
Langit sangat cerah hari ini. Setelah semalaman kota diguyur hujan lebat, keesokan paginya langit kembali tersenyum. Kuncup-kuncup bunga mulai bermekaran. Kupu-kupu begitu gembira bisa menghisap nektar sari bunga.
Nathan membuka korden, supaya ada hawa masuk ke dalam kamar istrinya. Baby Agam tertidur sangat pulas, saat sudah berada di dalam pelukan sang istri. Nathan tersenyum melihatnya. Mereka sama-sama tertidur, apalagi Michelle. Dia begitu erat mendekap Baby Agam. Seolah-olah Michelle takut sang Baby ada yang merebutnya.
Secara diam-diam, Nathan mengabadikan momen tersebut. Beberapa gambar sudah ia ambil. Dia tersenyum sendiri melihatnya.
Beberapa detik kemudian, Baby Agam menangis kencang. Michelle terbangun. Dia mulai panik.
"Tenang Sayang! Aku panggilkan Dokter!" ucap Nathan.
Dokter memeriksa kondisi Baby, tidak terjadi apapun. Baby Agam hanya haus saja. Dia ingin meminum ASI sebagai sumber kehidupannya. Makanya menangis sangat kencang.
Michelle yang baru pertama kali memiliki bayi tentu saja dia bingung dan panik. Ada rasa takut, entah perasaan apa itu, membuat dia enggan menyusui. Ditambah ASI yang belum lancar, membuatnya sedikit frustasi.
"Ibu tenang ya! Hal seperti ini memang sering terjadi pada Ibu yang baru melahirkan! Apalagi Ibu melahirkannya kan sendiri, jadi itu wajar!" tutur Dokter, "Sekarang Ibu tarik nafas dalam-dalam, dan buang. Usahakan rileks ya, Bu!"
"Saya takut, Dok! ASI saya nggak keluar!" ujarnya.
"Tenang dulu ya! Coba rileks kan pikiran Ibu! Buang jauh-jauh ketakutan itu! Saya yakin Ibu bisa memberikan ASI ekslusif buat Dede bayinya kok!"
Sambil menunggu rasa ketakutan dan kekhawatiran Michelle hilang, terpaksa Nathan harus merepotkan Amina lagi. Amina kembali datang bersama sang suami. Niatnya juga dia ingin menjenguk Michelle yang baru sadar dari tidur panjang. Dan waktu yang sangat tepat, Baby Agam menangis karena lapar. Bergegas Amina menyusui Agam.
Sementara Amina sedang memberikan ASI-nya diruangan Michelle, Nathan mengajak Bang Adnan mengobrol di kantin Rumah Sakit. Mereka mengobrol hangat dengan segelas kopi di meja.
Amina melempar senyum kepada Michelle, sementara Michelle hanya memperhatikan dari tempat tidurnya. Dia masih merasa panik yang luar biasa.
"Nggak apa-apa Michelle! Percayalah semuanya akan baik-baik saja! Kau sudah tidak perlu merasakan ketakutan! Sekarang kau ada ditempat yang aman. Ditengah-tengah keluargamu!" tutur Amina.
__ADS_1
"Tapi, kejadian itu terus ada diingatan ku, Amina!"
"Hey, Sahabatku! Ingat, Kau itu adalah wanita yang kuat! Buktinya sudah jelas, Kau berani melahirkan sendiri tanpa bantuan siapapun! Dan Kamu berani mengambil resiko yang luar biasa besar!" ujar Amina, "Dengar! Di sana banyak orang yang sangat menyayangi mu, terutama Baby Agam! Dia membutuhkan mu, Michelle!" Amina meletakkan Baby Agam disamping Michelle. Baby tampan itu tertidur pulas.
"Terimakasih banyak Amina! Kau memang sahabat ku!"
____
____
Selepas kepulangan Adnan dan Amina, Abah, Umi, Ayah, Ibu, Siti, Retno dan Ratna datang. Mereka begitu bahagia setelah mendengar Michelle sadar. Bergegas mereka ke Rumah Sakit.
Memang Nathan sengaja menyuruh Abah dan Umi pulang lebih dulu. Melihat mereka kelelahan menunggu di Rumah Sakit, membuat Nathan tidak tega. Akhirnya Nathan pun menyuruh Abah dan Umi beristirahat di rumah.
Ruang rawat Michelle menjadi ramai. Semua keluarga datang dan mengucapkan selamat kepada Michelle. Michelle sangat bahagia melihat keluarganya berkumpul.
"Iya, Teh! Selamat ya!"
"Selamat ya Michelle!" ucap mereka semua.
Alangkah bahagia hatinya. Dalam keadaan seperti ini mereka memberikan support dan perhatian yang tidak terhingga. Sungguh, Michelle merasakan kebahagiaan yang tidak terkira dari keluarga besarnya. Terutama perhatian sang suami. Tidak sedetikpun Nathan meninggalkannya. Dia sangat bersabar menungguinya hingga siuman.
Mereka semua berebut ingin menggendong bayi mungil itu. Terutama Umi dan Abah, mereka saling berebut untuk menimang sang cucu. Semua orang tertawa geli melihat tingkah keduanya.
Karena Michelle belum pulih benar, Dokter menyarankan jangan terlalu banyak orang menjenguk. Michelle juga butuh istirahat yang cukup. Supaya tidak frustasi.
"Dok, sebenarnya bagaimana keadaan istri saya? Kenapa ASI nya belum mau keluar?" tanya Nathan saat semua orang sudah pulang. Dan istrinya tertidur nyenyak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Pak! Kondisi seperti ini sering terjadi kok pada Ibu yang baru melahirkan, apalagi baru memiliki bayi! Biasanya ASI tidak keluar itu karena terlalu stres atau kelelahan setelah melahirkan, misalnya karena depresi postpartum, persalinan lama, atau operasi caesar darurat juga bisa!" jelas Dokter.
"Lalu, Bagaimana supaya ASI nya bisa keluar, Dok?"
"Ya itu, Pak. Pelan-pelan kita buat Bu Michelle rileks! Lalu Bu Michelle jangan sampai lupa minum cukup cairan setiap hari untuk membantu produksi ASI. Minumlah sekitar 6 hingga 8 gelas air mineral atau cairan sehat lainnya seperti susu, jus, atau teh supaya bisa membuat Bunda tetap terhidrasi! Nanti saya akan berikan obat pelancar ASI ya, Pak!"
"Oh, gitu ya, Dok! Terimakasih banyak, Dok!"
"Sama-sama! Saya yakin kok Pak, Ibu Michelle pasti bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya!
"Iya, Dok! Terimakasih banyak!"
____
____
Mendengar jawaban Dokter rasanya sangat lega. Nathan yakin ini hanyalah masalah waktu saja. Dengan kesabaran pasti semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
..."Ya Allah, permudahkanlah segala urusan kehidupanku, banyakkanlah susu istriku untuk bayiku. Dan permudahkanlah perjalanan istriku untuk menyusukan anakku agar menuruti segala yang telah Engkau syariatkan."...
..."Ya Allah seberapa banyak susu yang istriku peroleh hari ini , penuhilah dengan rahmatMu dan keberkatan di sisi Mu. Semoga dengan keberkatan Mu, susu yang sedikit menjadi banyak dan kenyang buat anakku. Amin."...
to be continued ...
Hey-hey, dukung terus karya ini. Semoga kalian suka. Jangan lupa tap like, komentar sebanyak-banyaknya. Tentunya komentar yang baik-baik dong! wkwkwkwk ....
Jangan lupa juga kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ supaya cerita ini semakin bersinar terang. Nantikan kelanjutannya ..... tunggu saja!!😆😆😆
__ADS_1
Terimakasih buat semuanya yang sudah mendukung full karya ini.... peluk jauh dari Author....😘😘😘😘😘