Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 115 : Wajah Asli Indah


__ADS_3

Hujan deras mengguyur bumi, suara guntur memekikkan genderang telinga. Semua makhluk juga sepertinya mencari tempat untuk berteduh.


Kecuali Nathan. Dia tidak perduli dengan guyuran air hujan, dan guntur yang saling menyahut. Yang Ia pikirkan satu, ingin secepatnya sampai di rumah bertemu dengan anak dan istrinya.


Dengan kecepatan kencang, Nathan melajukan kendaraannya. Menerobos derasnya hujan yang mengguyur bumi.


Sampai di halaman rumah, dia langsung memarkir mobilnya. Michelle sudah menunggu di depan pintu dengan mengulas senyum. Nathan tahu, pasti kini sang istri sangat mencemaskannya.


"Assalamualaikum!"


"Walaikumsalam." Bergegas Michie mengambil handuk, "Ya Allah, Mas. Seharusnya kamu nggak nekad menerjang hujan. Hujannya deras banget lho, Mas!"


"Habisnya aku pengen cepet-cepet ketemu kamu dan Agam!" gelaknya.


"Ih, kamu ini kebiasaan, Mas!" Michelle tersipu, "Yuk masuk! Nanti masuk angin!"


"Agam mana?"


"Tidur, Mas," jawab Michelle, "Sebaiknya langsung mandi aja, Mas. Biar nggak masuk angin!"


"Iya, Sayang."


Sembari menunggu suaminya mandi, Michelle bergegas menyiapkan makan malam. Ia sudah memasak makanan saat sore. Kini Ia tinggal memanaskan saja ke microwave.


Saat sedang sibuk menyiapkan susu hangat untuk sang suami. Tiba-tiba tangan kekar nan kokoh melingkar di pinggang rampingnya. Tentu Ia terkejut, namun si empunya tangan hanya terkekeh geli sudah berhasil membuat istrinya terkejut.


"Ih, nggak lucu! Kaget tau, Mas!"


"Sibuk banget! Masak apa sih?" tanya Nathan menyenderkan dagunya di pundak sang istri.


"Ni, Aku buat semur daging, sambel hati sapi, perkedel, dan kerupuk!" kekehnya.


"Wow, ini semua makanan kesukaan aku!"


"Iya sudah kita makan dulu!"

__ADS_1


°°°°°°°°°


Sementara Indah baru pulang bekerja. Bajunya sedikit basah karena terkena cipratan air hujan.


"Ibu sudah pulang?" tanya seorang anak yang melongok dari celah pintu.


"Vano," senang Indah melihat putranya, rasa capek yang menggelayut tiba-tiba pergi, "Iya, Sayang. Ibu baru pulang, ini malah kehujanan!"


"Ibu tunggu disini ya! Vano mau ambilkan handuk!" bocah 5 tahun itu sangatlah pintar, tanpa diminta dia mengerti apa yang harus dilakukan.


"Ah, terimakasih, Sayang!" Indah begitu bahagia, diusianya yang masih belia, anak itu benar-benar sangat pintar.


"Ndah, kamu baru pulang?" tanya Ibu.


"Iya nih, Bu!"


"Masuk dulu, Ndah! Baju kamu basah! Ibu buatkan wedang jahe buat kamu!" bergegas Bu Henny ke dapur membuat minuman hangat untuk putrinya.


"Kamu sudah pulang, Ndah?" tanya Burhan.


"Iya, Pak! Indah mandi dulu, Pak!"


"Ibu, ini handuknya!" Vano menyodorkan handuk kepada ibunya.


"Terimakasih banyak, Sayang! Ibu mandi dulu ya!" bergegas Indah ke kamar mandi sebelum airnya mulai dingin.


_____


_____


Selesai mandi, Indah duduk berkumpul bersama keluarganya sambil menikmati wedang jahe buatan sang Ibu. Dari dulu memang Ibunya sangat pandai membuat wedang jahe. Apalagi kalau gula yang digunakannya asli gula buatannya sendiri, rasanya luar biasa enak.


"Gimana kerjamu, Ndah?" tanya Burhan membuka suara.


"Alhamdulillah baik, Yah!" jawab Indah, "Oya, Yah. Ayah tahu nggak, siapa pemilik tempat Indah bekerja?" Burhan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ternyata pemiliknya Nathan, Yah!" ujar Indah.


"Apa? Kamu yakin, Ndah?" Henny tidak percaya. Terlebih-lebih Burhan.


"Iya, Yah, Bu! Malah Indah sempat bertegur sapa dengannya!"


"Benarkah?" tanya Burhan senang, "Itu berarti memang dia masih perhatian sama kamu, Ndah!"


"Mungkin sih, Pak!"


"Kalian ini ngomong apa sih? Nathan kan sudah beristri!" Henny tidak setuju dengan pemikiran suaminya, "Jangan ganggu rumah tangga orang lain!" tutur Henny.


"Ck, Ibu! Zaman sekarang banyak kok, suami yang memiliki dua istri, bahkan lebih!" ujar Burhan, "Kalau Nathan bisa adil, kenapa nggak?" senang Burhan.


"Lagian ya, Nathan itu dulu cinta mati sama putri kita. Ya nggak ada salahnya kan, Bu!" ucap Burhan.


"Ayah, buang jauh pemikiran itu! Jangan mendukung sesuatu yang akan merugikan diri kita sendiri!" tutur Henny.


"Tapi jikapun Nathan kembali ke putri kita, Ayah adalah orang yang pertama merestui hubungan mereka!"


"Tapi Yah ... !"


"Sudah-sudah, Jangan pada ribut! Ini hanyalah masalah waktu! Sekarang Indah lapar. Ibu masak apa?"


"Vano juga lapar!" celetuk putranya.


"Oh, cucu nenek lapar ya!" kekeh Henny, "Kalau begitu, Ayo kita makan!"


_____


_____


Sejauh mata memandang, Indah tersenyum mengingat kejadian tadi siang. Dia tidak menyangka, pria yang dulu Ia tinggalkan sekarang sukses. Bahkan kabar terakhir yang Ia dengar, kalau Nathan mempunyai dua cafe yang besar.


"Bodohnya aku! Aku tidak sabaran, sekarang aku benar-benar menyesal sudah meninggalkannya! Tapi jika aku serakah, tidak mengapa kan!" gumam wanita itu sambil menyeringai lebar.

__ADS_1


To be continued ...


Maaf ya updatenya masih sedikit, dikarenakan Authornya sedang tidak enak badan. Minta doanya ya teman-teman, semoga selalu diberikan kesehatan dan semangat berkarya....🥰🥰🥰


__ADS_2