PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part13


__ADS_3

Rere diantar pulang oleh Riko setelah mekan siang bersama. Mereka menghabiskan waktu untuk berbicara biasa, tidak ada acara kengen-kangennan. Karena Riko mempunyai rencana nanti malam.


"Maaf By, sudah merepotkan." Ucap Rere yang meminta Riko menurunkannya sedikit jauh dari rumah Zidan.


"Hem..kamu memang selalu merepotkan ku Hon.." Ucap pria itu dengan menatap wajah Rere.


"Kenapa kamu masih memanggilku seperti itu." Tanya Rere yang mendengar Riko memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Memangnya kenapa, kamu saja masih memanggilku 'By'." Ucap Riko mengembalikan kata Rere.


Rere hanya bisa mendengus kesal, ternyata Riko masih sama menyebalkan nya.


"Yasudah aku turun." Rere hendak membuka pintu mobil, namun Riko masih menahan tangannya.


"Apa lagi By." Tanya Rere menatap wajah Riko yang juga menatapnya.


Riko meraih tengkuk Rere untuk mencium bibir manis yang selalu membuatnya rindu.


Rere yang mendapat serangan dari Riko menerimanya, karena dirinya juga merindukan sentuhan Riko.

__ADS_1


Keduanya sama-sama menikmati cumbuan bibir yang semakin menuntut, hingga Rere mendorong dada Riko ketika pria itu mulai merambat mencumbu lehernya. Meskipun dirinya juga terlena namun Rere masih bisa mengembalikan akal sehatnya.


"Sudah By..Jangan diteruskan."


Rere menatap Riko dengan napas yang masih memburu.


Jari Riko menyentuh bibir Rere napasnya juga sama memburu." Apa dia pernah menyentuh ini?" Tanya Riko dengan mengusap bibir Rere.


Rere hanya menggeleng." Tidak, dia tidak pernah menyentuhku." Wajah menunduk, dirinya merasa sedih sekaligus malu kepada Riko.


Pria yang dijodohkan ayahnya ternyata tak sebaik yang mereka pikirkan, Rere hanya dijadikan istri siri.


"Bagus, jadi kamu hanya milikku, tidak ada yang menyentuhmu selain aku." Riko kembali Melu*mat bibir Rere yang sudah sedikit bengkak.


Riko melahap bibir Rere rakus dengan perasaan membuncah.


Melepas tautan bibir Riko menyatukan kening mereka. "Aku akan merebut mu darinya." Ucapnya mengecup bibir Rere sekilas.


"Keluarlan mungkin suamimu sudah pulang." Ucap Riko kembali ke mode menyebalkan. Baru saja membuat hati Rere senang, kini kembali kesal.

__ADS_1


"Hem." Hanya itu yang Rere ucapkan.


"Tunggu aku dirumah sayang, masak yang enak..aku merindukan masakan mu." Ucap Riko yang hanya mendapat pelototan dari Rere.


"Memangnya aku istrinya, suruh menunggu dan memasak." Rere mendengus kesal dirinya kembali berjalan, meskipun masih sedikit nyeri namun tak separah tadi.


Beruntung dirinya bertemu Riko, jika tidak mungkin dirinya belum pulang.


Memasuki halaman rumah Rere bisa melihat jika mobil Zidan sudah berada di garasi.


"Mereka sudah pulang." Gumamnya lalu masuk lewat samping pintu belakang.


"Wah...wah..yang jatuh dan jadi pusat perhatian oleh pria tampan dan kaya baru sampai rumah." Silla menatap Rere sinis, dirinya sudah sampai rumah sejak satu jam tadi dan belum melihat Rere dirumah membuatnya kesal.


Karena Zidan menyuruhnya untuk menyiapkan makan malam untuk tamu pentingnya.


Rere hanya diam tanpa menjawab ucapan Silla.


"Malam ini ada tamu spesial yang datang, Mas Zidan menyuruh kamu memasak makanan yang enak dan lezat, ingat tamu penting jadi kamu harus mempersiapkan semua dengan sempurna, karena malam ini kita akan merayakan hari pernikahan kita yang ke satu tahun." Ucap Silla menatap Rere yang hanya diam saja.

__ADS_1


"Dan jangan membuat kesalahan, jika tidak maka kamu tahu akibatnya." Silla pun pergi meninggalkan Rere setelah memberi tahu, seharusnya Silla membantu Rere untuk menyiapkan semua. Tapi wanita itu hanya mau terima beres.


Rere mendesah lelah, untung saja kakinya sudah membaik, jika tidak maka lebih baik dirinya tidak pulang jika tahu dirumah sudah mendapat pekerjaan yang bikin haredang.


__ADS_2