Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 112 : Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Akhirnya Nathan memutuskan untuk pulang bersama istri dan anaknya. Agam begitu bahagia saat sang ayah akan pulang bersamanya. Dan anehnya, bocah itu hanya ingin dibopong sama sang ayah. Terpaksa Michelle yang mengemudikan mobilnya.


"Mas, kita ke supermarket dulu ya! Semua perlengkapan rumah habis, diapers Agam juga sisa sedikit!"


"Oke, Kita mampir supermarket dekat rumah saja!"


"Baiklah,"


Michelle melajukan kendaraannya dengan cepat menuju Supermarket. Beberapa menit saja, mobil mereka sampai di parkiran Supermarket.


Nathan dan putranya menunggu di mobil, sementara Michelle langsung masuk dan mengambil trolly.


Banyak yang dia beli hari ini. Termasuk keperluan rumah, dan yang lainnya keperluan Agam. Selesai memasukkan barang-barang yang dia butuhkan, Ia mendorong trolly ke rak sayur-sayuran dan buah-buahan. Ada berbagai macam sayur yang Ia beli, dan juga buah-buahan segar.


Sementara di mobil, ponsel Nathan kembali bergetar. Pak Burhan kembali menghubungi Nathan, membuat Nathan menautkan kedua alisnya. Dia merasa aneh, karena ayah Indah terus menghubunginya.


Bukannya Nathan nggak mau mengangkat telfonnya, tapi dia juga harus menjaga perasaan istrinya. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya dia pun mengangkat panggilan dari pria yang sudah Ia anggap seperti ayahnya sendiri.


"Assalamualaikum,"


"Walaikum salam, Nak!" jawab seseorang dari seberang telepon sana.


"Pak Burhan! Ada apa ya, Pak?" tanya Nathan dengan sopan.


"Begini Nak Nathan. Datanglah ke rumah, Kami sekeluarga mengadakan acara syukuran kecil-kecilan. Kami harap, Nak Nathan bisa datang ke rumah ya!" ujar Burhan.


"Maaf, acara syukuran apa ya, Pak?" tanya Nathan karena penasaran.


"Kamu datang saja lah, nanti Bapak jelaskan disini!" ujar Burhan.


"Insyaallah ya, Pak! Saya nggak bisa janji!" jawab Nathan.


"Tolonglah, Nak! Kami sangat mengharapkan kedatangan kamu!" mohon Pak Burhan.


"Saya usahakan ya, Pak! Memangnya kapan acaranya?"


"Habis Maghrib, Nak! Bapak mohon datang ya, Nak!"


"Insyaallah ya, Pak!"


"Assalamualaikum!"


"Walaikumsalam,"


Tut ... Tut ... Tut

__ADS_1


Michelle keluar dari supermarket dengan menenteng tas belanjaan. Nathan yang melihat istrinya kerepotan, dia langsung berjalan mendekati sang istri bersama Agam yang ada di gendongannya.


"Nih, gendong Agam! Biar aku yang bawa tas belanjaannya!" Nathan mengambil alih semua barang-barang belanjaan istrinya.


"Terimakasih, Mas!" Michelle tersenyum senang.


Sampai di mobil, semua barang-barang belanjaan dia taruh di bagasi. Barulah Nathan melanjutkan perjalanannya untuk pulang.


"Oya, Sayang, tadi Pak Burhan menelfon."


"Mau apa ayahnya Indah menelfon Mas?"


"Beliau mengundang Mas untuk menghadiri acara syukuran, tapi aku kurang tahu syukuran apa! Beliau nggak menjelaskan apa-apa!"


"Mas mau datang?" tanya Michelle.


"Jika kamu nggak mengizinkan, tentu aku nggak akan datang! Tapi jika kamu mengizinkan, aku ingin mengajakmu datang ke acara tersebut!"


Nathan tahu Istrinya sedikit cemburu, tapi dia berusaha untuk mengambil jalan tengahnya yang terbaik.


Senyum manis tersungging di bibir istrinya.


"Ehm, itu sih terserah Mas saja!" Nathan mengusap kepala istrinya dengan sayang.


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah. Saat Michelle hendak menyusul suaminya ke Cafe, Michelle sudah menyuruh Mbok Yem pulang. Karena semua pekerjaan juga sudah selesai Ia kerjakan. Tidak lupa Michelle memberikan bingkisan untuk dibawa Mbok Yem pulang ke rumah, karena memang keluarga Mbok Yem di rumah itu banyak.


"Wah, Anak Ayah sudah ganteng. Sini sama ayah! Kita main yuk!" ajak Nathan pada putranya.


°°°°°°°


Acara syukuran di rumah Pak Burhan akan segera dimulai. Semua keluarga sudah berkumpul di rumah Pak Burhan. Pak Burhan sengaja membuat acara syukuran ini, karena putrinya Indah diterima kerja di sebuah Cafe yang cukup ternama di kota.


"Selamat ya, Ndah!"


"Terimakasih banyak, Tan! Silahkan nikmati makanannya!" ucap Indah.


"Baik, kami ke sana bergabung dengan yang lain!"


Burhan nampak menunggu seseorang, Indah yang melihatnya jadi penasaran dengan sikap sang ayah yang menurutnya sangatlah aneh. Dia pun mendekat ke arah ayahnya yang sedang duduk di bangku depan.


"Ayah nungguin siapa sih?" tanya Indah.


"Ayah sedang nungguin Nathan. Ayah mengundangnya ke acara ini!"


"Memang Nathan mau datang ke sini?"

__ADS_1


"Entahlah, ayah tidak tahu. Karena dia bilang dia akan mengusahakannya!"


Indah tersipu malu, pipinya nampak merah merona. Sebelum Nathan datang, dia pun bergegas ke kamar untuk mengganti bajunya dengan baju terbaiknya. Indah juga berdandan agar terlihat cantik di depan Nathan.


"Wah, Nak, kamu cantik banget!" puji Ibunya.


"Terimakasih, Bu!" senang Indah karena dipuji cantik oleh ibunya.


Indah keluar untuk menemui tamu, tentunya sambil menunggu kedatangan Nathan. Sementara Vano sedang bermain dengan anak-anak lain di depan rumah.


Syukuran yang diadakan di rumah Indah hanyalah syukuran sederhana. Jadi tidak banyak tamu yang di undang.


Mobil Nathan sampai di depan rumah Pak Burhan. Pak Burhan sudah siap-siap ingin menyambut kedatangan tamu istimewanya. Namun langkahnya berhenti, saat Nathan membukakan pintu mobil untuk seseorang.


Siapa yang dibawa Nathan? batin Pak Burhan.


Karena memang dia belum mengetahui bahwa Nathan sudah berkeluarga.


"Assalamualaikum!" Nathan dan istrinya memberikan salam.


"Walaikumsalam," Burhan nampak terbengong. Karena wanita yang berdiri di samping Nathan sangatlah cantik dengan balutan gamis syar'i, dan wanita cantik itu menggendong seorang anak yang sangat tampan. Mereka tersenyum ke arah Burhan.


"Pak, perkenalkan. Ini istri saya. Namanya Michelle!" Nathan memperkenalkan istrinya kepada Pak Burhan.


"Oh, ini istri kamu, Nak! Dia cantik sekali!" puji Burhan.


"Terimakasih," jawab Michelle tersipu malu.


"Silahkan masuk!" Burhan mengajak mereka masuk ke dalam. Dan memperkenalkan Nathan dan istrinya ke semua orang.


Niat hati ingin mendekatkan Nathan dengan Indah malam itu, Burhan dikejutkan dengan kedatangan tamu yang tidak diundang ke acara syukuran.


Sementara Indah, nampak sedih dan kecewa melihat Nathan bergandeng mesra dengan istrinya. Tidak bisa dipungkiri, Michelle memang lebih baik dan lebih cantik dibandingkan dengan dirinya. Pantas saja Nathan tertawa lepas saat semua orang di sana memuji kecantikan istrinya. Dan itu membuatnya sedikit iri dan dengki.


Acara syukuran dimulai. Pertama tausiyah pendek dari seorang ustadz, kemudian disusul dengan do'a. Dilanjutkan lagi dengan acara makan bersama. Dan terakhir pembagian sedikit bingkisan sebagai upaya rasa syukur terhadap Allah yang memberikan rezeki berupa pekerjaan.


Di penghujung acara, Nathan dan istrinya pun berpamitan. Melihat Agam yang sedari tadi rewel. Mungkin Agam juga ngantuk dan kelelahan seharian begitu aktif bermain.


"Terimakasih ya sudah datang!" ujar Burhan dan istrinya.


"Sama-sama," jawab pasangan suami istri itu serentak.


Michelle ingin berpamitan kepada Indah, tapi sepertinya memang Indah tidak terlihat di sana. Mereka pun pulang hanya menitipkan salam kepada kedua orang tua Indah.


To be continued ...

__ADS_1


Bantu Vote say biar Authornya semangat....💪💪


__ADS_2