Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 95 : Kado Pernikahan


__ADS_3

Sampai di rumah Michelle meletakkan Baby Agam di box bayinya. Bayi mungil itu hanya menggeliatkan tubuhnya tanpa membuka matanya. Michelle jadi semakin gemas melihatnya.


Selepas meletakkan Agam, Michelle langsung bersih-bersih di kamar mandi. Badannya sangat gerah dan lengket.


Nathan masuk ke kamar. Dia mendengar suara gemericik air di kamar mandi. Itu pertanda istrinya sedang bersih-bersih di sana.


Nathan menunggu sampai istrinya selesai mandi. Barulah giliran dirinya membersihkan tubuhnya.


"Mas, Aku sudah menyiapkan bajunya di atas kasur!" seru Michelle.


"Iya, Sayang!" sahut suaminya dibalik pintu kamar mandi.


____


____


Sambil menunggu suaminya selesai mandi, Michelle melipat baju Agam yang sudah bersih dan wangi ke lemari. Biasanya ibu mertuanya yang melakukan itu. Tapi kali ini, Michelle melarang Ibu mertuanya untuk capek. Dia nggak mau sampai ibunya sakit gara-gara kelelahan.


Nathan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah. Kemudian mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Michelle mengambil handuknya dari tangan sang suami, lalu dia membantu sang suami mengeringkan rambutnya.


"Sayang, wanita yang tadi merusak acara Bang Byan itu siapa!" tanya Nathan masih penasaran.


"Oh, itu Laras, Mas! Mantan istrinya Bang Byan!"


"Oh." Nathan membulatkan bibirnya, "Kok dia bisa datang dan merusaknya begitu? Bukankah mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa?"


"Namanya saja manusia, Mas! Disaat susah ditinggalkan, setelah menjadi orang sukses, sampai berlutut memohon agar diterima kembali! Aneh, Bukan?"


"Sepertinya kau sangat tahu cerita mereka, Sayang!"


"Iyalah, Laras itu kan juga teman aku! Dia teman aku saat masih duduk SMA. Kami satu kelas lho!" gelak Michelle mengingat masa lalu, "Sebagai kakak kelas, Bang Byan tuh jatuh cinta sama Laras. Karena Laras memang gadis yang cantik saat itu! Dia menjadi idola di Sekolah!"


"Benarkah?"


"Iya. Bang Byan saja sampai tergila-gila!" kekeh Michelle.


"Lalu?"


"Dengan usaha yang keras, akhirnya mereka berpacaran. Lama juga mereka berpacaran hingga memutuskan untuk menikah!"


"Wah, Bang Byan nekad juga ya?"


"Dia memang nekad, Mas! Asalkan keinginannya bisa terpenuhi, dia akan melakukan apapun!" jelasnya, "Tapi Sayang, Laras tidak bisa tahan dengan godaan. Dia pergi meninggalkan suami dan anaknya saat Amira masih bayi. Dan itu semua demi pria lain!"

__ADS_1


"Ternyata nasib cinta Bang Byan tragis juga!"


"Aku bersyukur Bang Byan mendapatkan istri seperti Tasya. Tasya itu baik, pintar, rajin dan mandiri. Dia juga sangat menyukai anak kecil. Aku yakin, Bang Byan pasti bisa hidup bahagia bersama istri barunya!"


"Kita do'ain ya, Sayang!"


"Iya, Mas!"


"Oya, sebenarnya kamu ngasih kado apa sih?"


Tiba-tiba Michelle tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang lucu hingga membuatnya tertawa lepas.


"Ada apa sih, Sayang?" Nathan penasaran.


____


____


Sementara di kamar pengantin, saat Tasya membuka kado satu persatu, dia begitu terkejut dengan kado yang diberikan sahabatnya.


"Micheeeeeeel!" teriaknya.


"Ada apa sih, Sayang?" tanya Byan yang baru keluar dari kamar mandi karena terkejut.


"Ini Mas. Masa Michelle memberikan kado seperti ini!" Tasya memperlihatkan baju-baju haram yang diberikan Michelle sebagai kado pernikahan.


"Ih, Mas! Apaan sih? Apanya yang bagus coba! Baju kekurangan bahan kayak gitu!" Tasya bergidik ngeri melihatnya.


"Lho, Ini namanya baju pentas istri di malam hari! Ya memang kekurangan bahan. Dan para suami suka yang seperti ini!" gelak Byan.


"Tapi aku nggak mau memakainya ah! Malu!"


"Jangan malu dong, Sayang! Kita kan juga sudah sah menjadi suami istri!"


"Tapi tetep saja aku malu!" pipi Tasya memerah karena menahan rasa malu yang luar biasa.


"Eh, lihat, tuh ada amplop putih! Apa ya isinya?" tanya Byan.


"Coba aku buka!"


____


____

__ADS_1


"Ini adalah tiket honeymoon ke Bali, Mas!" senang Tasya.


"Benarkah?"


"Lihat deh?" Byan mendekat ke arah Tasya. Dan melihat isi amplopnya. Dan benar juga, Dua tiket liburan ke Bali selama 4 hari.


"Wow, ini kejutan dari Nathan dan Michelle! Aku tidak menduganya, mereka sampai memikirkan hal ini! Padahal aku saja belum memikirkan honeymoon kemana lho!"


"Ih, Kamu ini gimana sih, Mas? Masa belum menyiapkan mau honeymoon kemana!" cebik Tasya.


"Iya, Maaf, Sayang! Habisnya aku sibuk ngurusin banyak hal!"


"Aku telfon mereka ya?"


"Telfon saja! Ucapkan terimakasih pada mereka!"


"Siap, Mas!" jawab Tasya tersenyum.


Dret ... Dret ... Dret


Sudah beberapa kali menelfon, belum juga diangkat. Akhirnya Tasya menyerah juga. Jam dinding ternyata juga menunjukkan lewat tengah malam. Kemungkinan pasangan itu sudah berisitirahat di tempat peraduan.


"Bagaimana?" tanya Byan.


"Sepertinya mereka sudah tidur. Tidak ada yang mengangkat!"


"Iya sudah, besok saja!"


"Baiklah, Mas!"


"Malam ini aku capek banget, kita tunda dulu honeymoonnya ya, Sayang!" ujar Byan. Sontak Tasya semakin tersipu malu.


"Ish, siapa juga yang mau minta sekarang!" ujarnya, "Aku maunya nanti di Bali!" serunya. Byan terkekeh melihat istrinya yang tersipu malu.


"Aku bersyukur bisa bertemu denganmu! Jadilah istriku yang baik dan Ibu dari anak-anakku! Semoga pernikahan ku kali ini sakinah, mawadah dan warahmah!"


"Amin," dijawab oleh Tasya.


"Sekarang, kamu sudah menjadi istriku. Aku harap kau mau kan menjadi istri sekaligus ibu seutuhnya untuk aku dan Amira!"


"Tentu, Mas! Aku akan menuruti semua keinginanmu. Kamu sekarang adalah imam ku. Apapun yang kau katakan, aku akan melakukannya!"


"Terimakasih banyak, Sayang!" Byan mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Tidak ada kegiatan malam pertama diantara mereka. Karena memang tubuh mereka terlalu lelah. Mereka pun langsung terlelap. Saling berpelukan dalam selimut yang sama dan tempat tidur yang sama.


To be continued ...


__ADS_2