Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 81 : Agam Abdullah Pratama


__ADS_3

Nathan dan keluarganya sampai di Rumah Sakit. Mereka langsung menuju ruangan UGD. Di depan ruangan tersebut, ada dua polisi yang menjaganya.


"Pak Polisi, Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Nathan yang tiba-tiba datang tanpa mengucapkan salam.


"Pak Nathan! Tenang dulu, Pak! Istri Bapak sedang ditangani Dokter!"


"Apa yang terjadi, Pak?" tanya Nathan tidak sabaran.


"Istri Anda sudah melahirkan. Dan dia melahirkan sendiri di sebuah gudang bekas!" lirih Pak Polisi. Sontak Nathan terkejut. Disusul dengan yang lain.


"Subhanallah. Michieeeeeee!" isak Umi, yang sudah tidak bisa menahan air matanya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks."


"Michie, Bah!"


"Iya, Umi. Sabar ya!" ujar Abah berusaha untuk menenangkan istrinya.


"Lalu, Bagaimana keadaan anak saya, Pak?" tanya Abah cemas.


"Bu Michelle sedang ditangani Dokter. Karena sempat mengalami pendarahan hebat!" jelas Polisi.


"Michelle!" sedih Nathan, "Aku suami yang gagal! Aku sudah gagal menjaga kamu!"


Tidak terasa air mata Nathan mengalir, Dia tidak menyangka sang istri mengalami kejadian yang sangat tragis. Harus melahirkan sendiri di dalam gudang. Tanpa bantuan siapapun.


"Ya Allah, lindungi istriku! Berikan dia kesembuhan!" mohon Nathan pada sang Pencipta.


"Bayi! Dimana bayi kami, Pak?" tanya Nathan tiba-tiba. Dia baru teringat bayinya.


"Bayi Anda sedang dirawat juga! Bayinya sempat kejang, tubuhnya membiru! Sekarang bayi Anda sedang diruangan inkubator!"


...Tujuan bayi harus di rawat di inkubator adalah supaya bayi hangat, agar terhindar dari udara dingin sesaat setelah lahir. Selain itu, inkubator juga berguna melindungi bayi dari infeksi dan zat-zat pemicu alergi....


"Tapi dia sehat kan, Pak?"


"Kita semua berdo'a ya, Pak Nathan!" ujar Polisi.


"Kita semua harus tenang. Kita berdoa bersama-sama untuk kesembuhan Michie dan bayinya!" ucap Ayah.


"Benar apa yang dikatakan Pak Bara!" sambung Abah.


___


___


Satu jam kemudian, Dokter keluar dari ruangan UGD. Nathan dan keluarganya mendekat ke arah Dokter ingin tahu bagaimana keadaan Michelle.

__ADS_1


"Keluarga Bu Michelle!" panggil Dokter.


"Kami, Dok!"


"Begini Bapak dan Ibu! Ibu Michelle masih dalam keadaan kritis, karena telah kehilangan banyak darah. Atau disebut retensi plasenta. Dan dia juga mengalami eklampsia. Membuat pasien kritis tidak sadarkan diri!"


...Eklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang sebelum, selama, atau setelah persalinan....


...Retensi plasenta yaitu kondisi plasenta yang tidak dapat dikeluarkan atau tersisa sebagian di dalam rahim, juga bisa menyebabkan perdarahan tidak berhenti....


"Subhanallah! Michelle, kasihan sekali kamu, Nak! Sembuhkan putriku, Ya Allah!"


"Apakah serius, Dok?" tanya Nathan lemah.


"Kita tunggu masa kritisnya lewat!" ujar Dokter.


"Lalu, Apakah saya boleh bertemu dengan anak saya?"


"Silahkan. Bapak bisa melihatnya di ruangan inkubator! Bayinya sempat kejang, Pak! Makanya kami harus mengobservasinya! Takutnya ada penyakit lainnya yang tidak kita ketahui! Apalagi bayi Bapak kan lahir tanpa pertolongan Bidan ataupun Dokter!"


"Tolong, Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya, Dok!"


"Tentu. Kami akan melakukan yang terbaik!"


"Terimakasih, Dok!"


____


____


"Abah, Umi, Ayah, dan Ibu. Nathan mau ke ruangan bayi dulu! Nathan mau mengadzani anak Nathan!"


"Umi ikut!"


"Ibu juga ikut!"


"Baiklah."


Mereka ke ruangan bayi. Namun kata suster, hanya satu orang yang boleh masuk ke ruangan inkubator. Karena petugasnya harus selalu menjaga ke sterilan ruangan tersebut.



Nathan menemui buah hatinya. Di ruangan inkubator, Baby kecilnya tertidur pulas. Nathan mengulas senyum, sambil mengelus jari mungilnya.


"Subhanallah! Kamu berpetualang kemana saja, Sayang? Ayah mencarimu! Hampir saja Ayah putus asa! Tapi Ayah bersyukur, akhirnya kau lahir di dunia ini! Sehat-sehat ya, Nak! Bangunkan Ibumu dengan suara tangisanmu!" ucap Nathan sambil menitikkan air mata. Kemudian Nathan mengadzani buah hatinya.


...Barang siapa yang mendapati seorang bayi yang dilahirkan, kemudian diadzankan di telinga kanannya dan diiqamatkan di telinga kirinya, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummu Shibyan (setan yang selalu mengganggu anak kecil).” (HR. Ibn Sunny dari Hasan ibn Aki ra)....

__ADS_1


Sementara Umi dan Ibu hanya bisa melihat dari luar. Dari kaca jendela yang besar. Mereka juga menitikkan air mata, tidak menyangka Michelle bisa melahirkan baby-nya sendiri dan dalam keadaan sehat.


"Namamu adalah AGAM ABDULLAH PRATAMA. Seperti namamu, kuat dan tampan! Kau anak yang sangat kuat, bahkan sampai Kau keluar ke dunia ini pun Kau kuat! Mampu bertahan dari segala cobaan dan ujian!" ujar Nathan pada putranya.


Nathan hanya bisa menyentuhnya, tanpa bisa menciumnya. Karena memang baby-nya masih belum bisa keluar dari inkubator. Karena masih dalam tahap observasi dan pemulihan.


Kulit Baby Agam, sudah tidak membiru. Kulitnya sudah kembali putih, seperti kulit pada umumnya. Dan nafasnya juga sudah teratur. Hanya detak jantungnya saja yang belum optimal.


°°°°°°


"Pak Polisi, Apakah pelakunya berhasil ditangkap?" tanya Bara pada Polisi yang masih di sana.


"Iya, Pak. Dua orang pria bertubuh besar. Dan mereka mengaku hanyalah orang suruhan!"


"Suruhan! Suruhan siapa, Pak Polisi?" Abah angkat bicara.


"Mereka disuruh Dewi, Pak! Apa Bapak kenal dengan si pelaku?"


"A-PA? DEWI?" Abah terkejut, "Pak Polisi yakin itu Dewi?"


"Iya, Pak. Mereka mengaku seperti!" jawabnya, "Ini bukti rekaman pengakuan dua penculik itu!"


Abah dan Bara melihat videonya sampai selesai. Kemudian Abah mengelus dadanya. Dia tidak percaya, ponakannya sendiri tega melakukan hal sekeji itu.


"Sayangnya Kami belum menemukan keberadaan Dewi!" ujar Polisi.


"Saya tahu, Pak!" cetus Abah.


"Anda tahu?"


"Dia adalah keponakan saya. Saya bisa langsung mengantarkan Bapak ke rumahnya langsung!"


"Betulkah? Baiklah! Kita langsung bergerak saja, Pak! Semakin cepat semakin baik!"


"Baik, Saya bersedia mengantar Bapak-bapak polisi ke kediamannya!"


"Pak Bara, Saya pamit. Katakan kepada Nathan kalau saya ikut Polisi ke Bogor!"


"Tapi ... !"


"Tidak apa-apa! Jangan khawatir! Saya akan baik-baik saja!"


"Hati-hati!"


To be continued ....


Mana dukungannya??????🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2