Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 7 : Merubah Penampilan


__ADS_3

Sembari memakan makanan yang dibeli oleh sahabatnya, Michelle menceritakan segala keluh kesahnya kepada Tasya.


"Menurut Lu, Bagaimana?" tanya Michelle meminta pendapat dari Tasya.


"Lu yakin mau mempertahankan pernikahan, Lu?" tanya Tasya dengan mulut penuh makanan.


"Gue yakin!" jawabnya.


"Kalau begitu buat suami Lu jatuh cinta kembali,"


"Maksud kamu?"


"Buat Nathan jatuh ke pelukan Lu lagi. Jadilah wanita murahan," ujar Tasya.


"Apa? Wanita murahan?" Michelle membelalakkan matanya.


"Ih, kok Lu tega banget sih, Sya. Nyuruh gue jadi wanita murahan!" kesal Michelle.


"Maksud gue bukan wanita murahan yang itu. Tapi, jadilah wanita murahan di depan suami," jelas Tasya.


"Maksudnya? Gue nggak ngerti, Sya!"


"Maksud gue, jadilah wanita nakal di depan suami. Berpenampilan seksi melebihi seksinya Dewi. Berpenampilan cantik dan menarik, melebihi cantiknya Dewi," jelas Tasya.


"Apakah harus, Sya?"


"Iya dong, Beb. Lu bilang ingin membuat Nathan jatuh lagi ke pelukan Lu!"


"Iya juga sih," lirih Michelle.


"Lu harus jual mahal dikit, supaya Nathan nggak menginjak-injak harga diri, Lu!"


"Baiklah, gue putusin untuk membuat Nathan kembali ke pelukan gue." yakin Michelle.


Pukul sebelas malam Michelle baru kembali ke rumah. Dengan perlahan dia menutup pintu. Dia hendak berjalan ke kamarnya untuk beristirahat.


"Dari mana saja kamu?" tanya Nathan.


"Ketemu temen," jawabnya singkat.


"Teman?" gumamnya.


"Sudah dulu ya, Mas. Aku capek! Aku mau beristirahat terlebih dahulu," ujarnya. Michelle pun langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan suaminya hanya diam dan berdiri terpaku di sana.


Keesokkan Paginya

__ADS_1


Michelle mendial nomor Dewi sepupunya, dia mengajak bertemu Dewi di sebuah Cafe. Michelle sudah duduk manis di sebuah cafe di mall. Dewi datang dengan pakaian seksinya. Maklumlah dia seorang model, namun bukan model papan atas, jadi namanya tidak terlalu dikenal.


"Michie?" panggilnya. Michelle tersenyum ramah dan mempersilakan Dewi untuk duduk.


"Silahkan duduk, Wi! Kamu mau minum apa?"


"Saya cappuccino saja," jawabnya.


"Baiklah," ucap Michelle. Michelle pun memesankan satu cangkir cappucino untuk Dewi.


"Silahkan, Nona," ucap pelayan dengan ramah.


"Terima masih banyak,"


"Ada apa kamu memanggilku ke sini?" tanya Dewi dengan sinis.


"Kamu pasti tahu apa yang akan aku katakan. Jadi, aku langsung to the point saja. Tolong tinggalkan suamiku!" suruh Michelle. Namun raut muka Dewi hanya tersenyum sinis.


"Kenapa kau percaya diri sekali? Berharap suami kamu kembali kepadamu. Padahal jelas-jelas dia ingin meninggalkanmu, tapi kenapa kau tidak sadar juga!" ejek Dewi.


"Sebenarnya kamu ada masalah apa denganku, Dewi? Kenapa sepertinya kamu sangat membenciku?"


"Dari dulu aku memang selalu membencimu. Karena kau sudah merebut segala-galanya dariku,"


"Apa maksud kamu, Wi?" tanya Michelle tidak mengerti.


"Tapi saat itu aku tidak tahu kalau Nathan adalah kekasihmu. Seandainya saja aku tahu, aku pasti akan membatalkan pernikahan itu. Nathan juga diam saja, tidak mengatakan apapun," sahut Michelle.


"Sudahlah Michelle, semuanya sudah terlambat. Sekarang Nathan kembali mencintaiku, dan aku akan merebutnya dirimu. Jadi, kau bersiap-siap saja untuk meninggalkannya!"


"Tidak. Sebelum itu terjadi aku akan membuat suamiku bertekuk lutut kepadaku," jawab Michelle.


"Kita lihat saja nanti. Nathan akan kembali kepadamu atau kembali kepadaku?"


"Baiklah, jika itu mau kamu. Kita akan bersaing!" ucap Michelle dengan penuh percaya diri.


Setelah kepergian Dewi, Michelle kembali duduk dan merenungi apa yang dikatakan Dewi. Entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa ciut. Dia merasa tidak percaya diri dengan penampilannya. Michelle menghela nafasnya kasar.


Hari ini dia memutuskan untuk cuti dari pekerjaannya. Dia membutuhkan waktu untuk berpikir bagaimana caranya bersaing dengan Dewi. Untunglah, bosnya Maya memahami situasinya.


Untuk membuang rasa frustasinya dia sedikit berjalan-jalan di mall. Tiba-tiba dia berhenti di depan salon, di mana di salon tersebut dikhususkan hanya untuk wanita berhijab. Melihat dari brosur yang disebarkan oleh para karyawan salon itu membuat dirinya penasaran. Dia pun berniat untuk masuk ke dalam, namun Michelle merasa ragu. Ia pun berbalik badan untuk keluar. Tiba-tiba saja pemilik salon menarik tangannya supaya masuk ke dalam. Michelle sudah menolak, namun pemilik salon terus memaksanya. Akhirnya Michelle pun menuruti pemilik salon.


"Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik salon.


"Oh, sebelumnya perkenalkan nama saya Madam Melly. Saya pemilik salon ini. Dan Anda adalah pengunjung pertama salon ini," ucapnya sangat ramah.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Madam Melly.


"Saya ingin merubah penampilan saya, Apakah Madam bisa melakukannya?"


"Maksud kamu merubah dari atas sampai bawah?" tanya Madam Melly.


"Iya, Madam," jawab Michelle dengan malu-malu.


"Oh, itu gampang. Kamu itu sudah sangat cantik. Wajah kamu cantik, body kamu seksi, kulit kamu putih. Dan sempurna!" ucapnya.


"Lalu bagaimana caranya supaya saya terlihat berbeda?" lirih Michelle. Madam Melly melihat penampilan Michelle dari atas sampai bawah. Dan memutar tubuh Michelle.


"Ikuti aku!"


Kemudian Madam Melly nampak berbisik-bisik dengan karyawannya, dan menyuruh salah satu karyawan untuk memberikan perawatan kepada Michelle.


Hampir berjam-jam, Michelle mendapatkan perawatan dari salon. Hingga sore hari akhirnya selesai juga. Madam Melly menyuruh Michelle untuk melihat penampilannya di cermin. Michelle nampak tidak percaya dengan perubahan penampilannya sekarang. Mukanya terlihat segar, cantik dan semakin cantik dengan riasan tipis.


"Lihatlah, kau sangat cantik!" ucap pemilik salon.


"Terima kasih banyak, Madam!" ucapnya sangat senang.


Setelah membayar biaya perawatan, dia pun keluar dari salon tersebut. Tidak lupa juga, dia mengingat kata-kata sahabatnya. Kalau semua pakaian yang selama ini ia pakai, termasuk pakaian yang sudah tidak modern. Michelle pun masuk ke butik baju khusus menjual baju muslim dan hijab.


Michelle memilih beberapa baju muslim modern, dan hijab yang sedang trendy dipakai wanita-wanita muslim. Selain itu, dia juga membeli pakaian dalam yang seksi. Yang sengaja akan dia gunakan untuk menarik perhatian suaminya. Hari ini Michelle berbelanja banyak baju dan hijab di mall.


Setelah semuanya di beli, dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Sampai di rumah, ternyata suaminya belum pulang.


"Lebih baik aku mandi dulu!" ucapnya.


Selesai mandi dia menggunakan jubah mandi, dan merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk. Rasanya sungguh nikmat sekali.


Michelle membuka beberapa artikel mengenai cara berpakaian muslim yang benar dan sedang trend saat ini. Dia bahkan belajar dan membaca, mengenai cara-cara membuat lawan jenisnya tertarik dan tidak berpaling ke wanita lain. Dia mempelajari itu semua demi ingin suaminya Nathan kembali ke pelukannya.


to be continued.....


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Thor kasih visualnya ya, Silahkan menghalu sendiri......


Michelle Laura



Nathan Hadiwijaya

__ADS_1



__ADS_2