Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 17 : Derita Nathan


__ADS_3

Lama berdiam diri di rumah membuatnya sangat bosan. Nathan memutuskan untuk pergi ke luar. Memang dia sudah mengirimkan surat izin untuk tidak masuk ke kantor.


Dia memutuskan untuk pergi ke Supermarket. Semua stok sabun dan shampo sudah habis. Biasanya Michelle yang menyediakan semuanya. Dia tinggal mandi dan pakai saja. Namun kali ini dia harus membeli perlengkapan mandi sendiri.


Nathan mengambil trolly dan mendorongnya ke tempat sabun dan shampo. Banyak yang ia beli, untuk stok di rumah. Selesai dari tempat sabun, dia kembali mendorong trollynya ke tempat makanan.


Nathan mengambil beberapa mie instan, minuman kaleng, cemilan dan buah-buahan. Dia kembali mendorong trollynya ke tempat obat. Dia membeli salep untuk menghilangkan ruam-ruam merah di tubuhnya.


Setelah semua barang ia dapatkan, ia bawa belanjaannya ke meja kasir. Dia membayar semua barang belanjaannya. Dua kantong keresek, ia masukkan ke bagasi mobil.


Selesai memasukkan barang belanjaannya. Nathan sedikit menarik nafasnya. Membawa dua kantong kresek, membuatnya kelelahan. Dia duduk di jok mobil dengan mengatur nafasnya.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia harus sampai di rumah dan beristirahat sebentar. Tidak menunggu waktu yang lama untuk sampai di depan rumah, karena memang Nathan memilih Supermarket dekat dengan rumahnya.


Dia menaruh semua belanjaannya di meja dapur. Dia bergegas ke kamar mandi, karena dia merasa ingin membuang hajat kecil di kamar mandi. Saat air kencingnya dikeluarkan, rasa perih dan panas mendera di bagian alat vitalnya. Nathan harus berusaha keras untuk menahan rasa sakit itu. Air mata dan keringat bercucuran, rasa perih dan panasnya tidak tertahankan lagi.

__ADS_1


Nathan duduk di kursi dapur. Mengatur nafasnya, sambil mengipas-ngipas rasa perih itu.


"Apa yang terjadi denganku? Apakah ini ciri-ciri penyakit terkutuk itu?" marah Nathan sambil menggebrak meja.


BRAKK ...


"Ini semua gara-gara Dewi. Jika dari awal dia mengatakan kalau dia memiliki penyakit itu, semuanya tidak akan pernah terjadi!" marahnya.


Dia menjambak rambutnya sendiri, dan terisak menyesali semua perbuatannya. Dia merasa menjadi pria yang sangat menjijikkan karena mendapatkan penyakit terkutuk itu.


Dia terbaring lemah tidak berdaya. Dia sengaja tidak makan dan minum, supaya aktivitasnya ke kamar mandi tidak terlalu sering. Membuat badannya sangat lemah dan lemas.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari ini Michelle berencana untuk pulang ke rumah. Ada barang yang tertinggal yang hendak ia ambil. Pulang dari kantor, dia melajukan mobilnya menuju rumah.

__ADS_1


Di depan rumah, ada mobil suaminya. Itu berarti, Nathan tidak ke kantor, pikir Michelle. Sebenarnya dia sangat malas bertemu dengan sang suami, tapi, Michelle terpaksa harus pulang untuk mengambil sesuatu di rumahnya.


Michelle mengetuk pintu rumah tidak ada sahutan dari dalam, padahal jelas-jelas mobil suaminya di rumah.


"Apakah Mas Nathan sedang tidur?" tanyanya dalam hati. Dan yang paling membuatnya tercengang adalah pintu rumah tidak di kunci.


"Ck, Bagaimana sih Mas Nathan? Rumah kok tidak dikunci?" kesalnya.


Michelle masuk ke dalam rumah. Dia berfikir mungkin suaminya sedang tidur. Dia pun langsung masuk ke kamar untuk mengambil barang-barangnya.


Satu tas ransel kecil ia gedong dipundaknya. Ia pun harus bergegas keluar dari rumah itu. Namun entah kenapa, hatinya merasa tidak tenang, dia sangat penasaran apa yang dilakukan oleh suaminya selama ini. Karena membiarkan rumahnya sangat kotor, banyak tisu berserakan dengan bau amis yang menyengat. Dan bekas makanan dan minuman yang berserakan tidak dibuang pada tempatnya.


"Dasar Mas Nathan! Padahal baru dua Minggu aku tidak tinggal di rumah. Sudah seperti kapal pecah!" sungutnya.


to be continued ....

__ADS_1


__ADS_2