
"Ibu nggak kenapa-napa kok! Ibu sering mual dan pusing ya karena Ibu sedang mengandung!" ucap Dokter kepada Michelle.
"Maksud Dokter, istri saya sedang hamil?" Nathan tidak percaya.
"Iya, Pak. Di dalam kandungan Bu Michelle ada janin yang harus dijaga. Itu kenapa Ibu Michelle sering mual dan pusing-pusing!" jelas Dokter.
"Alhamdulillah Ya Allah," Michelle sangat bahagia, "Yah, Agam akan punya adik!"
"Iya, Bunda. Agam akan punya adik!" Nathan juga terlihat sangat bahagia, "Alhamdulillah Ya Allah, Alhamdulillah!"
"Tapi Yah, Agam kan baru satu tahun?"
"Ih, Bunda. Memang kenapa kalau Agam baru satu tahun? Yang penting kan kita adil?"
"Iya, Yah! Bunda cuma takut perhatian Bunda akan teralihkan untuk merawat si kecil!"
"Insyaallah, Ayah akan bantu Bunda kok! Yang penting Bunda jangan banyak pikiran, kecapean, dan harus rileks. Allah memercayakan kita seorang anak lagi, berarti kita memang lulus ujiannya. Makanya kita ditambah momongan!" ujar Nathan.
"Iya, Bu! Apa yang dikatakan suami Ibu benar. Anak itu anugerah yang tak ternilai. Banyak kok pasangan yang tidak dikaruniai anak, dan mereka sangat mendambakan anak, Tapi Allah belum ngasih juga. Ibu beruntung, anak pertama baru satu tahun, dikaruniai anak lagi. Itu berarti memang Ibu dipercaya oleh Allah untuk memiliki anak lagi!"
"Iya, Dok. Terimakasih banyak ya atas nasehatnya. Memang benar, anak adalah anugerah terindah dalam sebuah hubungan keluarga!"
Setelah keluar dari Rumah Sakit, Nathan membelokkan mobilnya ke arah Supermarket. Michelle jadi heran, kenapa suaminya membelokkan mobilnya ke Supermarket, padahal tidak ada yang Ia beli. Kebutuhan rumah juga masih lengkap, karena baru dua hari kemarin mereka belanja.
"Kenapa kesini, Yah?" tanya Michelle.
Nathan mengulas senyum, "Ayah mau beli susu hamil buat Bunda!"
"Oh," Michelle pun tersenyum senang. Ia pikir suaminya mau beli apa, ternyata Ia mau beli susu hamil untuknya.
Beberapa susu hamil dengan varian rasa yang berbeda-beda sudah Nathan beli. Sekarang dia melanjutkan perjalanannya ke rumah kedua orang tuanya untuk menjemput Agam.
Sampai di depan pintu, Agam begitu bahagia. Bocah kecil itu berjingkrak senang melihat kedua orangtuanya datang untuk menjemput. Semua orang dibuat gemas dengan tingkah lucu Agam.
"Unda, Yayah!" Agam berlari menyambut kedatangan kedua orang tuanya begitu gembira. Meskipun baru satu tahun, Agam sudah mampu mengatakan beberapa kata. Dan kata yang paling Ia ingat adalah panggilan kedua orangtuanya, walau belum jelas.
"Eh, anak bunda! Pinter, nggak rewel kan?" tanya Michelle pada Agam.
__ADS_1
"Kalian sudah pulang?" tanya Ibu keluar membawa teh hangat untuk cucunya.
Michelle dan suaminya menyalami tangan Ibu, "Sudah, Bu!"
"Gimana? Michelle sakit apa? Pasti masuk angin!" cecar Ibu. Michelle terkekeh, karena Ibu langsung memberondong dirinya dengan banyak pertanyaan.
"Nggak kok, Bu! Alhamdulillah Michelle baik-baik saja," jawab Michelle.
"Bu, Michelle itu nggak sakit. Dia mual dan pusing karena dia itu sedang mengandung!" jelas Nathan.
"Apa? Michelle hamil?" Ibu sedikit terkejut, "Beneran kamu hamil, Nak?"
"Iya, Bu! Michelle hamil. Agam akan punya adik!" jawab Michelle.
"Alhamdulillah ya Allah. Ibu bahagia sekali, Nak!" senang Ibu.
"Ada apa sih?" Ayah tiba-tiba keluar dari kamar.
"Yah, kita akan punya cucu lagi dari Nathan. Agam akan punya adik, Yah!"
"Bukan kami, Yah. Tapi kebahagiaan kita semua. Keluarga kita!" senang Ibu, "Oya, Apakah Umi dan Abah kamu tahu?" tanya Ibu.
"Belum, Bu. Mungkin setelah ini kami beritahu!" jawab Michelle.
"Secepatnya kalian beritahu pada Abah dan Umi," ujar Ayah.
"Iya, Yah, rencananya ini juga kami akan langsung memberitahu keluarga di Bogor!"
"Alhamdulillah,"
°°°°°°°°°°°°°
Sembilan bulan berlalu, Michelle melahirkan anak keduanya. Kali ini mereka dikaruniai anak perempuan yang sangat cantik. Berkulit putih, bermata coklat. Pasangan suami istri itu menamai anak perempuannya Adiba Afsheen Myesha.
Semua keluarga berkumpul di rumah Nathan dan Michelle, mereka semua ikut merasakan kebahagiaan pasangan suami istri itu. Keluarga dari Bogor pun juga datang ke rumah pasangan itu, terutang Umi dan Abah. Mereka paling antusias ingin melihat cucu keduanya.
"Wah, cucu nenek cantik sekali. Persis seperti Bundanya!" puji Umi.
__ADS_1
"Ah, Umi bisa saja!" Michelle tersipu malu, "Oya, Umi. Saat Michie mengandung, Michie itu banyak makan, Umi. Sekarang badan Michie melar kayak gini! Michie pasti jelek ya Umi!"
Umi terkekeh, "Kata siapa kamu jelek? Kamu masih cantik kok!"
"Tapi badan Michelle jadi melar gini, Umi!"
"Nggak ah, kamu masih tetep cantik!" jawab Umi.
"Iya, Bunda. Meskipun bunda gendutan dikit, Ayah suka kok!" Nathan tiba-tiba duduk di samping istrinya.
"Ayah?" pipi Michelle merona merah, "Apa benar? Bukannya pria itu suka wanita yang langsing dan singset?"
Hahahaha ...
"Bunda, Bunda! Kok pikirannya gitu! Apa yang dikatakan Umi itu benar, meskipun Bunda gendut, Ayah tetep suka kok! Ayah tetep cinta dan sayang!"
"Terimakasih ya, Yah! Bunda seneng banget!"
"Ayah yang justru berterimakasih! Terimakasih sudah menjadi istri yang baik, dan terimakasih juga sudah melahirkan anak-anak ayah. Sekarang keluarga kita sudah lengkap!" pasangan itu pun saling berpelukan merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.
Agam juga terlihat sangat bahagia melihat adik kecilnya yang sangat cantik. Ingin rasanya Agam juga mengendong sang adik, seperti orang-orang dewasa yang Ia lihat. Para orang dewasa datang dan langsung menggendong Adiba. Agam kan juga iri ingin menggendongnya juga.
Saat Agam sudah membawa peralatan gendong, Bunda melarangnya dengan sangat halus. Karena memang Agam tidak boleh ikut-ikutan apa yang orang dewasa lakukan.
The End ....
°°°°°°°°°°°°
Alhamdulillah novel ini selesai ya, Semoga bisa menghibur pembaca dikala suntuk dan jenuh.
Meskipun sudah tamat, ada juga novel karya Cahyaning Fitri yang lain. Yuk tengok....
- My Beloved Mafia Queen
- Suddenly king Of The Mafia
Terimakasih banyak sudah mampir....🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘
__ADS_1