Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 117 : Michelle mulai Protes


__ADS_3

Michelle menoleh ke arah suaminya. Ia ingin mendapatkan penjelasan yang detail masalah Indah yang tiba-tiba bekerja di Cafe sebagai kasir, dan sekarang duduk di ruangan suaminya.


"Bukan salahku! Tiba-tiba dia datang membawa cappucino!"


"Harusnya Mas tuh lebih tegas! Bagaimanapun dia hanya karyawan disini! Apa kata orang jika bos dan karyawan berduaan di ruangan tertutup?" ucap Michelle.


"Iya, Aku minta maaf, Sayang! Tapi dia menerobos masuk, tadi aku pikir itu kamu!"


"Sebenarnya perasaan Mas sendiri itu bagaimana? Apa Mas masih punya perasaan sama Indah?" tanya Michelle to the points.


"Astaghfirullah, ya nggaklah, Sayang! Aku sama Indah itu hanya masa lalu saja! Aku sama sekali nggak ada perasaan apa-apa. Niatku menolong, aku hanya kasihan saja. Aku juga nggak tahu kalau dia bekerja disini. Baru kemarin aku tahu, saat aku mengecek Cafe ini!"


"Kemarin kok nggak bilang kalau Indah ternyata kerja di Cafe ini?"


"Maaf, Sayang! Lagi-lagi Mas lupa! Mungkin karena tubuh Mas yang lelah dan banyak pikiran, membuat Mas lupa bercerita. Tapi memang menurut Mas nggak penting untuk diceritakan!" jelas suaminya panjang lebar.


"Hhhhhhhhh, ya sudahlah! Jika memecat dia pun rasanya lebih nggak mungkin juga! Dia juga baru bekerja di sini!" ujar Michelle menghela nafas berat.


Bukan apa-apa, kini dia harus lebih waspada saja setelah apa yang dialaminya dulu. Dan kini dia harus pintar-pintar memilih teman yang bermanfaat dan tidak. Bukannya Michelle egois, dia hanya ingin menjaga rumah tangganya dari bibit pelakor. Dan menurutnya itu akan dilakukan semua para istri di dunia.


"Sayang, sudah dong marah-marahnya! Mas minta maaf! Mas nggak bermaksud menyakiti hati kamu!"

__ADS_1


"Sudahlah, ini bukan salah Mas juga! Cuma aku mau ngingetin, jangan pernah ngasih harapan jika memang Mas nggak bisa mewujudkannya!"


"Ih, istriku cemburu ya?" goda suaminya sambil menoel hidung mancung Michelle.


"Nggak,"


"Masa?"


"Emang nggak," manyun Michelle.


"Tuh, Sayang, Bunda kamu lagi cemburu!" kekeh Nathan.


"Sayang, Kamu harus percaya sama aku! Aku baik sama semua orang, karena memang menurut ku mereka membutuhkan bantuan kita, itu saja!"


"Itu kan versi kamu, Mas! Kalau versi mereka kan berbeda! Selama kamu nggak tegas, mereka akan menganggap kamu memberikan celah untuk masuk ke hati kamu!"


Nathan berjongkok di hadapan sang istri. Kemudian menggamit tangan istrinya, dan menciumi jari jemari lentik itu.


"Percayalah, Sayang! Aku anggap masa lalu sebuah pembelajaran yang berharga untukku. Untuk keluarga kita. Dan aku tidak mau menukar kebahagiaan ku sekarang dengan kebahagiaan semu belaka! Kau adalah bidadari surgaku, istri terbaik dan ibu terbaik juga untuk anak-anakku kelak!" tutur Nathan sambil mencium kening istrinya.


____

__ADS_1


____


Setelah putranya tidur dalam gendongan, Michelle meletakkan putranya di sofa yang besar dengan mengapitkan dua bantal di sisi kanan dan kirinya. Walau usia Agam belum memasuki masa aktif, tapi yang namanya seorang ibu tentu masih saja memiliki kekhawatiran yang lain.


Michelle mendekati sang suami yang sibuk di depan layar laptopnya. Sepertinya memang pekerjaan suami yang begitu menumpuk, membuatnya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengurus sendiri.


"Butuh bantuan?" tanya Michelle lembut.


"Iya nih, Tolong bantu aku ngrekap ini semua, Sayang!" pinta Nathan.


Michelle yang pernah bekerja sebagai seorang sekretaris, mudah baginya untuk merekap semua laporan, termasuk pembukuan Cafe. Dengan kepintarannya, dia berhasil menyelesaikan pekerjaan suaminya hanya dalam waktu dua jam saja.


Sementara Michelle sedang sibuk di depan layar laptop, dengan perhatiannya sang suami membuatkan susu hangat untuk sang istri. Dan itu membuat kecemburuan sendiri bagi Indah yang tidak suka melihatnya.


Bersambung ...


Hey² Sayangnya Author...😘😘😘, ketemu sama Author kesayangan kalian. Minta tolong bolehkah kan ya, maunya... hahahaha ...


Gampang banget caranya, cuma kasih like tapi minta tambah komentar, minta 5 komentar boleh, 10 boleh banget.....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Sebelumnya Author ucapkan banyak terimakasih......πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2