
Kevin baru teringat dirinya telah mengurung dua putranya di kamar. Dia menarik tangan Rosa yang masih bergoyang lenggak-lenggok di lantai dance sebuah diskotik ternama di Jakarta.
"Ros, kita harus pulang! Vino dan Vano masih terkurung di dalam kamar."
"Ah, biarkan saja! Aku masih mau dance nih!" ujarnya setengah mabuk.
"Tapi, Rosa. Aku takut sesuatu terjadi dengan mereka!"
"Ayolah, Sayang! Kita habiskan malam ini untuk bersenang-senang!" seru Rosa.
"Yeay, Yeay! Ayo berjoget lagi! Seruuuuu!" Rosa makin mempercepat goyangannya.
"Aaaaaaahhh, kalau kau tidak mau pulang! Aku akan pulang sendiri!"
Kevin berjalan melangkahkan kakinya keluar diskotik. Entah kenapa hatinya tidak tenang. Dia merasa sangat gelisah. Saat hendak keluar dari diskotik, Rosa mencekal lengannya.
"Tunggu, Sayang! Kenapa kau meninggalkanku?" tanya Rosa.
"Aku harus pulang!"
"Hey, Tunggu! Tuuuuuuuuuunggu aku, Sayang!" ucap Rosa berjalan sempoyongan.
____
____
Kevin menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah. Melihat Rosa seperti itu, hatinya sedikit garam.
Sampai di rumah, Kevin buru-buru masuk ke rumah. Dia sempat heran, karena tidak biasanya rumah dalam keadaan terbuka.
"Vano! Vino!" panggilnya pada kedua anaknya.
Kevin begitu terkejut saat pintu kamar sudah terbuka. Dan Kevin tidak menemukan keberadaan kedua putranya.
"Vanoooo!"
"Vinoooo!"
Kevin begitu panik tidak menemukan kedua putranya.
"Sudah aku bilang. Pasti istrimu Indah yang datang dan membuka pintu ini! Kalau bukan dia, lalu siapa lagi?" ujar Rosa dengan menyenderkan kepalanya di sisi pintu.
__ADS_1
"Kau jangan sembarangan kalau ngomong!"
"Ah, Aku heran deh sama kamu! Kok kamu nggak percaya sih?"
"Jika memang Indah yang membawa Vino dan Vano, lalu kemana dia?"
"Kabur lah!"
"Apa?"
"Pasti dia kabur dengan selingkuhannya! Secara kan, wanita itu sangat suka selingkuh!" ujar Rosa.
"Sialan! Awas saja jika dia berani main mata dengan laki-laki lain!" sengit Kevin.
"Sudah deh, Sayang! Biarkan saja dia pergi! Kan sudah ada aku!" ucap Rosa.
"Iya, aku tahu! Aku juga menyayangimu!"
"Lalu, kapan kau menikahiku?" tanya Rosa mendelik kan matanya.
"Sebentar lagi aku pasti akan menikahimu, Sayang! Kau sabar saja!"
Rosa tersenyum puas. Karena sebentar lagi gelarnya akan berubah menjadi Nyonya Kevin Dirgantara. Pemilik Perusahaan minuman kaleng. Pria bodoh yang akan melakukan apapun demi dirinya.
Baguslah kalau Indah pergi! Semoga selama-lamanya dia pergi!
Nggak sia-sia aku memfitnahnya selama ini!
Rosa begitu gembira saat Kevin mengatakan kalau akan menikahinya.
"Ayo tidur! Aku ngantuk!" ajak Rosa.
"Iya, Sayang! Aku mau bersih-bersih dulu!"
"Aku tunggu di kamar ya, Sayang!"
°°°°°°
Sementara Indah tidak berhenti merenungi takdirnya. Mba Retno yang melihat Indah terus melamun, dia juga merasa sangat iba.
Mba Retno pun duduk di samping wanita itu. Dia tersenyum saat Indah menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Kenapa duduk sendirian?" tanya Mba Retno.
Indah tersenyum, "Saya pengen sendiri, Mba!"
"Bukankah kamu dulu wanita yang sering diajak Nathan ke rumah?" tanya Mba Retno.
Indah mengulas senyum, ternyata Mbak Retno masih mengingatnya. Memang benar dulu Indah sering diajak Nathan ke rumah. Itu dulu, saat mereka sama-sama kuliah.
"Iya, Mba! Ternyata Mba Retno masih ingat!"
"Tentu saja aku masih ingat!" ujar Retno tersenyum.
"Indah, Bagaimana bisa kehidupan kamu jadi seperti ini?" tanya Mba Retno mengulik informasi. Karena yang Retno tahu, dulu Indah wanita yang cukup cantik dan manis. Sekarang Mba Retno melihat Indah sangat berbeda. Lebih kurusan, dan terlihat lebih tua dari usianya sebenarnya.
Indah pun menceritakan kisah hidupnya pada Mba Retno. Bagaimana dia dulu begitu bangga memiliki suami yang kaya, anak dari pengusaha. Dan dia yakin hidupnya akan bergelimang harta.
Namun siapa sangka, hidupnya justru berbanding terbalik dengan keinginannya. Jauh di luar ekspektasi, Indah mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pengkhianatan, dan tekanan-tekanan yang diberikan oleh seluruh anggota keluarga suaminya.
Dia sangat menyesal memutuskan Nathan, dan lebih memilih Kevin. Yang notabenenya, sekarang sudah menjadi suami sah, tapi justru menyakitinya, lahir dan batin.
"Saya menyesal Mba! Dulu melepaskan Nathan demi laki-laki brengsek itu! Andai saja waktu bisa berputar kembali!" sesal Indah.
"Jangan begitu Indah! Ini semua takdir Allah. Kau tidak bisa menyalahkan takdir!" tutur Mba Retno, "Sekarang Nathan juga sudah memiliki istri dan anak! Mereka sudah hidup bahagia!"
"Iya, Saya tahu Mba! Saya juga turut bahagia! Semoga mereka menjadi pasangan yang bahagia hingga kakek dan nenek!" ujar Indah, "Michelle juga wanita yang sangat baik. Nathan sangat beruntung memiliki istri seperti Michelle!"
"Alhamdulillah kalau kamu berpikir seperti itu!" senang Mba Retno, "Sebaiknya, kamu harus bangkit demi Vano! Dia membutuhkan kasih sayang kamu!" ucap Retno menoleh ke arah Vano yang sedang bermain dengan Bu Yunita.
"Iya, Mba! Biarkan sebentar lagi saya menyendiri, saya ingin menata hati dulu. Setelah itu, saya akan berfikir untuk kelanjutan hidup saya!"
"Iya, Mba doakan, semoga untuk kedepannya kehidupan kamu lebih baik. Kamu harus menata kehidupan kamu supaya lebih tertata. Lakukan demi putra kamu!"
"Terimakasih banyak, Mba!"
To be continued ...
Hey² , Ayo kasih dukungan untuk karya ini....
Kasih Like, komentar, gift dan votenya.
Terimakasih banyak yang sudah setia membaca karya Cahyaning Fitri, semoga diberikan rezeki yang melimpah.... Amin 🤲
__ADS_1
Baca terus dan ajak teman, tetangga, saudara, atau kenalan kalian untuk membaca karya Author. Terimakasih banyak. I Love Sekebon tauge buat kalian....🥰🥰🥰