Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 12 : Kecemburuan Part 2


__ADS_3

BRAKK ....


Michelle sangat terkejut dengan suara tersebut, dia pun mematikan sambungan teleponnya. Dia mendatangi asal suara, karena sepertinya berasal dari kamar sang suami. Dia mengetuk pintu kamar suaminya, tidak ada jawaban.


"Kenapa dia?" gumamnya, "Biarlah, aku nggak perduli!" Michelle pun berlalu ke dapur untuk membersihkan piring-piring kotor bekas makannya dan makan sang suami.


Setelah sarapan, dan membersihkan piring yang kotor. Michelle bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Wanita berparas cantik itu memakai stelan muslim berwarna biru dipadukan dengan celana panjang berwarna putih, dan hijab coklat. Dia berdandan, memoleskan bedak tipis dipipi mulusnya, dan memakai lipstik tipis warna merah. Wajah Michelle yang notabenenya sudah cantik, dengan bulu mata yang lentik dan hidung mancung, dia semakin cantik mempesona.



Michelle keluar dari kamarnya, dan dia menghampiri kamar Nathan untuk berpamitan. Sebagai seorang istri yang berbakti, dia harus menghargai Nathan sebagai seorang suami. Meskipun kerapkali Nathan menyakitinya, namun dia masih ingat dengan kewajibannya sebagai seorang istri.


Tok ... Tok ... Tok


"Mas?" panggilnya.


"Mas?" panggilnya lagi dengan sangat lembut.


CEKREEK ....

__ADS_1


"Ada apa?" pintu kamar terbuka.


"Mas, aku mau keluar. Mungkin sampai sore, jika Aku belum pulang, Mas bisa memesan makanan lewat aplikasi," ujar istrinya.


"Memangnya kamu mau kemana?" ketus Nathan dengan tatapan tidak suka.


"Aku akan pergi dengan temanku," jawabnya. Michelle mencium punggung tangan suaminya.


"He'em!" jawab Nathan.


"Assalamualaikum,"


"Walaikumsalam,"


Mobil Michelle berhenti di sebuah tanah lapang. Dia keluar dari mobilnya, nampak sedang menunggu seseorang.


Beberapa menit kemudian, sebuah sedan mewah berwarna merah, berhenti tepat di samping mobil istrinya. Nathan bersembunyi di tempat yang aman, agar tidak terlihat oleh Michelle dan pria itu.


"Assalamualaikum?" sapa Byan.

__ADS_1


"Walaikumsalam,"


"Bang Byan?" panggil Michelle kepada pria itu. Ternyata pria tersebut adalah pria yang sama saat di Restaurant.


"Lama menunggu ku?" tanya Byan.


"Nggak kok, Bang! Aku baru sampai juga nih!" suaranya sangat meneduhkan, membuat pria merasa sangat nyaman jika berada di dekatnya.


"Kenapa pria itu lagi? Sebenarnya pria itu siapa sih?" kesal Nathan di dalam hati.


Dia mencoba mencari posisi teraman untuk mencuri pembicaraan mereka. Namun karena mereka berdiri di tanah lapang, Nathan tidak menemukan tempat bersembunyi yang aman. Terpaksa dia harus kembali ke tempat tadi untuk bersembunyi.


Nathan bisa melihat dengan jelas, Mereka nampak mengobrol serius, kemudian mereka tersenyum dan tergelak, terlihat sangat akrab. Entah apa yang mereka bicarakan, Nathan tidak bisa mendengar apapun.


Melihat Istrinya begitu akrab dengan pria lain, entah kenapa hati Nathan sangat sakit, perih dan panas. Nathan pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, dia tidak mau berlama-lama di sana, karena hanya membuat hatinya terbakar dan meradang. Tapi tunggu, masihkah ada cinta di hati Nathan untuk istrinya.


Dia pernah mengatakan kepada istrinya bahwa tidak pernah ada kata cinta untuk istrinya. Lalu, perasaan apa ini yang sedang berkecamuk di dalam hatinya, Nathan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Nathan melajukan mobilnya dengan sangat kencang, dia membelah jalanan seperti orang kesetanan. Begitu kencangnya, hingga daun-daun kering yang jatuh ke aspal berterbangan akibat tertampar angin yang dihasilkan oleh kecepatan mobil Nathan.

__ADS_1


to be continued.....


__ADS_2