejar sang istri ketika Rere berlari kedalam kamar mandi dan muntah-muntah.


"Huek..huek.." Rere terus saja memuntahkan isi perutnya tapi tak ada yang keluar.


Tangan Riko membantu memijit leher nya pelan. "Apa kamu salah makan Yank " Tanyanya yang merasa khawatir.


Rere hanya menggeleng. "Aku belum makan apa-apa sejak kemaren sore." Ucapnya lemas dengan wajah sedikit pucat.


"Ya ampun kenapa tidak makan.." Riko membantu mengelap sisa air di wajah Rere menggunakan tisu.

__ADS_1


"Pakai ini.." Menyambar baltrobe, memakaikan ke tubuh istrinya yang masih polos.


"Tidak napsu." Ucapnya dengan mata sayu, tubuhnya pun terasa lemas, perut ya terasa melilit dan perih.


Riko menggendong tubuh Rere dan membawanya keluar, membaringkannya di atas ranjang.


Mengusapkan minyak kayu putih, Riko mengelus perut Rere.


"Apa mungkin disini ada Riko junior." Ucapnya seraya tersenyum menatap wajah Rere yang masih sedikit pucat.


"Aku tidak tahu By."


"Apa masih mual?"


"Tidak, begini lebih baik." Rere menyerukan wajahnya di dada bidang suaminya yang polos. Aroma tubuh Riko membuatnya merasa lebih baik.


"Em..tidurlah.." Tangannya mengusap perut Rere lembut hingga suara dengkuran halus terdengar.


"Semoga disini tumbuh malaikat kecil kita." Gumamnya berharap dan mengecup kening Rere.

__ADS_1


Mereka masih tinggal di rumah utama, sebenarnya Riko sudah tidak betah disana, tapi sang istri yang selalu membujuknya untuk tetap tinggal disana.


Karena bagi Riko setelah menikah mereka butuh privasi sendiri, dan tidak mau jika ada orang yang ikut campur dalam rumah tangganya, apalagi setelah pernikahan mereka lewat satu bulan, sang Mama selalu bertanya soal cucu setiap hari, membuat telinga nya panas, apalagi Rere yang selalu di tanya setiap hari.


.


.


"Pagi mah..?" Sapa Rere ketika melihat mertuanya sudah berada di dapur.


"Pagi sayang, coba sini geh." Harna menarik lengan Rere untuk mendekat.


"Coba pake ini, siapa tahu hari ini kami positif, mama lihat wajah kamu pucat." Ucap Harna memberikan tespek pada Rere.


"Tapi mah_"


"Udah gak pa-pa, namanya juga penasaran..coba gih." Harna mendorong tubuh Rere agar masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dapur.


"Duh, semoga cepat dapet momongan, masa kalah sama jeng Isa yang baru nikah satu bulan anaknya udah positif hamil." Harna bergumam sendiri.

__ADS_1


Dirinya merasa kesal jika berkumpul yang di tanya hanya mengenai sudah mendapat cucu belum, dan itu membuat hati Harna panas.


__ADS_2