
Semilir angin malam menerpa wajah cantik wanita berhijab itu. Di atas sejadahnya dia melantunkan ayat suci Alquran yang sangat merdu mendayu-dayu. Dia berdoa supaya rumah tangganya kali ini sakinah, mawadah dan warahmah. Dengan deraian air mata dia bersujud di sepertiga malamnya, hingga subuh menjelang.
Nathan merasa tenggorokannya kering, dia turun dari tempat tidur untuk mengambil air mineral. Tidak disengaja, dia mendengar dan melihat istrinya bersimpuh dengan deraian air mata, di sajadah panjang yang membentang ke kiblat. Sang istri berdoa untuk kesehatan dirinya, mendoakan rumah tangganya serta mendo'akan orang-orang terkasih.
Sesal, itulah yang sekarang ia rasakan. Dia sangat menyesal sudah mendzolimi sang istri selama ini. Nathan turun dari tempat tidur, dia menuju ke kamar mandi. Dia mematut diri di depan cermin besar di kamar mandi. Betapa dirinya merasa sangat bersalah. Betapa dia sangat berdosa. Nathan menyesali semua perbuatannya.
Entah dorongan dari mana, Nathan mengambil air wudhu. Hari ini dia ingin sholat subuh. Kewajiban yang sudah lama ia tinggalkan semenjak bertemu dengan Dewi.
Nathan menggelar sajadahnya. Michelle yang mengetahui ada bayangan seseorang dari arah belakang, dia menoleh ke arah tersebut. Ternyata itu adalah bayangan sang suami. Nathan mengangkat kedua tangannya mengucapkan takbir dan membaca niat sholat. Michelle mengulas senyum menyaksikan pemandangan itu.
Selesai sholat subuh, Michelle membantu suaminya untuk duduk di tempat tidur. Michelle tahu bahwa suaminya belum pulih benar. Tapi, melihat usahanya ingin berubah membuat hatinya terenyuh.
"Sini duduk dulu, Mas. Michie sudah membuat teh hangat untuk Mas,"
"Terima kasih, Michie. Aku sudah banyak merepotkan kamu," ucapnya mengulas senyum.
"Apanya yang merepotkan. Itu sudah menjadi kewajiban seorang istri, Mas," ujarnya. Nathan hanya tertegun dan kemudian tersenyum.
"Maafkan aku. Aku sudah bersalah kepadamu,"
__ADS_1
"Sudah ribuan kali kamu meminta maaf. Aku sudah memaafkanmu. Jadi, jangan meminta maaf lagi. Kamu harus fokus dengan kesembuhan kamu," tutur Michelle.
"Terima kasih, Sayang,"
Sudah dua Minggu lamanya, Nathan di Rumah Sakit. Hari ini Dokter memperbolehkannya pulang, namun ada syarat yang harus ia penuhi. Dokter menyarankan agar suaminya wajib kontrol dua Minggu sekali ke RS.
Setelah menebus resep dari Dokter, Michelle membawa suaminya pulang ke rumah. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, membelah jalanan yang cukup ramai. Sebelum pulang ke rumah, Michelle berencana ingin mampir dulu ke Supermarket. Ada banyak barang-barang yang harus ia beli, dan bahan makanan yang sudah habis di kulkas.
"Tidak, Sayang. Aku menunggu di mobil saja," jawabnya.
"Baiklah,"
Michelle berbelanja keperluan rumah, dan beberapa sayur dan buah. Dokter melarang suaminya untuk memakan segala jenis ikan-ikanan dan daging-dagingan. Dia pun memilih makanan khusus yang wajib suaminya konsumsi.
__ADS_1
Setelah cukup berbelanja, Michelle membayar barang belanjaannya ke kasir. Michelle keluar dari Supermarket dengan menenteng dua tas kresek besar berisi barang belanjaan. Nathan yang melihat istrinya kerepotan, dengan segera ia membantunya.
"Biar aku bantu!" Nathan mengambil alih barang bawaan istrinya.
"Terimakasih banyak, Mas," ucapnya.
"Sudah tugasku, Sayang," jawabnya.
Michelle kembali melajukan mobilnya, melanjutkan perjalanan pulang. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke rumah, memang jarak supermarket ke rumah tinggal beberapa meter lagi.
Mobil Michelle berhenti dihalaman rumah. Mereka melihat Mba Retno sudah menunggu di teras depan. Sejak awal Michelle memang sudah memberitahu kepulangan Nathan kepada Mba Retno.
to be continued ....
☄️☄️☄️☄️☄️
__ADS_1
Hey² pembaca setia, yuk, dukung karya ini dengan menekan like, favorit, komentar yang baik-baik untuk penyemangat author, dan tabur bunga banyak ².....