
Satu Tahun Berlalu
Hari ini adalah hari paling istimewa untuk pasangan suami istri itu, pasalnya hari ini pasangan suami istri itu sedang mengadakan acara syukuran pembukaan showroom bersamaan dengan acara syukuran satu tahun usia putranya. Rasa syukur tiada terkira tidak bisa diucapkan dengan sebuah kata-kata, dan rasa syukur itu diwujudkan dengan syukuran kecil-kecilan memberikan santunan untuk anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu.
Usia satu tahun, Agam sudah lancar berjalan. Meskipun terkadang masih jatuh dan rambatan di dinding, tapi itu tak membuatnya gentar untuk belajar dan belajar. Rasa keingintahuannya sangatlah besar, apapun yang ditemuinya di depan mata, dia wajib harus tahu.
Anak ini sangatlah pintar dan sangat aktif, tidak mau hanya berdiam diri saja, anak ini senang berlarian ke sana kemari, meskipun rumahnya ramai banyak orang.
"Agam, jangan lari-lari, Nak! Nanti jatuh!" seru Michelle pada putranya.
"Sayang, acaranya mau dimulai! Ayo kita ke depan! Sebentar lagi akan ada tausiyah dari ustadz dan pembagian bingkisan untuk anak-anak yatim-piatu!"
"Iya, Mas. Sebentar lagi aku keluar!" jawab Michelle.
Sementara Mba Retno dan Teh Siti sibuk memeriksa makanan cetering, mereka tidak mau ada sesuatu yang kurang dalam menyambut tamu. Dan untuk pembagian bingkisan untuk anak-anak yatim-piatu juga harus sempurna, harus diberikan bingkisan yang terbaik.
..."Barang siapa yang memberi makan dan minum terbaik seorang anak yatim piatu di antara kaum muslimin, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali dia melakukan satu dosa yang tidak diampuni.”...
Tausiyah telah selesai, kini giliran acara pembagian bingkisan untuk anak-anak yatim. Agam begitu bahagia saat sang Ibunda mengajarinya memberikan bingkisan tersebut kepada anak-anak yang tidak seberuntung dia. Bocah kecil manis itu seolah mengerti, bahwa ayah bundanya sedang berbuat baik kepada sesama dengan membagi-bagikan sesuatu pada anak-anak itu. Agam bersorak gembira melihatnya.
"Ih, Anak bunda pinter banget!" puji Michelle melihat putranya memberikan bingkisan terakhir pada seorang anak perempuan berusia 10 tahun.
"Terimakasih, Tante!" ucap polos anak perempuan itu.
"Sama-sama, Sayang! Semoga bingkisan ini bermanfaat buat kamu ya, Sayang!"
Selesai acara mereka pun pulang dengan suasana bahagia, dan pihak panti sudah menyiapkan mobil khusus untuk anak-anak kembali ke panti.
_____
_____
Tasya dan Bang Byan juga ikut menghadiri acara syukuran tersebut. Sekarang mereka menjadi keluarga yang sangat bahagia, apalagi sekarang Tasya sedang hamil buah cinta mereka, bertambahlah kebahagiaan keluarga kecil itu, dan tentunya Amira sangat bahagia sebentar lagi akan memiliki adik.
"Nath, Selamat ya atas showroom baru kamu!" ucap Bang Byan dan Tasya memberikan selamat.
"Ah, sebenarnya cuma syukuran kecil-kecilan saja!" ucap Nathan merendah.
__ADS_1
"Sebenarnya ini syukuran ulang tahun Agam, Bang! Tapi karena kebetulan besok pembukaan showroom, jadi kami gabungkan saja acaranya! Toh intinya sama, syukuran!" ucap Michelle.
"Iya, iya, kamu benar!" Byan mengiyakan.
"Oya, Tasya selamat ya! Akhirnya Amira akan mempunyai adik! Bang Byan benar-benar tokcer!" gurau Michelle.
"Ih, kamu apaan sih?" Tasya tersipu malu. Mereka semua terkekeh.
"Oya, Bang Byan dan Tasya, nikmatilah acaranya. Silahkan dicicipi hidangannya!"
"Iya, Nathan, terimakasih banyak!"
Kini giliran Nathan dan Michelle menyambangi pasangan Bang Adnan dan Amina. Mereka juga membawa kedua buah hatinya, dan anak-anak Bang Adnan sedang bermain dengan Agam. Agam begitu bahagia memiliki teman bermain.
"Selamat ya, Nath!" ucap Bang Adnan.
"Terimakasih banyak, Bang! Aku benar-benar senang, Abang dan keluarga bisa datang kemari! Ini suatu kehormatan bagi keluarga saya!"
"Ah, kamu bisa saja!" gelak Adnan.
"Sama-sama, Michie. Aku bahagia melihatmu bahagia!" ucap Amina lembut.
_____
_____
Selepas kepulangan mereka, kini tinggal keluarga besar yang tersisa. Mereka nampak kecapean, tapi bahagia. Semuanya berjalan lancar dan sukses, dari awal acara hingga akhir acara, tidak ada kendala apapun.
"Umi, Abah, Teh Siti dan Ratna, Istirahat saja nanti di rumah Michelle! Ini kan pertama kalinya kalian tidur di rumah Michelle!" pinta Michelle pada keluarganya.
"Iya nanti kita tidur di rumah kamu. Umi juga masih kangen sama cucu!" senang Umi. Akhirnya hari yang digadang-gadang selama ini terjadi juga, menginap di rumah Michelle dan dekat dengan sang cucu.
Ibu, Ayah dan Mba Retno pulang dengan Mobil Cafe. Nathan dan keluarga kecilnya satu mobil, sementara Abah dan keluarganya juga memakai mobilnya sendiri menuju rumah baru Nathan. Malam ini mereka ingin menginap di rumah Nathan dan Michelle. Agam begitu bahagia, rumahnya tidak sepi lagi.
"Ayo turun, Sini bunda pegang tangannya!" ucap Michelle pada buah hatinya.
Hap ...
__ADS_1
Agam melompat dari mobil, hatinya begitu riang.
"Agam, sini sama nenek!" Umi menggandeng cucunya masuk ke dalam rumah. Diikuti oleh semua keluarga.
°°°°°°°°
Keesokkan Harinya
Hoek ... Hoek ... Hoek
Sepagi ini perut Michelle terasa diaduk-aduk. Semua isi perutnya Ia keluarkan, hingga cairan berwarna kuning Ia keluarkan. Terasa pahit di lidah. Kepalanya juga terasa pusing, dia duduk di atas closed sambil bersandar, mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Ya Allah, kepalaku terasa sangat pusing! Apa aku masuk angin karena kecapean?" gumam Michelle.
"Sayang!" panggil suaminya. Nathan merasa heran, karena tidak biasanya sang istri lama dikamar mandi.
Tok ... Tok ... Tok
"Sayang!" panggilnya lagi karena tidak ada sahutan dari dalam.
"Yah, perut Bunda mual banget. Kepala juga ikutan pusing. Kayaknya bunda masuk angin deh!" ujar Michelle.
"Astaghfirullah, Apa kita ke Rumah Sakit saja, Sayang?"
"Ehm, Bunda tidur aja lagi deh, Yah! Satu jam atau dua jam. Tapi kalau masih belum mending juga, Kita ke Rumah Sakit!" pinta istrinya.
"Iya, Sudah! Bunda tiduran aja. Nanti kalau belum mending juga kita ke Rumah Sakit ya?"
"Iya, Yah!"
Bersambung ...
💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Akhirnya cerita Michelle dan Nathan hampir tamat. Tapi jangan kecewa, karena Author punya cerita lagi yang bikin gregetan dan penasaran. Mampir yuk dan ramaikan dengan Like dan komentar sebanyak-banyaknya.
__ADS_1