Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 30 : Hasil Rumah Sakit


__ADS_3

Michelle menunggu suaminya yang sedang melakukan cek darah di laboratorium. Itu bertujuan untuk memastikan penyakit suaminya sudah sembuh atau belum. Sekitar setengah jam, Nathan keluar dari ruangan laboratorium. Mereka disuruh menunggu sebentar untuk mengetahui hasilnya.


Satu jam kemudian, seorang suster memanggil suaminya untuk datang ke ruangan Dokter. Dengan hati yang gelisah, Nathan berusaha menghadapi kemungkinan terburuknya. Michelle tidak berhenti memberikan semangat untuk suaminya. Di ruangan Dokter, mereka menunggu sebuah jawaban dengan penuh pengharapan. Dokter memberikan sebuah map yang berisi lembaran kertas putih, dimana dikertas itu terdapat jawaban yang akan merubah dunianya.


"Silahkan, Bapak baca. Hasilnya sudah keluar," ucap Dokter menyodorkan map berwarna merah itu. Dengan perlahan Nathan membuka map itu. Dia membacanya dengan seksama, baris demi baris tidak luput dari perhatiannya.


"Negatif," lirihnya, terbitlah senyum dibibir manisnya.


"Jadi saya dinyatakan sembuh, Dok?" tanya Nathan masih belum percaya.


"Selamat ya, Pak. Bapak dinyatakan sembuh oleh Dokter. Dan, hasilnya negatif," jawab Dokter. Sebegitu bahagiyanya, tanpa Nathan sadari, di depan Dokter, dia langsung memeluk istrinya.


"Sayang, aku sembuh. Aku sembuh," senangnya sangat bahagia.


"Iya, Mas. Alhamdulillah,"


Nathan bersujud di lantai. Mulutnya terus mengagungkan nama Allah, yang sudah memberikannya kesempatan kedua untuk memulainya lagi dari awal.


"Alhamdulillah, Alhamdulillah," senang suaminya.

__ADS_1


"Apakah saya masih bisa memiliki keturunan, Dok?" tanyanya lagi.


"Tentu. Anda bisa merencanakan memiliki momongan dengan istri Anda," jawab Dokter.


"Baiklah, Dok. Terimakasih banyak, Saya sangat bahagia. Sekali lagi terimakasih, Dok,"


"Mudah-mudahan, Bapak tidak terjerumus lagi ya! Istri Bapak kan sangat cantik. Kenapa harus berpaling dengan wanita yang tidak terjamin kesehatannya?" tutur Dokter. Nathan bingung harus menjawab apa.


"Iya, Dok. Saya sangat menyesal. Saya sadar ternyata rumput sendiri lebih hijau dan lebih nikmat. Dan yang terpenting halal," gelaknya.


"Ck," Michelle hanya berdecak.


Selesai dengan urusan suaminya. Kini giliran Michelle menemui Dokter kandungan. Ia ingin berkonsultasi mengenai kandungannya.


"Jadi saya bisa hamil, Dok?"


"Tentu. Nanti saya akan memberikan suplemen dan vitamin untuk menyuburkan kandungan. Makanlah makanan yang mengandung asam folat," jawab Dokter.


"Baiklah, Dok,"

__ADS_1


"Dan ingat ya Pak, Bu. Lakukan hubungan suami istri secara rutin, tanpa tekanan. Dan lakukanlah dengan cinta dan kasih sayang," saran Dokter.


"Tuh, Sayang. Kita harus lebih bekerja keras supaya kita cepat memiliki momongan," gelak Nathan. Tentu saja Michelle mendelik kan matanya. Dokter hanya tersenyum geli melihat pasangan didepannya.


Keluar dari ruangan Dokter, mereka bergandengan mesra mengambil obat di apotek. Sepasang manik menatapnya tidak suka. Dia meremas ujung bajunya sendiri.


"Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia!" ucap Dewi melihat kebahagiaan pasangan tersebut.


Dewi masuk ke ruangan Dokter. Dokter memeriksakan kondisi Dewi, yang semakin memprihatinkan.


"Apakah saya bisa sembuh, Dok?" tanya Dewi putus asa.


"Maaf, Bu. Penyakit HIV tidak bisa disembuhkan. Tapi, Ibu bisa mengkonsumsi obat ARV (Anti-Retro Viral) setiap hari seumur hidup. Karena sifat obat ini hanya bisa menekan jumlah HIV di dalam tubuh. Tidak bisa menghilangkan begitu saja," jelas Dokter panjang lebar.


"Lalu, Saya harus bagaimana, Dok?"


"Mau tidak mau, ibu harus mengkonsumsinya setiap hari. Jika, ibu tidak mau penyakit itu lebih parah lagi,"


"Baiklah, Dok. Terima kasih banyak atas penjelasannya," Dewi keluar dengan langkah tertatih. Dia harus memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan uang lebih.

__ADS_1


Tabungannya hampir menipis untuk membeli obat paling mahal untuk penyakitnya. Namun, penyakitnya tidak kunjung sembuh. Hingga tabungannya menipis, dia terpaksa mengkonsumsi obat paling murah dari RS.


to be continued...


__ADS_2