Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 84 : ASI Baby Agam


__ADS_3

Suara adzan subuh berkumandang, Nathan mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Dia menoleh ke arah Abah dan Uminya. Mereka tertidur pulas. Karena memang semalaman mereka menunggui Michelle yang tidak kunjung membuka matanya.


Nathan melaksanakan sholat dua rakaat di mushola Rumah Sakit. Memohon kepada Sang Maha Pencipta, agar istrinya kuat melewati masa kritisnya. Dia berharap, Michelle cepat sadar agar bisa memberikan ASI pertamanya untuk baby Agam.


Tidak ada yang tidak mungkin, jika Allah sudah berkehendak. Itulah yang sekarang menjadi pegangan hidupnya sebagai seorang hamba yang beriman.


Nathan kembali ke ruangan istrinya. Nampak Abah dan Umi sedang khawatir. Dia pun berlari ke arah Abah dan Uminya.


"Ada apa, Bah, Umi? Kenapa kalian terlihat panik?" tanya Nathan sambil mengatur nafasnya.


"Nath, Baby Agam sudah mulai nangis! Dia minta susu! Bagaimana ini? Apakah kita pakai susu formula saja?" tanya Umi panik. Memang sedari lahir ke dunia ini, Baby Agam belum mendapatkan setetes sumber kehidupannya. Karena laper, bayi kecil itupun menangis kencang.


"Biar Nathan yang menenangkannya! Umi dan Abah tidak perlu khawatir!"


Nathan pun mendatangi ruangan bayi. Kebetulan hari ini bayinya sudah keluar dari ruangan inkubator. Jadi, sekarang Baby Agam di ruangan khusus bayi.


Saat hendak ke ruangan bayi. Nathan berpapasan dengan Adnan dan Amina. Pagi sekali mereka sudah datang menjenguk. Apakah diizinkan sama pihak Rumah Sakit, itu yang ada dipikiran Nathan.


"Assalamualaikum, Nathan!"


"Walaikumsalam, Bang! Senangnya bisa melihat Abang dan Istri! Gimana kabar Abang dan keluarga?"


"Alhamdulillah kami semuanya sehat!" jawab mereka, "Oya, Kamu mau kemana? Kok kelihatan buru-buru sekali?"


"Aku mau ke ruangan bayi. Anakku menangis, Bang! Kata suster, dia haus! Aku mau cari susu formula untuk anakku!"


"Susu Formula? Aduh Nathan, lebih baik jangan! Kasihan dia. Bayi sekecil itu, harus mendapatkan ASI eksklusif!"


"Itu memang betul. Tapi Michelle masih belum sadar. Dan dia belum bisa memberikan ASI nya pada Agam!"

__ADS_1


"Oh, begitu!" ujar Amina, "Sebelumnya saya minta maaf ya, Nath! Bagaimana biar saya yang memberikan ASI? Kebetulan kan saya juga sedang menyusui! Dan Alhamdulillah ASI saya berlimpah! Baby Agam bisa menyusu pada saya!" Amina memberikan usul pada Nathan.


"Apakah tidak merepotkan?"


"Iya nggak lah, Nath! Sesama muslim itu harus saling membantu! Betulkan Abi?"


"Iya, Sayang!" Adnan mengusap puncak kepala istrinya, "Apa yang dikatakan Amina benar, Nath! Kita semua harus saling membantu! Apalagi memberikan ASI kepada bayi yang baru lahir! Hukumnya boleh saja, asalkan perlu diingat! Sebagian besar ulama menyepakati, kondisi Mahram baru terjadi setelah 5 kali penyusuan yang sempurna dalam waktu dua tahun. Artinya, jika seorang bayi meminum susu dari ibu pendonor yang sama lebih dari lima kali, dan setiap kali meminum ASI bayi itu merasa kenyang atau melepaskan sendiri mulutnya dari ****** susu sang ibu, maka terjadi pengharaman hubungan pernikahan di antara kedua keluarganya!" jelas Adnan.


"Iya, Bang. Saya tahu itu!"


"Alhamdulillah."


"Ayo, Amina! Aku antarkan ke ruangan bayi!"


"Iya."


"Bagaimana keadaan Michelle?" tanya Adnan.


"Masih sama, Bang! Michelle masih kritis. Dia belum sadar!"


"Yang sabar ya, Nath! Semua adalah ujian! Kita harus sabar dan tabah menjalaninya!"


"Iya, Bang! Terimakasih banyak atas supportnya!"


"Oya, tadi sebelum kami kesini! Kami membelikan sarapan untuk kalian semua! Kamu belum sarapan kan?"


"Saya jadi nggak enak! Merepotkan Abang dan keluarga terus!"


"Kau ini bicara apa sih? Kita kan keluarga!"

__ADS_1


"Terimakasih banyak, Bang!"


Satu jam kemudian, Amina keluar dari ruangan bayi. Amina juga menyimpan ASI nya di lemari pendingin. Dia menyuruh Nathan supaya membeli botol susu, agar mempermudahkannya memberikan ASI tersebut pada Baby Agam.


"Nanti ada suster yang akan memberitahukan cara-caranya!" tutur Amina.


"Baiklah!"


"Besok saya dan Mas Adnan kesini lagi! Selama Michelle belum sadar, Saya bersedia menjadi ibu susu Baby Agam! Semoga Allah memberkahi tiap niat baik kita!"


"Amin."


To be continued ...


°°°°°°°


...Ada suatu kondisi tertentu saat seorang ibu mengalami kesulitan mengeluarkan ASI dari ***********. Dalam kondisi ini, hal yang dapat dilakukan adalah mengikuti program donor ASI atau pergi ke Bank ASI. Namun, ada beberapa orang yang masih mempertanyakan, apakah kegiatan donor ASI diizinkan agama, terutama Islam?...


...Disebutkan juga, dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 233, waktu yang pas untuk menyusui secara sempurna maksimal 2 tahun. Jika ada kendala, misalnya sang ibu tidak memiliki air susu yang sedikit, dibolehkan kurang dari 2 tahun, asalkan terdapat kesepakatan antara suami dan istri....


..."Menurut surat Al Baqarah ayat 233, donor ASI dibolehkan dalam Islam."...


...Salah satu bukti bahwa donor ASI diperbolehkan dalam Islam, menurut Islam adalah pengalaman yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW di masa kecilnya. Di mana saat itu beliau mempunyai ibu susu bernama Halimah. Kemudian Nabi Muhammad dibawa ke tempat tinggal Halimah di daerah pegunungan, karena saat itu keadaan Mekkah, khususnya kondisi udaranya, tidak lagi ideal bagi kelangsungan hidup bayi....


...Ada dua jenis donor ASI, yaitu langsung dan tidak langsung. Donor langsung artinya sang ibu pendonor susu diketahui jelas identitasnya. Sementara dalam donor tidak langsung, identitas sang ibu pendonor bisa jelas, bisa juga tidak, dan mereka memberikan ASI melalui alat seperti selang atau dot....


...Ada beberapa hal yang harus digarisbawahi oleh para ibu yang akan melakukan donor ASI, maupun mencari jasa donor ASI. Ternyata ada dampak hukum terhadap donor ASI yang melarang atau mengharamkan hubungan pernikahan antara kedua keluarga yang memberikan donor ASI maupun yang menerimanya. Ketentuan itu dinamakan Mahram....


...Adapun pengelompokan orang yang diharamkan untuk dinikahi karena sepersusuan yaitu perempuan yang menyusui dan ibunya, anak perempuan dari perempuan yang menyusui, saudara perempuan dari perempuan yang menyusui, anak perempuan dari anak perempuan dari perempuan yang menyusui, ibu dari suami dari perempuan yang menyusui, saudara perempuan dari suami dari perempuan yang menyusui, anak perempuan dari anak laki-laki dari perempuan yang menyusui, anak perempuan dari suami dari wanita yang menyusui, serta istri lain dari suami dari wanita yang menyusui....

__ADS_1


__ADS_2