Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 77 : Pantang Menyerah


__ADS_3

Matanya menatap langit dari celah jendela. Burung-burung berterbangan. Sepertinya hujan akan turun. Dan benar saja, hujan turun dengan lebatnya. Michelle mulai ketakutan, karena hari mulai gelap. Tidak ada lampu penerangan. Hanya cahaya bulan yang menembus ruangannya disekap.


Sambil memegangi perutnya, dia berdoa pada sang Pencipta. Dia memasrahkan dirinya pada Yang Mahakuasa.


"Ya Allah, Lindungi hamba Mu! Lindungi bayi hamba! Hamba yakin, pasti Mas Nathan sedang bingung mencari hamba. Bantulah dia menemukan hamba, Ya Allah!" isaknya.


"Ya Allah, Aku lapar sekali!" ucap wanita itu sambil mengusap-usap perutnya.


"Tenang ya, Sayang! Kita pasti akan keluar dari sini! Papa akan menjemput kita!" ujarnya.


Sudah waktunya sholat Maghrib, Michelle ingin melaksanakan sholat Maghrib. Tapi, dia bingung. Tidak ada apa-apa diruangannya disekap. Tidak ada air ataupun mukena. Akhirnya dia pun bertayamum untuk melaksanakan sholat Maghrib. Dan untunglah semenjak hamil, dia menggunakan gamis besar. Sehingga pakaiannya menutupi auratnya.


Dengan khusuk, Michelle melaksanakan sholat Maghrib. Dia memohon kepada Allah, meminta pertolongannya. Agar secepatnya dia dibebaskan. Dan Dewi diberikan hidayah, supaya Dewi berubah dan bertaubat.


Tidak terasa, sambil sholat Michelle pun tertidur. Menangis seharian, membuatnya kelelahan. Walaupun lapar, dia menganggap kalau hari ini dia sedang berpuasa. Dia hanya memohon ada keajaiban untuk dirinya. Suaminya datang dan menolongnya.



Pada akhirnya Nathan melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Nathan harus membuat laporan resmi terlebih dahulu tentang hilangnya Michelle. Dia pun menceritakan kronologisnya, hingga dia harus membawa ibu untuk bersaksi di kantor polisi. Belum lagi, bukti cctv supermarket. Dengan jelas merekam adegan Michelle diculik.



Dengan gerakan cepat, Polisi menindak lanjuti laporan dari Nathan untuk menyelesaikan kasus itu sampai tuntas.


\_\_\_\_\_


\_\_\_\_\_


Polisi meminta rekaman setiap cctv jalan raya, dan tempat terakhir kejadian. Membuat polisi dengan mudah melacak plat nomor mobil yang digunakan penculik. Mereka juga mengecek setiap penerbangan, terminal, kapal laut dan kereta. Tapi tidak ada laporan yang mengatakan bahwa ciri-ciri yang mereka cari keluar dari kota tempat tinggal.

__ADS_1



"Mereka sepertinya masih di dalam kota!" ujar Pak Polisi.



"Benarkah, Pak?"



"Iya. Kami masih mencarinya! Bapak tenang saja!"



"Tolong, Pak. Cari istri saya sampai ketemu! Istri saya sedang hamil besar! Pasti dia sedang ketakutan, Pak!" Nathan berusaha untuk mengatur nafasnya dan bersikap tenang.




Sepulang dari kantor polisi. Nathan langsung ke kamar mandi. Mengambil wudhu,.dan sholat hajat. Memohon kepada Allah supaya istri dan calon anaknya diberikan kesehatan dan keselamatan.



Ayah, Ibu, dan Mba Retno melihat Nathan sedang tidak baik-baik saja, mereka hanya bisa saling menguatkan dan mendoakan. Mereka juga sama. Merasa kehilangan sosok Michelle.


°°°°°°


Keesokkan harinya, Nathan sudah siap dengan kemeja panjang dan celana jeans-nya. Dia ingin kembali ke kantor polisi. Ingin menanyakan perihal pencarian istrinya.

__ADS_1



"Nath, kamu mau kemana?" tanya Ibu cemas.


"Saya harus ke kantor polisi! Saya harus menemukan Michelle, Bu!"


"Sarapan dulu, Nak! Perutmu harus diisi dulu!"


"Mana bisa Nathan sarapan! Disini Nathan sarapan dengan enak dan nyaman. Apakah disana Michelle sudah sarapan? Dia sedang hamil besar, pastilah dia cepat sekali laparnya!"


"Kami mengerti dengan kesedihan mu, Nak! Tapi Kau juga tidak boleh sakit!"


"Iya, Yah. Nathan tahu kecemasan kalian! Tapi Nathan buru-buru. Nathan bisa makan dijalan!"


"Iya, Sudah kalau begitu! Kami tenang!"


"Mba, Nathan titip cafe ya!"


"Iya, Nath. Kamu tenang saja! Mba akan menjaga Cafe!"


"Terimakasih Mba!"


"Mba doakan, semoga Michie cepat ketemu ya, Nath!"


"Amin."


"Doakan Nathan. Semoga hari ini Michelle ketemu!"


"Amin."

__ADS_1



To be continued ....


__ADS_2