PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part49


__ADS_3

"Emph.. By.." Rere terpaksa menjauhkan kepala Riko dari tubuhnya ketika pria itu semakin menjadi-jadi.


"Hm.." Wajah Riko mendongak di atas dada Rere yang sudah folos.


"Jangan sekarang malu, diliatin reader.." Ucap Rere melirik reader.


"Eh.." Riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sabar By, mereka pada puasa, nanti batal terus kita dapet dosa." Rere berbisik.


"Tapikan kita gak lagi puasa Hon." Wajah Riko memelas.


"Kita tidak, tapi author nya puasa By, nanti dia omes..ya kan Thor." Rere mendelik ke arah author.


"Lah kenapa gue kena.." Author garuk kepala.


"Ck. Batal dah." Riko menarik selimut dan menutupi tubuh atas Rere yang polos. Dirinya tidak mau membuat pembaca batal puasa dan dosa alhasil pending dulu nge-dp-in nya.


Hanya alasan untuk keluar dari toko dan menghabiskan waktu dengan Riko, Rere yang melihat wajah Riko merajuk pun tak tega. Meskipun dirinya merasakan hal yang sama.


Di apartemen keduanya hanya menghabiskan waktu untuk saling meluapkan kerinduan padahal hanya dua hari saja mereka tidak bercengkrama intens.


Dan sekarang mereka hanya geprek-geprek dan elus-elus. Jangan omes...


Mau menghasilkan keringat takut membuat dosa buat para reader yang sebenarnya ngarep. Astaghfirullah...Otakku.


"By sudah dua jam kita disini."

__ADS_1


"Mau kembali ke toko?" Riko melihat jam sudah pukul tiga sore.


"Sepertinya sejak tadi ayah menghubungi." Rere meraih ponselnya yang sejak tadi berada di dalam tas, karena Riko tidak memperbolehkan Rere untuk memegang ponsel.


"Apa?" Kata Riko yang di tatap Rere.


"Lihat.." Rere menunjukan ponselnya pada Riko, terdapat pesan dari sang ayah.


"Ayah tau kalian hanya beralasan untuk mencari keperluan,,, jika kalian tidak kembali dalam lima belas menit,, ayah akan potong burung pria tengil itu..!!!"


Glek


Riko menelan ludahnya kasar, tangannya reflek pegang si Joni.


Dengan cepat Riko menyambar kemeja yang Ia kenakan tadi, dan segera memakai celana panjangnya.


"Duh Hon, jangan sampe si Joni di sunat kedua kali, bisa habis yank." Ucap Riko panik.


"Hanya sedikit By, kayaknya gak bakalan berkurang masih tetep sama Dowo..(panjang)"


"Ya Tuhan... otak kamu yank."


Rere terkikik geli.


Riko mengandeng tangan Rere untuk keluar dari apartemen.


"Ayah kamu kaya Intel yank, ngeri aku." Riko bergeridik, bayangan naga ajaibnya di potong sudah membuat nya merinding.

__ADS_1


"Ayah gak galak By, Mungkin karena kamu belum kenal ayah saja." Ucap Rere untuk menenangkan kekasihnya itu sepertinya takut pada ayahnya.


"Itu menurutmu Yank."


Riko memang takut pada Hilman, tapi bukan takut karena Hilman yang galak dan tidak pernah senyum ataupun ramah padanya. Riko hanya takut jika Hilman benar-benar menjodohkan Rere dengan pria lain karena tidak merestuinya untuk menjadikan Rere sebagai istri.


'Jangan sampe gue gagal nikah kedua kali' Batin Riko menjerit.


Setelah mengendari mobilnya selama dua puluh menit, dan lebih dari waktu yang di minta ayah Rere, setidaknya Riko bernapas lega ketika memasuki toko kedua orang tua Rere tidak ada.


"Loh Bell ayah sama ibu mana?" Tanya Rere ketika tidak melihat kedua orang tuanya.


"Mereka sudah pergi mbak." Ucap Bella menatap keduanya yang saling bingung. "Tadi sih bilangnya mau pergi sama calon mantu gitu." Ucap Bella semakin membaut keduanya bingung.


"Calon mantu." Rere menunjuk Riko.


Riko menggelang, tanda bukan dia yang pergi dengan kedua orang tua Rere.


"Ck. Sama Daddy nya Cika mbak." Ucap Bella.


"What...duda..!!" Pekik Riko.


Bella hanya mengangguk, dan Rere menggaruk kepala nya.


.


.

__ADS_1


Si tengil ya..



__ADS_2