Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 102 : Indah yang Memprihatinkan


__ADS_3

Hari ini di rumah Michelle kedatangan ART baru, dan itu rekomendasi dari Mba Retno. Dengan senang hati, Michelle menerimanya sebagai ART baru.


Namanya Mbok Yem. Jika dilihat, mungkin usianya nggak terlalu jauh dengan Mbok Ijah. Cuma Mbok Yem perawakannya terlihat kekar dan tinggi. Membuat badannya terlihat lebih sehat dan kuat.


Michelle membutuhkan seorang ART yang bekerja dari pagi hingga sore. Karena jika malam hari dia bisa mengurus rumah sendiri. Apalagi kalau Agam sudah tertidur pulas. Dia baru bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti melipat baju Agam ke lemari, atau mencuci baju Agam sendiri.


Baru satu hari bekerja ikut Michelle, Michelle bisa menilai, Mbok Yem orangnya sangat rajin. Pagi-pagi dia sudah datang ke rumah Michelle. Membantu Michelle membuat sarapan, lalu menatanya di meja makan, setelah selesai barulah dia bersih-bersih rumah seperti ngepel, nyapu, dan mencuci perkakas yang kotor.


Sebagai majikan, Michelle sangat puas melihat kerja keras Mbok Yem. Michelle juga termasuk orang yang sangat loyal pada ART-nya. Sepulang dari rumah Michelle, dia akan membungkuskan makanan untuk Mbok Yem. Dengan rasa senang Mbok Yem menerimanya.


Sementara tugas memandikan Agam, Michelle bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan siapapun. Dengan telaten dia memandikan buah hatinya.


____


____


Akhir pekan ini Nathan menyempatkan diri untuk menghabisi waktu dengan istri dan anak, karena sang istri sudah mulai protes dengan kesibukannya. Rencananya juga mereka ingin ke rumah ayah dan Ibu. Sengaja Nathan meliburkan Mbok Yem hari itu juga.


Mobil Nathan berjalan pelan, hingga tanpa sengaja mobilnya menabrak sesuatu. Nathan begitu terkejut. Karena perasaan dia sudah sangat pelan mengendarai mobilnya.


"Astaghfirullah, Mas! Kita menabrak seseorang," ujarnya.


"Iya, Sayang! Kamu dan Agam nggak apa-apa kan?"


"Alhamdulillah nggak, Mas!" panik Michelle, "Mas, coba lihat! Sepertinya ada seseorang yang melintas di depan kita!"


"Iya, Kau benar!" jawab Nathan, "Biar aku lihat!"


Nathan keluar dari mobilnya. Dan benar saja, dia sudah menabrak seseorang. Nathan begitu terkejut melihat seorang wanita tergeletak di depan mobilnya.


"Mba, Mba nggak apa-apa?" tanya Nathan. Nathan menyibakkan rambut wanita itu, betapa kagetnya dia setelah tahu siapa yang ditabraknya.


"Astaghfirullah, Indah!" gumam Nathan.


"Siapa, Mas?" tanya Michelle melongok kan kepalanya di jendela mobil.

__ADS_1


"Indah. Aku mengenalnya, Sayang!"


"A-pa?" Michelle terkejut, lalu dia turun dari mobil sambil menggendong Agam.


"Sayang, Mas harus membawanya ke Rumah Sakit! Dia terluka. Indah terluka!" ucap Nathan.


"Dia teman, Mas?" tanya Michelle penasaran.


"Iya. Dia teman Mas saat kuliah! Namanya Indah. Dan wanita ini yang Mas ceritakan sama kamu kemarin!"


"A-pa?"


"Ceritanya nanti saja, Sayang! Dia harus secepatnya di bawa ke Rumah Sakit!"


"Iya, Masukkan di mobil saja, Mas!"


Atas izin istrinya, Nathan pun membopong tubuh Indah untuk dimasukkan ke mobil. Bergegas Nathan melajukan mobil ke Rumah Sakit.


____


____


Nathan dan Michelle menunggu Dokter memeriksa kondisi Indah di depan ruangan UGD. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Indah, takutnya sesuatu terjadi pada wanita itu. Hingga setengah jam, akhirnya Dokter keluar juga.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Nathan dan Michelle.


"Tidak ada yang dikhawatirkan! Tidak ada luka lecet akibat kecelakaan juga! Cuma .. !" Dokter menjeda kalimatnya.


"Cuma apa, Dok?" Michelle penasaran.


"Sepertinya pasien mengalami tindakan KDRT! Di tubuhnya banyak bekas luka lebam dan memar! Apakah Anda mengenal pasien?"


Seakan-akan Nathan tahu apa yang dipikirkan oleh Dokter, lalu dia mematahkan pikiran sang Dokter, "Saya tidak sengaja menabraknya, Dok! Saya pikir dia pingsan karena tertabrak mobil saya!"


"Tidak. Saya rasa, pasien hanya mengalami syok!"

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu!" jawab Nathan.


"Dokter yakin kalau wanita itu mengalami kekerasan fisik?" tanya Michelle.


"Iya, Saya yakin! Di tubuhnya banyak bekas luka lebam dan memar!" jawab Dokter.


"Astaghfirullah! Dia mengalami KDRT, Mas! Apa yang mesti kita lakukan?"


"Kita tenang dulu, Sayang! Setelah Indah sadar baru kita tanya langsung!"


"Iya, Mas!"


"Dok, Tolong saya minta bukti visumnya!" pinta Michelle.


"Buat apa, Sayang?" tanya suaminya.


"Untuk jaga-jaga, Mas!" jawab Michelle, "Barangkali saja diperlukan!"


"Baik, nanti saya akan suruh petugas untuk memberikan hasil Visumnya pada Bapak dan Ibu!"


"Terimakasih banyak, Dok!" ucap keduanya.


"Baiklah, saya permisi, Pak, Bu!"


Setelah mendapatkan pemeriksaan lebih intensif, Indah pun di pindahkan ke ruangan rawat. Pasangan suami istri itu terus menengah Indah hingga siuman.


Nathan tidak tega melihat istrinya yang sedari tadi menggendong Agam, dia pun mengambil alih menggendong Agam di dekapan istrinya.


"Istirahatlah dulu!" ucap suaminya.


"Aku mau sholat dhuhur dulu, Mas! Sekalian mampir ke kantin! Mas mau dibelikan apa untuk makan siang?"


"Terserah kamu saja, Sayang! Apapun yang kamu beli akan Mas makan kok!"


"Iya sudah, Michie ke Mushola dulu ya!"

__ADS_1


To be continued ...


Mana dukungannya?????😘😘😘


__ADS_2