Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 18 : Keterkejutan Michelle


__ADS_3

"Dasar Mas Nathan! Padahal baru dua Minggu aku tidak tinggal di rumah. Sudah seperti kapal pecah!" sungutnya.


Michelle berjalan menuju kamar suaminya, Dia menempelkan telinganya di pintu, seperti ada orang merintih kesakitan. Michelle mencoba lagi untuk menempelkan telinganya, memastikan apa yang terjadi.


"Itu memang suara orang merintih," gumamnya, "Apakah Mas Nathan sedang sakit?" batinnya.


Tok ... Tok ... Tok


"Mas?" panggilnya.


"Mas, Kamu di dalam?" Michie berusaha untuk memanggil suaminya.


BRAKK ..


BRUGH ..


"Masya Allah, Apa itu?" kaget Michelle. Michelle langsung membuka pintu kamar suaminya. Dia melihat suaminya terjatuh dari tempat tidur. Kamarnya sangat pengap, karena semua korden rumah tertutup rapat. Bau tidak sedap tercium di indera penciuman Michelle.


"Masya Allah, Mas. Apa yang terjadi? Kamu sakit?" tanya Michelle meletakkan punggung tangannya di dahi sang suami.


"Michie!" panggilnya.


"Badan kamu panas banget," ucap Michelle sangat cemas.


"Kita ke Rumah Sakit," ucap Michelle. Tidak ada jawaban dari mulut suaminya. Namun Michelle tetap berencana akan membawa suaminya ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Michelle memapah suaminya masuk ke mobil. Setelah mengunci pintu rumah, Michelle bergegas melajukan mobilnya dengan sangat kencang ke Rumah Sakit.


Dalam waktu lima belas menit, Michelle sampai di depan parkiran Rumah Sakit. Dia meminta tolong kepada petugas Rumah Sakit untuk memapah tubuh suaminya. Dua petugas datang dengan membawa brankar Rumah Sakit. Tubuh Nathan dipindahkan ke brankar. Nathan masuk ke ruangan UGD untuk mendapatkan perawatan medis.


Sedangkan Michelle menunggu di depan ruangan suaminya. Dia nampak sangat cemas melihat keadaan suaminya. Suaminya demam tinggi, tubuhnya sangat lemah tidak bertenaga. Entah berapa lama suaminya sakit, dia merasa sangat bersalah.


Selama satu jam, akhirnya Dokter keluar dari ruangan UGD. Dan menyuruh Michelle untuk datang ke ruangannya. Karena Dokter ingin berbicara penting dengannya.


"Ada apa, Dok?" tanya Michelle seraya mendudukkan pantatnya di kursi. Dokter menghela nafasnya panjang.


"Apakah suami ibu sering jajan diluar?" tanya Dokter.


"Jajan?" tentu saja Michelle tersenyum, "Tentu saja suami saya sering jajan. Biasanya kalau pulang kerja perutnya terasa lapar. Suami saya biasanya jajan bakso, siomay, batagor dan lain-lainnya," jawab Michelle begitu saja.


"Maksud saya, Maaf ya, Bu. Eh, bukan jajan yang itu," ujar Dokter merasa tidak enak mengatakannya.


"Bermain dengan wanita murahan atau dia sering ke tempat lokalisasi!" ucap Dokter. Sontak Michelle terkejut dengan perkataan sang Dokter.


"Apa, Dok? Saya benar-benar tidak mengerti!" ujarnya.


"Begini ya, Bu. Dilihat dari gejalanya, suami ibu terkena penyakit Sifilis. Atau dengan kata lain Raja Singa," ucap Dokter.


JEDERR ..


"Apa, Dokter?" seketika dunianya luruh. Kakinya sangat lemas. Tubuhnya seperti tidak bertenaga.

__ADS_1


"Kami sudah mengambil sampel darahnya. Mungkin sebentar lagi akan keluar," terang Dokter.


"Apa Dokter yakin itu penyakit Sifilis?"


"Saya yakin. Tapi, untuk lebih jelasnya kita lihat hasil sampel darahnya," ucap Dokter.


Satu jam kemudian, seorang petugas laboratorium datang. Dia memberikan hasil dari tes Rapid Plasma Regain ( RPR) dan Venereal Disease Reasearch Laboratory ( VDRL). Dokter membaca hasilnya, dan menjelaskan hasil tersebut kepada keluarga pasien.


"Disini ibu bisa melihat bahwa hasilnya positif," jelas Dokter lagi.


"Subhanallah. Cobaan apa lagi ini? Satu belum selesai dan ada lagi masalah yang lain," batin Michelle.


"Apa yang harus saya lakukan, Dok?" isak Michelle.


"Suami Ibu harus mendapatkan perawatan intensif, paling tidak memastikan bahwa suami ibu tidak mengidap HIV," terang Dokter, "Maaf sebelumnya, Bu. Saya harus memeriksa Ibu juga, karena penyakit ini termasuk penyakit yang menular. Saya takut ibu tertular juga, karena bagaimanapun ibu adalah orang terdekat suami ibu," ucap Dokter.


"Baiklah, Dokter. Saya bersedia memeriksakan diri saya," jawab Michelle. Dia masih sangat terkejut dengan penjelasan Dokter, pasalnya ini jauh diluar ekspektasinya. Kepalanya terasa sangat berat, dadanya terasa sangat sesak. Entah cobaan apa lagi yang akan dia hadapi.


to be continued ...


☄️☄️☄️☄️


"Setiap manusia pasti akan dihadapkan pada ujian dan cobaan dalam hidup. Dan salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan sabar."


Hal ini tertuang dalam firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat terakhir.

__ADS_1


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا


Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S Al Baqarah ayat 286).


__ADS_2