Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 78 : Mencari Tahu


__ADS_3

Michelle membuka matanya, kala sayup-sayup mendengar suara adzan subuh. Dia bangkit dari tidurnya dengan posisi meringkuk. Badannya terasa sakit semua. Karena dia tidur hanya dengan alas kardus bekas yang tergeletak di ruangan itu.


"Ya Allah, perutku perih!" gumamnya sambil memegang perutnya yang sedari semalam belum diisi.


Michelle berjalan ke pintu. Dan menempelkan telinganya di pintu. Dia mendengar dengkuran orang yang sedang tidur. Mungkin itu adalah orang suruhan Dewi, yang Dewi bayar untuk menjaganya agar tidak kabur.


"Tega sekali Dewi! Dia mengurungku, tapi dia tidak memberikan aku makan dan minum! Apakah dia benar-benar akan membuat aku mati disini!"


"Ya Allah, Hamba mohon berikanlah Dewi hidayah-Mu. Sadarkan dia Ya Rabb. Bahwa apa yang telah dilakukannya salah. Apa yang dilakukannya adalah tindakan dzalim! Tindakan kriminal! Bukakan pintu hatinya, Ya Allah!"


_____


_____


Dua jam kemudian. Pria satu membukakan pintu. Dan memberikan bungkusan dan air mineral untuk Michelle. Michel menerimanya dengan senang. Karena hari ini anak yang ada di dalam kandungannya bisa makan.


Michelle pun membuka bungkusan itu. Hanya nasi dan tempe goreng saja. Dia tersenyum. Walaupun nasi dan tempe, setidaknya dia masih bisa makan. Dia bersyukur akan itu.


Masih banyak orang-orang diluar sana yang tidak bisa makan dengan nasi. Masih banyak orang diluar sana yang kelaparan. Dia bersyukur, hari ini bisa makan.


"Makanlah!" suruh orang itu.


"Terimakasih." Michelle memakannya dengan sangat lahap. Tidak lupa dia berdoa, mensyukuri nikmat dari Allah untuk hari ini.


°°°°°


Nathan dan dua orang polisi melihat rekaman CCTV supermarket. Disitu nampak dengan jelas plat nomor mobil yang membawa Michelle. Melaju dengan kencang ke arah Utara.

__ADS_1


Mobil itu sempat berhenti di POM bensin dalam waktu 10 menit. Karena memang mereka sempat antri panjang.


Satu jam kemudian. Polisi mendapatkan informasi mengenai pemilik mobil itu. Tidak mau menunggu lama, Mereka pun langsung bergerak menuju tempat pemilik mobil tersebut.


Nathan ikut dalam rombongan Polisi tersebut. Tapi dia menggunakan mobilnya sendiri. Dia juga ingin mencari istrinya. Dia terlalu khawatir jika sesuatu terjadi dengan sang istri.


Setengah jam akhirnya mereka sampai di depan alamat tersebut. Sang empunya rumah yang merasa didatangi beberapa Polisi, tentu merasa takut dan khawatir.


"Selamat pagi, Pak!"


"Iya, Selamat pagi! Ada apa ya?" bingung pria tersebut.


"Bisa minta waktunya sebentar!"


"Iya, bisa. Ada apa ya, Pak?"


"Saya mendapat laporan, bahwa mobil berplat xxxx, Siang kemarin telah membawa paksa seorang wanita yang sedang hamil besar. Atau bisa kita sebut penculikan. Bisa Bapak jelaskan!" orang itu nampak pias. Dia ketakutan, bisa dilihat dari raut mukanya.


"Bukankah itu mobil Bapak?" tanya Nathan emosi, "Bapak tahu, orang yang sudah menggunakan mobil itu sudah menculik istri saya yang sedang hamil!" murka Nathan menatap tajam ke arah pria itu.


"Tenang, Pak Nathan! Kita tanya baik-baik!" tutur Polisi. Nathan kembali bersikap tenang.


"Iya. Itu memang mobil saya! Karena pekerjaan saya merentalkan mobil. Tapi saya nggak menculik siapapun! Saya bersumpah, Pak Polisi!"


"Oke. Jadi dengan kata lain mobil Bapak sedang disewa!" pria itu mengangguk, "Siapa yang menyewanya?"


"Tunggu sebentar!" Pria itu masuk ke dalam. Dia mengambil sebuah buku folio panjang. Seperti buku catatan. Dia mengecek nama-nama orang yang sudah menyewa mobilnya.

__ADS_1


"Namanya Burhan, Pak!" ujar pria itu, "Dia yang menyewa mobil saya dengan plat nomor tersebut!"


_____


_____


Polisi melempar pandang ke arah Nathan. Nathan menggelengkan kepalanya, karena tidak merasa mengenal orang yang bernama Burhan.


"Lalu siapa Burhan itu? Apakah ada orang lain lagi yang menyuruhnya?" gumam Nathan.


"Anda yakin tidak mengenalnya, Pak Nathan?"


"Iya. Saya yakin, Pak!"


"Itu berarti ada seorang lagi yang menyuruhnya!" ujar Polisi.


"Tapi siapa, Pak?"


"Ayo kita cari informasi lagi!"


"Baiklah, Pak. Terimakasih informasinya! Saya harap Bapak jangan menyembunyikan apapun! Karena ini adalah sebuah tindakan kriminal! Jika tahu sesuatu tentang penculik ini, langsung beritahu kami!" Polisi itu menyerahkan kartu namanya pada pemilik rental.


"Bbbbb-baik, Pak! Jika mobil itu balik, saya akan langsung menghubungi Pak Polisi!"


"Oke. Terimakasih atas kerjasamanya!"


"Sa-sa-ma - sa-ma, Pak!" ujarnya terbata.

__ADS_1


To be continued ...


Kasih dukungan untuk karya ini dengan memberikan like, komentar, vote dan giftnya....🥰🥰🥰


__ADS_2