Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 20 : Kedatangan Adnan dan Amina


__ADS_3

Hari ini ustadz Adnan dan istrinya yang bernama Amina, datang ke Rumah Sakit untuk menjenguk Nathan. Istri ustad Adnan adalah sahabat baik Michelle saat kuliah. Sesekali Michelle datang ke rumah Amina untuk meminta pencerahan kepada ustadz Adnan.


"Assalamualaikum?" sapa suami istri itu.


"Walaikum salam," jawab Michelle dan Nathan serentak.


"Kak Adnan, Amina. Akhirnya kalian datang!" Michelle memeluk sahabatnya bahagia. Lumayan lama juga mereka tidak bertemu.


"Aku sangat merindukanmu!" ucap Michelle tersenyum manis.


"Aku juga, Michie," jawab Amina, tidak kalah manisnya.


"Silahkan masuk!" ucap Michelle mempersilahkan masuk keduanya.


"Terima kasih banyak," jawab Amina dan suaminya.


"Apa kabar, Michie?" tanya Amina dengan sangat lembut.


"Alhamdulillah, aku baik. Kamu sendiri?" tanya Michelle, maniknya melirik ke arah perut Amina yang semakin membuncit. "Wah, Mustofa sebentar lagi akan memiliki adik! Ternyata kalian gas pol juga ya!" kekeh Michelle. Amina hanya tersipu malu. Musthofa adalah anak pertama mereka. Usianya baru satu tahun, tetapi bocah kecil itu akan segera memiliki adik.

__ADS_1


"Ish, Kau ini!" pipi Amina memerah menahan malu, ia mencubit lengan Michelle karena sudah menggodanya.


"Ish, sakit!" pekiknya. Disambut tawa oleh semua orang.


"Alhamdulillah, kami diberikan anak lagi. Ini rezeki dari Allah," ucap Adnan. Seketika Michelle terdiam. Bohong jika dia tidak menginginkan anak. Dia sangat menginginkannya. Namun apalah daya, sampai sekarang dia belum dikaruniai anak. Amina mengerti kesedihan sahabatnya.


"Tidak apa-apa, jika Allah sudah percaya dengan kalian, pasti kalian akan segera mendapatkan momongan," tutur Amina.


"Amin," dijawab Michelle dengan penuh harapan.


"Ayo, silahkan duduk, Kak!"


Michelle mempersilahkan Ustadz Adnan duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur suaminya. Sedangkan para wanita keluar ruangan, meninggalkan para pria untuk mengobrol santai, Michelle mengajak Amina ke kantin RS.


"Bagaimana kondisi kamu, Nath?" tanya Adnan.


"Alhamdulillah baik, Ustadz," jawab Nathan. Adnan tersenyum manis.


"Jangan panggil ustadz. Anggap saja kita dua orang sahabat yang lama sudah saling mengenal," ujarnya, Nathan hanya tersenyum simpul.

__ADS_1


"Supaya lebih akrab, panggil Kak Adnan saja. Seperti Michelle memanggilku," ucapnya terkekeh. Nathan juga ikut tersenyum.


"Baiklah, kalau itu maunya ustadz. Aku akan panggil ustadz dengan panggilan Kakak saja. Seperti Michie memanggil Kakak," ujarnya.


"Bagus, Aku suka. Kita jadi lebih akrab," gelaknya. Nathan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebagai seorang teman, Bagaimana kalau kita berbincang hangat?" ucap Ustadz, membuat Nathan heran, "Maksud saya begini, Nath. Anggap saja kita adalah teman yang sangat akrab. Kamu berbicara dengan saya, mengobrol, sharing, berbagi beban, agar masalah kamu sedikit berkurang!" tawarnya.


Nathan menghela nafasnya panjang. Dia bingung haruskah dia bercerita kepada orang lain, atau hanya akan dia pendam saja. Dia bingung harus memulai dari mana. Dia terlalu malu untuk menceritakan aibnya. Namun, sikap Adnan yang bersahabat dan mudah akrab membuatnya nyaman.


Nathan menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Sesekali dia menyeka air matanya dan menyesali semua perbuatannya. Adnan yang menjadi seorang pendengar yang baik, dia berusaha untuk membuat Nathan bersabar dan tabah menghadapi ujian.


"Allah sedang memberikan kamu peringatan lewat penyakit yang sekarang kamu derita, Nath. Alangkah baiknya kamu bertaubat dan meminta ampunan atas segala dosa dan kemaksiatan yang sudah kamu lakukan," tutur Adnan, "Dalam Surat Al Isra ayat 32, Allah SWT melarang kepada hamba-Nya melakukan perbuatan zina karena itu merupakan perbuatan yang keji yang dapat merusak kehormatan, hubungan rumah tangga dan dapat menyebabkan perbuatan buruk lainnya,"


"Ajaran agama Islam secara tegas melarang perbuatan dosa yang bernama zina. Sejumlah ayat maupun sabda Rasulullah SAW pun telah berulang kali mengingatkan hukuman dan ancaman zina bagi para pelakunya. Artinya: janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji." tutur Adnan dengan penuh penekanan.


Nathan yang mendengar penuturan Adnan, hatinya merasa terenyuh. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya. Entah perasaan apa itu, Nathan tidak tahu.


to be continued ....

__ADS_1


__ADS_2