Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 8 : Kenapa dengan Michelle?


__ADS_3

Malam ini, Michelle berdandan dengan sangat cantik. Dia memakai daster tipis tanpa lengan, yang panjangnya di atas lutut dengan motif bunga-bunga. Menampilkan paha mulusnya yang putih dan halus.


Sebelum suaminya pulang, dia memasak makanan kesukaan Nathan. Kemudian ia tata di meja makan. Hidangan sudah tersaji lengkap dengan hidangan penutup. Namun yang ditunggu-tunggu tidak kunjung pulang. Sampai akhirnya dia tertidur di sofa.


Keesokkan Paginya


Michelle mengerjapkan matanya kala dia mendengar suara adzan subuh. Dia melihat jam dinding yang terpasang di ruang tengah.


"Astaghfirullah, aku tertidur di sofa. Dan ini juga sudah subuh," ucapnya. Dia melihat ke arah meja makan. Ternyata makanannya masih belum tersentuh. Dia berjalan ke kamar, ternyata Nathan belum pulang. Tempat tidurnya masih rapih dan bersih.


"Kemana Mas Nathan?" tanya Michelle di dalam hati.


Ting ... Tong


Suara bel pintu berbunyi, Michelle langsung bergegas mengganti bajunya dengan baju yang tertutup, kemudian memakai hijabnya. Dia berlari ke arah pintu untuk membukanya, ternyata Nathan yang datang.


"Mas?" cemas Michelle. Nathan pulang dalam keadaan mabuk. Dia berjalan sempoyongan.


"Astaghfirullah, Mas. Apa yang telah kau lakukan? Kenapa kau menjadi seperti ini?"


"Aku mau tidur. Aku ngantuk!" ujarnya.


"Kau minum, Mas. Kau tidak pernah minum, tapi kenapa sekarang kau minum-minum? Kau mau menjadi seorang pemabuk? Apakah kau tidak malu dengan Allah? Harusnya saat adzan subuh kau sholat, kenapa malah mabuk? Apakah kau tidak merasa kasihan kepada ayah dan ibu?" sedih Michelle.


Michelle memapah tubuh suaminya masuk ke kamar. Dan membantu melepaskan jas dan bajunya yang kotor dan bau alkohol. Betapa terkejutnya dia, begitu banyak ruam-ruam merah di leher, dada, dan perut suaminya. Seketika hatinya benar-benar sangat hancur. Nathan sudah mengingkari janjinya untuk tidak berbuat zina. Tapi dia masih melakukannya juga.


Michelle mendorong tubuh Nathan dengan kasar. Dia langsung keluar dari kamar suaminya.


Michelle kembali ke kamarnya untuk mandi dan setelah itu mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Di akhir sujudnya dia berdo'a dan mengeluh kesahkan nasibnya kepada sang Pencipta. Berlama-lama duduk diantara dua sujud, dia menitikkan air matanya kembali.


Pukul tujuh pagi, Michelle langsung berangkat untuk bekerja. Sedangkan suaminya, baru terbangun pukul sepuluh siang. Itupun karena perutnya merasa sangat lapar.


Nathan membuka tudung saji di atas meja. Namun dia tidak menemukan apa-apa di dalamnya. Biasanya, makanan sudah tersaji di atas meja. Namun kali ini tidak ada apapun di sana.


"Aneh sekali. Kenapa tidak ada makanan? Biasanya selalu ada makanan disini!" batinnya.


Nathan membuka kulkas untuk mencari makanan. Namun hanya buah-buahan saja yang bisa ia makan.


"Lumayanlah buat pengganjal perut," ujarnya.


Hari ini Nathan mengambil cuti selama beberapa hari. Tubuhnya terasa sangat lelah, dia membutuhkan istirahat sejenak untuk merilekskan otot dan pikiran.


🍀🍀🍀


Pukul Lima Sore


Nathan menunggu istrinya di depan teras. Namun sampai petang istrinya belum juga kembali. Perutnya sudah mulai keroncongan. Dia berjalan mondar-mandir menunggu kedatangan sang istri.

__ADS_1


Satu jam kemudian, mobil Michelle berhenti di depan rumah. Dia melangkahkan kakinya dengan malas. Malas karena akan bertemu dengan sang suami.


Michelle sengaja mengambil jam lemburan, supaya dia sedikit melupakan masalahnya dengan sang suami. Baru membuka pintu, ternyata Nathan sudah menunggunya di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Kamu baru pulang?" tanyanya.


"Hem," jawab Michelle singkat.


"Aku lapar. Tolong buatkan aku makanan!" pinta Nathan. Michelle menatapnya tajam.


"Dasar pria tidak punya perasaan! Bagaimana bisa kau menyuruhku? setelah tadi pagi kau membuat hatiku kembali hancur!" batin Michelle.


"Michie, kau tidak apa-apa kan?"


"Maaf, aku capek. Jika kau mau makan, kau bisa kan memesan di Aplikasi?" ujarnya. Kemudian Michelle berlalu ke kamarnya untuk mandi dan bersih-bersih.


Nathan masih bingung dengan sikap istrinya. Kenapa tiba-tiba dia berubah? pikirnya.


"Eh, tunggu! Penampilannya juga berbeda!" batin Nathan.


Michelle keluar dari kamarnya untuk mengambil minuman. Ternyata Nathan masih menunggu di ruang tengah. Nathan memperhatikan penampilan Michelle yang sedikit berbeda. Rambut panjangnya sedikit ia pangkas, dan Michelle sengaja membuat ujung rambutnya bergelombang. Dan yang membuatnya sangat berbeda adalah pakaian Istrinya. Karena saat ini Michelle sengaja memakai baju tidur diatas lutut dan sangat ketat, membuat bagian lekuk tubuh Michelle nampak terlihat sangat jelas. Apalagi di bagian gunung kembarnya, nampak menyembul keluar. Istrinya terlihat sangat cantik dan menarik, batin Nathan.


"Aku sudah pesankan makanan buat kamu. Sebentar lagi makanannya datang," ucap Michelle.


"Lho, kamu nggak masak?" tanya Nathan.


"Lho, kok begitu?" heran Nathan.


"Kau pikir saja sendiri!" Michelle kembali ke kamarnya. Sebenarnya dia tidak tega, tapi, dia memantapkan hatinya untuk tidak terlalu lemah di depan suaminya.


"Semoga saja aku tidak berdosa!" batinnya.


Tiga hari berlalu, sikap Michelle kepada Nathan semakin berbeda. Biasanya setiap pagi akan ada sarapan di meja makan, sekarang hanya ada air putih dan secarik kertas bertuliskan.


'Aku ada meeting. Silahkan beli sarapan sendiri, dan jangan menungguku karena aku lembur,"'


Sikap istrinya yang berbeda, tentu saja membuat Nathan uring-uringan. Karena, di rumah tidak ada yang mengurusnya apalagi memperhatikan semua kebutuhannya.


Hari ini Nathan pulang lebih awal. Seperti biasa rumahnya sepi, istrinya belum pulang.


"Kemana dia? Seharusnya dia mengurusku. Aku ini adalah suaminya!" kesal Nathan. Baru saja Nathan mengumpatnya, Michelle baru pulang.


"Michie dari mana kau?" tanya Nathan penasaran karena Michie membawa banyak barang-barang.


"Aku habis shopping. Membeli baju, sepatu dan tas," jawabnya.


"Sejak kapan dia suka berbelanja?" batin Nathan.

__ADS_1


"Maaf, Mas. Aku gerah, aku mau mandi dulu," ujarnya, "Oya, sebentar lagi makanan yang aku pesan datang. Tolong buka pintunya, karena aku mau mandi. Aku sudah membayarnya lewat aplikasi. Kamu makan sendiri saja! Karena aku sudah makan diluar," ucap Michelle.


"Apa-apaan ini? Kenapa sikapnya berbeda seperti itu?" batin Nathan. Dia mengusap wajahnya karena frustasi.


"Apakah dia sedang marah kepadaku?"


Selesai mandi, Michelle merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Tubuhnya terasa sangat lelah dan capek, seharian duduk di depan layar komputer.


CEKREEK .....


Tiba-tiba saja, tanpa permisi suaminya membuka pintu kamar. Nathan menelan salivanya melihat posisi tidur Michelle. Yang menampakkan paha putih dan mulusnya.


Michelle sangat terkejut dengan kedatangan suaminya yang masuk secara tiba-tiba.


"Ada apa?" Nathan tidak berhenti menatap tubuh istrinya yang sangat seksi. Apalagi tubuh bagian atasnya, dua gunung kembarnya menyembul di balik daster mininya.


"Eh, itu, aku mau menanyakan itu ... !" entah kenapa tiba-tiba saja Nathan berbicara tergagap.


"Apa Mas?"


"Jaket. Iya, aku mencari jaket," jawabnya sambil tersenyum.


"Jaket yang mana? Memangnya kamu mau kemana?"


"Aku mau pakai,"


"Kamu sakit?" tanya Michelle.


"Tidak. Tapi, aku mau pakai saja!"


"Ish, kenapa tiba-tiba aku salah ngomong seperti ini sih?" umpatnya di dalam hati.


"Coba aku cari!" Michelle mencari jaket yang dimaksud suaminya di lemari.


"Mana ya? Kok tidak ada!" semua lemari sudah dicarinya tapi tidak ketemu juga.


"Sepertinya kamu sudah membuangnya mungkin! Atau kau berikan kepada selingkuhanmu!"


"Apa iya? Mungkin saja aku berikan kepada Dewi!" seketika raut muka istrinya berubah masam kembali. Dia pun keluar dari kamar suaminya dengan perasaan dongkol.


"Aku capek mau tidur!" ujarnya.


"Tunggu!" namun Michelle berlalu pergi tanpa mendengar panggilan Nathan.


To be continued......


Karma mulai berlaku Lu, Nathan. Rasain....wkwkwk....🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2