Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 34 : Makan Malam Romantis


__ADS_3

Taksi online yang Nathan pesan sudah datang. Nathan meninggalkan Dewi yang masih berdiri ditempatnya. Nathan sudah tidak perduli lagi dengan wanita itu. Wanita yang sudah menghancurkan mimpinya. Yang berusaha untuk menghancurkan rumah tangganya. Sekarang, Nathan ingin menghapus nama wanita itu diingatan dan dihatinya.


Tidak terasa taksi yang ditumpanginya sudah sampai di depan halaman rumah. Nathan membayar ongkos taksi, dan mengeluarkan semua barang-barang belanjaannya di bagasi. Ia masukkan bahan-bahan didalam kulkas. Sembari menunggu sang istri, Nathan pergi mandi terlebih dahulu.


Setelah mandi dan sholat ashar, Nathan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat steak daging sapi spesial untuk sang istri. Memang dia tidak mahir, tapi, dengan melihat channel YouTube ia bisa mempelajarinya dengan mudah.


Percobaan pertama hasilnya gosong. Percobaan kedua, dagingnya masih mentah. Nathan pun menyerah, dia takut kalau percobaan ketiga gagal lagi. Dengan muka yang lesu, dia membenahi bahan-bahan tersebut.


"Assalamu'alaikum?" salam Michelle yang baru pulang bekerja.


"Walaikumsalam," jawab Nathan lesu.


Aroma daging gosong tercium di indera penciuman istrinya. Michelle bergegas ke dapur, takutnya ada sesuatu yang terbakar di dapur.


"Mas?" panggilnya.


"Sayang, kamu sudah pulang?"tanya Nathan dengan raut muka yang masam.


"Kamu sedang apa?" tanya Michelle. Michelle melihat dapur yang sangat berantakan.


"Rencananya hari ini aku ingin membuat bistik spesial buat kamu. Tapi gagal," ujarnya lesu, "Aku memang tidak becus apapun," lirihnya. Nampak ada kesedihan diraut muka suaminya.


"Hey. Kenapa tidak bersemangat begitu? Memangnya Mas pernah membuat bistik?" Nathan menggelengkan kepalanya. Michelle tersenyum manis. Dia meletakkan tas kerjanya, dan memakai celemek di tubuhnya.


"Mari aku bantu!" ucap istrinya.

__ADS_1


"Jangan, Sayang! Aku tahu Kau pasti capek!"


"Tidak. Aku tidak pernah capek," jawabnya, "Sini aku bantu!" ajak Michelle.


"Kamu yakin?"


"He'em," sahutnya, "Jika pekerjaan rumah tangga dikerjakan secara bersama-sama dan kompak, pasti akan cepat selesai!" ucapnya.


Michelle memilih daging terbaik untuk membuat bistik. Ia haluskan bumbu, dan suaminya bertugas untuk memotong-motong bawang. Selagi istrinya memasak, Nathan mencuci semua barang-barang yang kotor. Dan membenahi semua kekacauan yang sudah ia buat.


"Akhirnya jadi juga!" ucap Michelle.


"Mas, nih sudah jadi. Aku hidangkan di meja ya!"


"Sudah, tinggalkan saja, Sayang. Sekarang kamu mandi dulu saja. Sebentar lagi akan masuk waktu shalat Maghrib!" suruh suaminya.


"Iya, Sayang. Nanti kita sholat berjamaah bersama ya!"


"Baiklah,"


Michelle bergegas mandi dan bersih-bersih. Badannya juga terasa gerah dan lengket. Seharian ikut meeting di luar, membuat badannya lengket. Selesai Michelle mandi, mereka melaksanakan shalat berjamaah di rumah. Michelle begitu bersyukur melihat perubahan besar pada suaminya. Dan itu adalah anugerah paling indah dalam hidupnya.


Selesai sholat berjamaah. Mereka makan malam bersama. Nathan sudah menyiapkan makan malam romantis di dekat kolam renang. Michelle dibuat terpukau dengan rencana suaminya menyiapkan segala sesuatu untuk sang istri. Makan malam dengan banyak lilin dan bunga. Mirip seperti di Restaurant mahal. Pikir Michelle.


"Apakah ini kamu yang menyiapkan, Mas?"

__ADS_1


"He'em. Kau suka?"


"Aku suka banget. Ini adalah makan malam romantis di rumah," gelaknya, "Sejak kapan kamu menyiapkan ini semua?'


"Sejak siang,"


"Kok aku nggak tahu? Bagaimana bisa kamu memiliki ide seperti ini?"


"Rahasia,"


"Ih, pakai rahasia-rahasiaan!" manyun Michelle. Nathan tergelak.


"Demi kamu aku akan melakukan apapun!" ucapnya sangat manis. Michelle benar-benar terharu dan juga bahagia.


"Terimakasih banyak, Suamiku!"


"Iya, Sayang!" Nathan mengecup bibir wanita itu dengan kecupan sayang.


"Aku mencintaimu!"


"Aku juga, Mas!"


"Ayo kita nikmati makan malamnya!"


"Iya, Mas,"

__ADS_1


Dengan mesra Nathan menyuapi istrinya. Begitu juga sebaliknya. Mereka terlihat sangat bahagia. Sesekali Nathan mengusap bibir istrinya yang belepotan makanan. Kemudian tersenyum.


to be continued ...


__ADS_2