Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 33 : Bertemu Dewi


__ADS_3

"Bukannya begitu. Mas jangan salah paham dulu," ucap Michele berusaha untuk menjelaskan.


"Ini uang pemberian Mas setiap bulan. Yang aku kumpulkan secara diam-diam. Dan Mas bisa menggunakannya untuk keperluan Mas selama mencari pekerjaan. Tolong, jangan ditolak! Aku ikhlas memberikannya. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk meremehkan atau merendahkan kamu, Mas. Niatku sangat tulus dari hati. Karena Kamu adalah suamiku. Dukamu adalah dukaku. Bahagiamu adalah bahagiaku," ucap istrinya panjang lebar. Nathan menitikkan air mata. Dia sangat beruntung mendapatkan istri seperti Michelle. Bukan hanya cantik, Michelle sosok istri yang sangat lembut, pengertian, dan baik.


"Terimakasih banyak, Sayang. Aku tidak tahu harus bagaimana bisa mengungkapkan rasa terima kasihku kepadamu,"


"Itu sudah menjadi kewajiban seorang istri. Di dalam sebuah rumah tangga, adakalanya seorang imam mengalami masa-masa sulit. Dan kita sebagai seorang istri, jika bisa membantunya kenapa tidak! Toh, itu semua akan menjadi ladang pahala untuk kita kelak," tutur Michelle.


"Terimakasih banyak, Sayang. Aku bahagia sekali mendapatkan istri sepertimu," ucap Nathan.


"Sama-sama, Mas,"



Keesokkan paginya, Nathan kembali mencari pekerjaan. Bukan hanya dari surat kabar, dia juga mencari dari sosmed. Namun, dia masih belum mendapatkan pekerjaan juga.



Nathan membuang nafasnya kasar. Dia duduk di cafe sambil beristirahat. Dan memesan satu gelas es cappucino. Sesekali maniknya, memperhatikan keramaian cafe yang sedang dikunjunginya. Hanya sebuah cafe, namun lumayan ramai. Banyak juga peminat dari kalangan anak muda dan mudi. Muncul sebuah ide di otaknya.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak membuka Cafe saja? Sepertinya cukup bagus," monolognya sendiri, "Nanti akan aku bicarakan dengan Michie,"



Setelah membayar minumannya. Nathan bergegas untuk pulang. Jam juga sudah menunjukkan pukul tiga sore. Dan sebentar lagi, istrinya akan pulang.



Sebelum pulang, Nathan berencana ingin memasak makan malam istimewa untuk istrinya. Dia ingin membuat makanan dari tangannya sendiri. Dia pun mampir ke supermarket sebentar untuk membeli bahan-bahan membuat makanan istimewanya.




Saat sedang menunggu taksi online, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil. Nathan memutar tubuhnya ke belakang. Dia sangat terkejut. Pasalnya, yang memanggil adalah Dewi. Nathan jadi malas bertatap muka dengannya.


"Hey, Nath. Apa kabar?" tanya Dewi sambil tersenyum lebar.


"Baik," jawabnya singkat.

__ADS_1


"Kok kamu jutek banget sih, Nath. Apakah perasaan cintamu untukku sudah tidak ada lagi?"


"Tidak ada. Aku baru menyadari, bahwa istriku adalah wanita terbaik. Dan istri terbaik juga," jawabnya singkat.


"Lalu hubungan kita selama ini?"


"Sudahlah, Dewi. Berhenti membicarakan masalah hubungan kita. Aku sudah tidak ada perasaan apa-apa denganmu! Setelah apa yang kau lakukan kepadaku. Rasa simpatik ku kepadamu berubah menjadi rasa benci dan jijik!" ketus Nathan.


"Kita jalani kehidupan kita masing-masing!"


Taksi online yang Nathan pesan sudah datang. Nathan meninggalkan Dewi yang masih berdiri ditempatnya. Nathan sudah tidak perduli lagi dengan wanita itu. Wanita yang sudah menghancurkan mimpinya. Yang berusaha untuk menghancurkan rumah tangganya. Sekarang, Nathan ingin menghapus nama wanita itu diingatan dan dihatinya.



Tidak terasa taksi yang ditumpanginya sudah sampai di depan halaman rumah. Nathan membayar ongkos taksi, dan mengeluarkan semua barang-barang belanjaannya di bagasi. Ia masukkan bahan-bahan didalam kulkas. Sembari menunggu sang istri, Nathan pergi mandi terlebih dahulu.



to be continued ...

__ADS_1


__ADS_2