Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 79 : Titik Terang


__ADS_3

Michelle menatap ruangannya dan menghembuskan nafas. Di sana hanya satu ruangan besar, dan ada satu kamar mandi. Banyak kardus bekas tergeletak di lantai. Sepertinya bekas gudang.


Dia harus mencari alat, agar dia bisa keluar dari kamar itu. Michelle tidak mau selamanya dikurung di sana. Dia pun memberanikan diri untuk keluar dari sana.


Sudah tiga hari dia di sekap. Bolak-balik juga Dewi menemuinya. Bukan membebaskannya, justru Dewi sangaja memberikan tekanan pada dirinya.


Michelle berfikir keras. Mencari cara untuk dirinya kabur. Dengan sisa tenaganya, dia harus kabur.


"Bismillahirrahmanirrahim!"


Michelle nampak mengamati tiap sisi gedung itu. Barangkali saja dia menemukan sesuatu yang berguna. Tapi dia tidak menemukannya, selain kardus-kardus bekas.


Sementara itu, Nathan memberikan kabar hilangnya Michelle pada kedua mertuanya. Awalnya Umi sangat syok mendengar kabar tersebut. Tapi Abah berusaha untuk menenangkan Umi.


Akhirnya sore itu juga, Abah dan keluarga datang ke Jakarta. Ke rumah Pak Bara. Mereka ingin mengetahui dengan jelas perkara sebenarnya.


"Assalamu'alaikum!"


"Walaikusalam,"


Tiba-tiba saja Umi ambruk. Dia tidak kuat mendengarkan cerita penculikan itu. Apalagi mengingat putrinya sedang hamil besar. Tentulah seorang Ibu merasa sangat khawatir.


Wulan, Ibu Nathan berusaha memenangkan hati besannya. Dia membantu menyadarkan Umi Kulsum dengan berbagai cara. Sementara para laki-laki nampak serius mengobrol dengan anggota polisi di ruang tamu.


"Ini jelas kasus penculikan. Tapi kami sedang menyelidiki, Apa motif penculikan ini! Karena sudah 3 hari lamanya, si penculik tidak menghubungi keluarga korban untuk meminta tebusan!" ucap Polisi, "Besar kemungkinan jika bukan sindikat perdagangan manusia, penculikan ini bisa didasari oleh dendam. Mungkin pelaku memiliki dendam dengan si korban!"

__ADS_1


"A-pa? Sindikat perdagangan manusia? Untuk apa mereka menculik wanita hamil?" tanya Nathan lemas.


"Itu hanya dugaan kami, Pak Nathan!"


"Lalu apa lagi Pak Polisi?"


"Kita tunggu kabar dari anak buah saya!"


Dret ... Dret ... Dret


"Hallo!"


"Pak, kami menemukan lokasi mobil terakhir. Mereka menuju Utara perbatasan. Dan berhenti di sebuah tempat pembuangan mobil bekas!"


"Plat mobil itu sesuai dengan plat nomor yang Anda berikan. Besar kemungkinan, mereka mengganti mobilnya. Dan meninggalkannya begitu saja!"


"Oke, Oke. Tolong cari terus sampai ketemu, Pak!"


Tut ... Tut ... Tut


"Bagaimana, Pak Polisi?"


"Sabar ya, Pak! Kita sama-sama berdoa!"


"Ya Allah, Michelle anak Abah. Dimana kamu, Nak?" isak Abah tidak mampu menahan air matanya. Nathan juga merasa bersalah. Dia gagal menjaga dan melindungi istrinya.

__ADS_1


"Maafkan Nathan, Bah! Nathan gagal menjaga Michelle!" ucap Nathan tertunduk. Hati suami mana yang tidak hancur, melihat istri tercintanya di culik. Apalagi dalam keadaan hamil besar.


"Ini bukan salah kamu, Nath. Ini adalah sebuah ujian! Ujian yang sangat besar! Semoga Allah bisa menjaga Michelle dengan baik!"


Bukan hanya kepada Polisi Nathan meminta bantuan, Nathan juga meminta bantuan kepada Bang Byan. Siapa tahu dia melihat Michelle, atau Michelle sempat menghubunginya. Awalnya, Byan juga kaget setelah tahu kabar ini.


Kemudian Byan datang ke rumah Nathan untuk menawarkan bantuan. Dengan senang hati, Nathan menerimanya. Karena semakin banyak orang mencari, semakin besar menemukan istrinya.


"Nath, Aku sudah membuat brosur kehilangan, dan menyebarkan brosur tersebut ke segala penjuru di kota ini! Aku juga sudah mengirimkannya juga lewat sosial media. Semoga Elle ketemu ya!"


"Terimakasih, Bang! Saya berhutang budi pada Abang!"


"Hey, Ayolah! Kita ini teman. Dan teman harus saling membantu!"


"Thanks ya, Bang!" Byan menganggukkan kepalanya.


Bukan hanya Byan yang membantu. Adnan juga turut membantu. Di tempat pengajiannya, Adnan mengadakan pengajian bersama. Mendo'akan Michelle agar segera ditemukan.


Bagaimanapun semua ujian, kita harus ikhlas menjalaninya. Dan ujian adalah bukti Allah begitu sangat mencintai hamba-Nya.


To be continued ...


...Allah menegaskan dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat 155 bahwa macam-macam cobaan yang diberikan Allah antara lain, cobaan berupa rasa takut, cobaan kelaparan, cobaan kehilangan harta benda, cobaan ditinggal wafat orang yang dicintai atau keluarga dan cobaan gagalnya usaha pertanian atau perkebunan....


...Tidak ada yang bisa menghapus dosa yang lebih dahsyat dari cobaan dan penderitaan yang menimpa manusia, sebab semuanya itu datangnya dari Allah. Hal itu tertuang dalam Al Quran Surah Asy Syura ayat 30....

__ADS_1


__ADS_2