
Hari ini Michelle sedang membuat sarapan untuk sang suami. Dia tidak mau dirinya diganggu, saat ingin menikmati weekend nya di rumah. Saat sedang sibuk berkutat dengan peralatan masak, tiba-tiba Nathan keluar dari kamar.
Nathan mencium bau yang sangat sedap diindera penciumannya. Dia pun memutuskan untuk keluar kamar. Nathan duduk di kursi dapur dan memandangi istrinya yang sedang sibuk memasak.
Setelah sarapannya sudah selesai di buat, Michelle menyajikannya di meja makan. Dia sedikit menghiasnya, supaya terlihat menarik dan menggugah selera. Istrinya memang sangat pintar memasak, tidak seperti Dewi yang hanya pintar berdandan dan bermain di atas ranjang, pikir Nathan.
"Aku sudah menyiapkan sarapan, jadi, Mas tinggal sarapan. Jangan menungguku!" ucapnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Nathan.
"Aku mau mandi dan berendam," ujarnya, "Ada apa? Apakah Mas membutuhkan sesuatu?"
"Tidak, aku akan sarapan!" ucapnya. Dengan langkah yang seksi, istrinya berjalan ke kamar. Nathan merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan istrinya. Sekarang istrinya lebih cantik, dan bahkan terlihat sangat seksi dan menarik.
Michelle berendam di bathtub dengan aroma terapi yang sangat wangi. Bahkan wanginya pun menyeruak sampai ke depan kamar. Hingga tercium ke indera penciuman Nathan. Pria mana yang tidak suka dengan wangi segar dari parfum mahal di dunia.
__ADS_1
"Heum, wangi sekali!" gumamnya lirih.
Michelle keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk saja, dia lupa kalau dirinya tidak membawa pakaian ganti. Membuatnya terpaksa harus berjalan ke lemari untuk mengambil pakaian ganti.
Hari ini dia memakai kaos putih transparan yang agak longgar, dipadukan dengan celana pendek warna pink. Bra hitam yang menutupi bukit kembarnya nampak terlihat sangat jelas. Dia berjalan keluar kamar, dengan melilitkan handuk di kepalanya. Karena rambut indahnya masih sangat basah.
Dia menyendokkan nasi, lauk dan sayur di piringnya. Dia menoleh ke arah piring suaminya, sepertinya sang suami sudah sarapan. Dan tidak tahu kemana, dia tidak mau ambil pusing.
Di depan televisi, Michelle menikmati makanannya sambil menonton berita hari ini. Saking seriusnya menonton acara televisi, dia tidak menyadari bahwa Nathan duduk disebelahnya.
Dret .... Dret .... Dret
Sebuah panggilan di ponselnya, Michelle melihat nama Byan yang ada di layar ponselnya. Dia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamualaikum, Bang!"
__ADS_1
"Walaikumsalam," jawabnya, "Michelle, Kau ada waktu weekend ini?" tanya Byan.
"Iya, Bang, kebetulan aku libur, Ada apa ya?" Michelle menjauh dari suaminya, karena dia ingin mengobrol bebas tanpa gangguan sang suami. Dia pun berjalan ke arah balkon.
Michelle nampak berbicara serius dengan pria di telfon itu. Sesekali dia tertawa lepas, lalu berbicara sangat serius. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, Nathan tidak tahu.
Melihat istrinya berbicara dengan pria lain, membuat dirinya sangat jengkel. Perasaan marah dan kesal melebur menjadi satu. Nathan tidak bisa mengontrol emosinya, membuat dia kembali ke kamar, dan membanting pintu kamar dengan sangat keras.
BRAKK ....
Michelle sangat terkejut dengan suara tersebut, dia pun mematikan sambungan teleponnya. Dia mendatangi asal suara, karena sepertinya berasal dari kamar sang suami. Dia mengetuk pintu kamar suaminya, tidak ada jawaban.
"Kenapa dia?" gumamnya, "Biarlah, aku nggak perduli!" Michelle pun berlalu ke dapur untuk membersihkan piring-piring kotor bekas makannya dan makan sang suami.
to be continued........
__ADS_1