Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 71 : Perhiasan Dunia


__ADS_3

Nathan membawa Abah, Umi dan Teh Siti ke Cafenya. Mereka nampak takjub. Pasalnya baru buka pintu saja, lumayan banyak orang yang mengantri. Entah itu sekedar nongkrong atau sengaja untuk sarapan di cafe. Nathan dan semua karyawan yang lain menyambutnya dengan ramah.


Nathan menyuruh salah satu karyawannya untuk membawakan makanan dan minuman. Tentu saja untuk tamu-tamu istimewanya.


Makanan andalan cafe ini tersaji di meja makan. Abah, Umi dan Teh Siti menikmati hidangan tersebut. Sesekali memuji rasanya. Memang sangat enak. Pantas menjadi andalan cafe ini. Nathan dan Michelle hanya tersenyum. Dan bersyukur dalam hati, kalau keluarganya menyukai hidangan Cafe.


Setelah dari cafe, Nathan juga mengajak mereka berkeliling kota K. Jarang juga mengajak keluarga istrinya berkeliling. Dan ini adalah momen yang pas untuk mengajak keluarga istrinya berjalan-jalan.


Sore harinya mereka semua berpamitan pulang. Sebenarnya Michelle masih ingin keluarganya disini. Tapi kata Umi, umi nggak tega meninggalkan Ratna di rumah sendiri. Meskipun di rumah ada Mbok Ijah. Tapi, Umi tetap saja nggak tega. Mau tidak mau Michelle harus merelakan kepulangan keluarganya ke Bogor.


"Nathan, jaga anak Abah baik-baik!" ucap Abah.


"Iya, Bah. Nathan janji! Nathan akan menjaga Michelle dengan sangat baik!"


"Abah, Umi dan Teteh pulang. Jika sudah waktunya melahirkan beri tahu kami!" ujar Uminya.


"Sudah pasti, Umi!" Michelle menggelayut manja tangan uminya.


"Jaga baik-baik keponakan Teteh, Michie!" gelak Teh Siti.


"Pasti itu!"


Mereka pun masuk ke dalam mobil yang akan dikendarai Abah sendiri. Michelle melambaikan tangannya tanda perpisahan. Namun dia juga bahagia keluarganya datang ke sini untuk menjenguk mereka.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ajak Nathan.


"Iya, Mas."


Nathan tidak kembali ke Cafe. Dia pikir nanggung jika bolak-balik ke Cafe. Urusan Cafe dia serahkan ke anak buahnya. Dan Alhamdulillah, sebagian yang bekerja di cafe adalah anak pengajian Ustad Adnan. Jadi dia percaya dengan mereka semua.


"Sayang, Abah memberikan ini sama Mas!" Nathan menyodorkan kartu ATM.


"Oh, itu. Abah sudah cerita kok sama Michelle."


"Mas jadi nggak enak."


"Kenapa nggak enak? Nggak baik lho nolak rezeki!" kekeh Michelle.


"Terserah Mas saja. Aku percaya Kok!"


"Ehm, bagaimana kalau untuk membeli material bangunan. Mas ingin membangun rumah diatas tanah yang Ayah berikan!"


"Ehm, aku sih setuju saja, Mas!"


"Sayang, Aku harus membuat peta masa depan!"


"Peta masa depan?"

__ADS_1


"Iya, jadi rencananya aku mau masa depan kita disusun dengan sangat baik. Contohnya, tahun ini Insyaallah kita harus memiliki rumah. Lalu tahun kedua kita harus membuka cabang Cafe di kota J. Dan jika diberikan umur yang panjang, insyaallah kita membuka cabang lagi di luar kota. Dan kita juga harus menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk fakir miskin. Dan itu daftar yang wajib dilakukan!"


"Bagus juga ide Mas. Michelle setuju!"


"Ya fungsi peta masa depan ini adalah sebagai tuntunan saja!"


"Iya, Mas. Sebagai seorang istri, Michelle setuju kok!"


"Sebenarnya Mas juga ingin mendirikan panti untuk anak yatim-piatu!"


"Amin. Semoga doa-doa kita terkabul. Diberikan rezeki yang lancar dan melimpah!"


"Amin."


"Terimakasih, Sayang. Kamu sudah mensupport Mas sampai sekarang. Wanita mulia sepertimu, surga adalah tempat terbaikmu, Insyallah!"


"Amin. Mas!"


..."Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholehah." - Nabi Muhammad SAW dari HR Muslim...


..."Pria mengimpikan wanita sempurna. Wanita menginginkan pria sempurna. Mereka tidak tahu bahwa Allah menciptakan mereka untuk menyempurnakan satu sama lain." - Ahmad Al Shugairi...


..."Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan, pasti akan datang kemudahan." (HR. Tirmidzi)...

__ADS_1


To be continued ...


__ADS_2