PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part61


__ADS_3

Setelah di rawat dan keadaannya sudah membaik, Rere sudah bisa pulang, bukan pulang ke apartemen melainkan pulang ke rumah Harlan.


Harna sendiri yang meminta Keduanya untuk pulang ke rumah besar itu, mengingat mungkin saja bahaya akan mengintainya lagi.


Riko dan Felik pun belum menemukan titik terang siap dalang di balik kejadian ini, karena orang-orang yang terlibat pun mereka tidak tahu siapa yang menyuruh mereka, karena orang itu menggunakan topi dan masker untuk menutupi wajahnya.


"Bos, kita ada metting dengan klien baru di restoran hotel xxx." Ucap Felik memberikan berkas yang harus Riko pelajari sebelum berangkat metting satu jam lagi.


"Jam makan siang?" Tanya Riko.


"Ya.."


"Apa tidak bisa di mundurkan, atau kamu saja yang kesana..siang ini aku sudah janji dengan Rere untuk makan siang di rumah." Ucap Riko, dirinya memang sudah janji dengan sang istri untuk makan siang di rumah, karena Rere akan memasak makanan kesukaannya.


"Ck. susah kalau udah punya pawang, untung aja gue masih jomblo." Felik melirik malas pada atasannya itu.


"Justru kalau lu punya pawang, lu bakalan tau gimana rasanya buka segel halal.." Riko tersenyum menyeringai. "Itupun kalau lu dapet nya yang masih segel."


"Dasar teman lacnut, awas aja lu." Felik mendelik dan meninggalkan ruangan bosnya itu.

__ADS_1


"Jangan lupa Lik, lu yang handel mitting nya." Teriaknya sebelum Felik benar-benar tak terlihat.


Felik hanya mengacungkan jari tengah nya, tanpa menoleh kebelakang.


"Sialan lu Lik."


.


.


"Sayang kamu masak apa?" Tanya Harna yang baru saja pulang dari acara kumpul tetangga.


"Masak kesukaan Mas Riko mah." Ucap Rere yang masih berkutat di depan kompor.


"Duh mantu Mama, selain cantik juga pinter masak ya, mantu idaman dong." Harna mengelus lengan Rere.


"Mama dari mana? kayaknya wajahnya bahagia banget."


Harna memang terlihat berseri dan tersenyum. "Tadi teman Mama ada yang sedang ngerayain syukuran karena menantunya yang nikah bulan kemarin positif hamil." Ucap Harna dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Bagus dong Mah, baru nikah langsung di kasih momongan."


"Iya sayang, apalagi jika Mama juga dapet kabar bahagia itu dari kalian, pasti Mama akan lebih senang."


Rere hanya tersenyum titpis. "Doa kan saja mah, semoga kami cepat di beri momongan."


"Iya sayang, pasti Mama do'akan kalian."


Keduanya saling bercerita, Harna juga membatu Rere untuk menyelesaikan masakannya, karena siang ini memang mereka akan makan siang bersama keluarga, setelah lama rumah ini sepi, pasti akan menjadi ramai kembali.


"Sayang, apa kamu tidak merasa kesepian jika tinggal di apartemen sendiri?" Tanya Harna.


"Rere kan bisa pergi ke toko mah, lagian pasti Rere bosan jika di apartemen sendiri."


"Bilang saja sama suami kamu, kalau kamu mau kalian tinggal disini." Ucap Harna menatap Rere. "Sejak dulu kamu pergi Riko sudah tidak pernah tinggal di rumah ini, dan dia kembali kesini setelah menikah dengan kamu, dan Rania juga sudah sibuk dengan kuliah dan persiapan pernikahan, sudah pasti Rania akan di bawa suaminya setelah menikah." Harna dengan wajah sedih bercerita.


"Jangan sedih dong mah, kan masih ada Rere yang menemani Mama." Rere memeluk Harna.


"Iya, sayang mama pasti senang kamu kalian tinggal di sini pasti rumah tidak akan sepi lagi, apalagi jika kalian sudah memiliki anak, pasti akan sangat ramai."

__ADS_1


Rere hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan mama mertuanya.


__ADS_2