Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 113 : Keluarga Bahagia


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah hati Michelle. Setelah sholat subuh, dia tidak berniat untuk tidur kembali. Justru sepagi ini, ia gunakan untuk membuat sarapan untuk sang suami.


Meskipun sudah ada Mbok Yem, Michelle tidak pernah menyerahkan tugas memasak pada perempuan separuh baya itu. Karena memang sang suami hanya cocok dengan masakannya saja. Sedangkan Mbok Yem membantu majikannya mengupas dan memotong-motong bahan yang akan digunakan untuk memasak.


Setelah semuanya siap, Michelle sendiri yang mengolahnya. Memang Ia belum begitu mahir memasak, tapi dengan kecerdasan yang Ia miliki, Ia sangat cepat belajar dari ibu mertua, mba Retno ataupun uminya. Terkadang Ia juga melihat tutorial memasak dari video YouTube.


Setelah semuanya matang dan siap, barulah tugas Mbok Yem menatanya di meja makan.


Michelle membangunkan sang suami yang masih tertidur. Memang setelah sholat subuh, Nathan tidur kembali. Itu tidak masalah bagi Michelle. Ia paham, seharian bekerja pasti membuat suaminya kelelahan.


Perempuan yang memiliki lesung dipipinya, mencium sang suami yang masih berselimut tebal dengan sangat lembut. Membangunkan dengan suara pelan, supaya sang pemilik mimpi terbangun.


"Sayang, Bangun!" ucapnya lembut, sambil meniup-niup telinga sang suami. Tentu saja sang suami kegelian.


"Ayo bangun jemput rezeki kita!" ujar istrinya pelan. Bukannya bangun, sang suami justru menarik tubuh Michelle hingga terjatuh tepat di dada bidang sang suami.


"Ih, disuruh bangun juga!" cemberutnya.


"Biarkan begini. Aku kangen!" ujarnya, "Seharian Agam memonopoli kamu. Sehingga aku terlupakan!"


"Hey, Suamiku Sayang! Apa yang kau katakan? Siapa yang memonopoli diriku? Aku hanya milikmu seorang!" jawab Michelle.


Nathan terkekeh, "Iya, Kau memang hanya milikku!"


Nathan mencium leher jenjang istrinya, memberikan sensasi geli yang luar biasa. Bagaikan tubuh yang tersengat aliran listrik sengatan tinggi. Begitulah sesuatu yang dirasakan Ibu satu anak itu.

__ADS_1


"Geli, Mas!" ujarnya.


"Sayang, Pagi ini aku minta jatah!" pintanya.


"Hah, tadi malam kan udah?" jawab Michelle.


"Hem, tapi masih pengen lagi!" bisiknya, "Tubuhmu itu bikin candu buat aku!"


"Ih, kami tuh ya!" Michelle tersipu malu. Meskipun bukan pasangan pengantin baru lagi, terkadang saat sang suami meminta jatahnya, Michelle masih malu-malu kucing. Dia menginginkannya tapi juga malu mengatakannya pada sang suami. Dan itu yang membuat Nathan semakin mencintai istrinya.


Sebagai seorang wanita, dia memiliki rasa malu yang luar biasa. Karena letak harga diri seorang perempuan ialah bagaimana ia dapat konsisten pada akhlaknya yang baik, pada rasa malunya, juga penjagaannya terhadap kemulian serta kehormatan terhadap dirinya.Dan Michelle memiliki itu semua.


Di pagi yang indah ini, mereka pun melakukan hubungan suami istri yang halal. Saling memuja dan memuji, memberikan sentuhan yang hangat dengan penuh damba.


Selesai melakukan ritual suami istri, mereka langsung membersihkan diri. Mengucapkan Alhamdulillah, sebagai rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah Yang Maha Kuasa.


"Mas sarapan dulu! Aku sudah menyiapkan sarapan di meja makan!"


"Iya, Sayang. Terimakasih!" jawab suaminya menuju meja makan.


Agam sudah siap, dan sudah ganteng juga. Melihat ayahnya yang sedang duduk, dia langsung manja minta digendong.


"Sebentar ya, Sayang! Ayah sedang makan!" ujar Michelle. Tapi bocah itu tidak mau tahu sebelum keinginannya tercapai, dia hanya ingin digendong oleh sang ayah.


"Sini sama Ayah!" Nathan bergegas menghabiskan makanannya.

__ADS_1


"Tuh kan ayahnya jadi buru-buru makannya!"


"Nggak apa-apa, Sayang! Sudah habis juga kok!"


"Aduh ganteng banget anak ayah! Sudah wangi lagi!" bocah itu begitu bahagia setelah digendongan sang ayah.


"Sayang, aku akan mampir ke cafe satunya, bertemu Mba Retno!"


"Iya, Mas!" Memang cafe yang satu diurus oleh Mba Retno.


"Mungkin aku pulang sedikit terlambat!"


"Iya, nggak apa-apa. Yang penting jangan telat makan dan sholat! Jangan tinggal sholat, sholat itu mencegah dari perbuatan maksiat! Itu aja pesan dari aku!"


"Iya istriku yang cantik!" Nathan mengucap kening istrinya dengan penuh cinta.


"Assalamualaikum!"


"Walaikum salam!"


Bersambung ...


°°°°°°°


Maaf untuk para pembacaku atas ketidaknyamanan membacanya karena ada part yang diulang. Dari pihak sistem ada kesalahan teknis.

__ADS_1


Yuk baca kelanjutannya ....


__ADS_2