Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 35 : Rencana Nathan


__ADS_3

Selesai makan malam, mereka sedikit berbincang hangat di kamar. Nathan menyampaikan maksudnya kepada sang istri untuk membuka sebuah Cafe. Michelle sangat mendukung rencana suaminya, karena menurutnya itu adalah ide yang bagus.


"Aku suka, Mas. Apapun yang kau lakukan, selama itu dijalan kebaikan aku akan selalu mendukungmu!" tutur Michelle.


"Terimakasih banyak, Sayang. Aku sangat beruntung mendapatkan istri seperti dirimu!" ucapnya Nathan sangat lembut.


"Sudah malam. Ayo kita tidur! Tapi, sebelum tidur, Apakah malam ini aku boleh meminta hakku?" tanya suaminya. Sontak Michelle sangat malu. Pipinya memerah seperti udang rebus.


"He'em," jawab Michelle menganggukkan kepalanya. Mendengar jawaban istrinya, hati Nathan berbunga-bunga.


Malam itu mereka pun melakukan hubungan suami istri dengan diawali do'a. Supaya keinginan dan harapan mereka secepatnya terkabul. Yaitu segera memiliki momongan.


Bersambung ...


Mau rekomendasiin karya Author yang lain, bergenre horor. Bantu like teman-teman..🙏🙏


JUDUL : KADARSIH


Bab 8 :


BUGH ...

__ADS_1


BRAKK ...


Salah satu warga mendorong tubuh kurus itu hingga kembali terjatuh. Bu Darno menarik selendang warna merah yang menutupi kepala Darsih yang pelontos. Sontak mereka tertawa terbahak-bahak, mereka mengejek dan menghina penampilan Darsih sekarang. Kadarsih jatuh tersungkur dengan kilatan mata yang memerah. Dia berdiri dengan menarik selendangnya, dan menutupi kepalanya kembali.


"SUDAH CUKUP KALIAN MENERTAWAKANKU? KALIAN SEMUA MEMANG BUKAN MANUSIA. KALIAN SEMUA ADALAH MANUSIA TERKUTUK. AKU KADARSIH, AKAN PERGI DARI KAMPUNG INI. DAN AKU AKAN MENUNTUT BALAS ATAS PENGHINAAN YANG KALIAN LAKUKAN TERHADAPKU. TERUTAMA KAU!" Darsih menatap tajam ke arah Bu Darno.


"DAN KAU, KAU JUGA!" Darsih menatap ke Bu Heni dan Bu Wati.


"DAN KAU BAJ*NG*N!" Darsih menatap mantan suaminya dengan tatapan kebencian.


"Suami kalian akan bertekuk lutut di hadapanku. Hingga kalian sendiri yang akan meminta pengampunan dariku!" kilat mata Kadarsih menatap tajam ke arah orang-orang yang sudah tega mengusirnya. Mereka tertunduk takut melihat kilatan merah kebencian yang terpancar dari mata Kadarsih. Saat Kadarsih berjalan melewati kerumunan itu, tak seorangpun yang berani untuk bersorak Sorai.


Kadarsih pergi meninggalkan kampungnya, dengan perasaan yang hancur. Rasa sakit yang ada di dadanya membuat dia bertekad untuk pergi dari desanya. Dia berjalan melewati persawahan, perkebunan, dan jalan raya.


Dia duduk di sebuah gubuk kecil, bekas kandang kambing yang sudah lama tidak digunakan. Dia termenung, menangis sendirian. Tidak satupun orang yang perduli dengannya, tidak satupun orang yang iba dengan kondisinya. Sekarang dia tidak memiliki penyemangat untuk hidupnya. Hatinya terasa sangat gersang dan sakit. Seperti ditusuk sembilu, ditempa dengan besi berkarat. Dadanya terasa sangat sesak. Air matanya terus mengalir membasahi pipi, tanpa ia pinta.


Beban hidup yang ia jalani terasa sangat berat. Namun dia bisa tegar selama anak-anak masih ada disisinya, namun sekarang dia sudah tidak memiliki tujuan untuk hidup. Dia berjalan melangkah ke hutan, dan berdiri tepat di tepi sungai yang arusnya sangat deras. Dia memejamkan mata dan menjatuhkan dirinya ke sungai.


BYURRRRRRR .......


__ADS_1



Bantu like, favorit, komentar, vote, bunga.....🙏🙏🙏


Happy reading....😘😘😘


I Love you sekebon ...



Happy reading....😘😘😘


I Love you sekebon ...



Happy reading....😘😘😘


I Love you sekebon ...


__ADS_1


Happy reading....😘😘😘


I Love you sekebon ...


__ADS_2