Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 94 : Menghadiri Acara Pernikahan


__ADS_3

Sore ini, Nathan dan Michelle akan menghadiri acara pernikahan Bang Byan dan Tasya. Mereka sudah mendapatkan undangan khusus dari mereka. Mau tidak mau mereka harus menghadirinya.


Michelle membawa Agam bersamanya. Karena bocah mungil itu tidak bisa ditinggal tanpa dirinya. Apalagi Agam yang masih menyusu.


Bocah mungil itu sangat anteng. Tidak rewel sedikitpun. Apalagi setelah diajak di keramaian, tidak sedikitpun menampilkan wajah ketakutan. Semua orang di sana dibuat gemas melihat Agam. Terutama Amira, anaknya Bang Byan. Gadis kecil itu meminta pada Papanya supaya membuat adik untuknya sekarang juga. Sontak semua tertawa geli.


"Kamu pikir bikin adik itu gampang!" cebik Bang byan, "Itu semua membutuhkan proses! Dan prosesnya tidak sebentar!"


"Sudah, Bang! Buatkan saja! Karena Abang mendapatkan yang masih ting-ting jadi memang harus lebih bekerja keras lagi!" ucap Michelle terkekeh.


"Ih, Lo apa-apaan sih? Malu tahu!" ucap Tasya tersipu malu.


"Kenapa malu, kamu kan sudah sah menjadi istri Bang Byan!" ujar Michelle.


Karena memang saat Michelle datang, Bang Byan dan Tasya sudah Sah menjadi pasangan suami istri. Mereka tidak sempat menghadiri acara ijab qobul pasangan pengantin itu. Tapi sebisa mungkin mereka datang, tentunya setelah Nathan pulang dari Cafe.


Acaranya cukup meriah, tempatnya di salah satu Restaurant milik Bang Byan. Menu untuk cateringnya juga Bang Byan yang mengaturnya. Semuanya terlihat sangat mewah dan meriah.


Tasya nampak sangat bahagia. Apalagi sekarang dia mendapatkan suami seperti Bang Byan. Seorang duda yang mandiri, bertanggung jawab dan mapan. Mereka semua larut dengan kebahagiaan Bang Byan dan Tasya.


Acara belum selesai. Masih banyak tamu undangan di sana, Mereka menikmati acara demi acara yang disuguhkan oleh tuan rumah. Tiba-tiba seorang wanita muda memakai pakaian seksi datang mencari Byan.


Michelle sangat mengenal wanita itu. Dia adalah mantan istri Bang Byan. Dan Ibu dari Amira.


"Kang Byan!" panggilnya. Byan kaget dengan kedatangan mantan istrinya.


"Laras!"


"Iya, Kang! Ini aku!" ujarnya.

__ADS_1


"Mau apa kau kesini?" ketus Byan tiba-tiba.


"Kang, Aku mau minta maaf! Aku menyesal sudah meninggalkanmu dan anak kita, Kang!" ucap Laras.


"Aku sudah memaafkan mu! Sekarang pergilah! Hari ini adalah hari penting bagiku dan istriku!"


"A-pa? Kau menikah lagi! Ti-dak, Kang! Kau masih belum menceriakan ku! Mana bisa kamu menikah lagi tanpa persetujuan ku!"


Sontak Tasya terkejut.


"Apa Mas? Apakah benar yang dikatakan wanita itu?" tanya Tasya.


Hahahaha ...


Byan tertawa keras.


"Tapi, Bang ... !"


"Pergilah! Aku tidak mau acara bahagia ku, Kau rusak!" ujar Byan, "Sekarang aku sudah menikah wanita yang lebih baik dari dirimu. Wanita yang sudah sangat menyayangi anak yang bukan lahir dari rahimnya! Dan aku juga sangat mencintainya!"


"Tidak. Itu tidak mungkin!" Laras tidak percaya, "Aku tahu, Kau sangat mencintaiku!"


"Dasar wanita tidak tahu malu! Jangan ganggu kebahagiaan anakku dan menantuku!" ujar Ibunya Bang Byan mendorong tubuh Laras hingga terjungkal ke belakang.


"Ibu, Ibu seharusnya mencegah pernikahan ini! Kenapa ibu hanya diam saja? Atau jangan-jangan Ibu yang memaksa Bang Byan menikah lagi!"


"Hey, Kau memang wanita yang tidak waras ya! Sudah salah, malah menyalahkan orang lain! Kau sendiri yang meninggalkan anakku, sekarang kau kembali setelah tidak memiliki apapun! Sekarang Byan sudah menikah, kau hanyalah sepenggal masa lalu yang buruk! Yang harus dilupakan!" ketus Ibunya Bang Byan.


"Ibu, Kau tega sekali berkata seperti itu! Apa salahku pada Ibu?" isak Laras.

__ADS_1


"Kesalahan mu itu banyak! Kau sudah meninggalkan Byan saat dia masih susah! Dan setelah Byan sukses, tiba-tiba kau datang dan mengaku sebagai istri Byan! Kemana kau saat Byan susah? Hah! Kau.juga meninggalkan anak mu yang masih membutuhkan ASI! Ibu macam apa kau ini?"


"Iya, Bu! Saya minta maaf, saya memang salah! Ampuni saya, Bu!" Laras bersujud di kaki Ibu Bang Byan. Dan semua itu menjadi perhatian banyak orang.


Byan nampak menelfon seseorang. Kemudian dua security datang. Dua security itu membawa paksa Laras dari tempat itu. Laras sempat memberontak, dia marah-marah dengan mengucapkan sumpah serapah kepada pasangan pengantin itu. Dan nampak Bang Byan dan keluarga besarnya merasa tidak enak dengan kejadian tersebut. Tapi memang seharusnya kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi.


____


____


Hari sudah malam, Nathan pun mengajak istrinya pulang. Agam juga sudah tertidur pulas di gendongan sang istri. Pasti istrinya kelelahan menggendong Agam pada posisi duduk.


"Kami pamit ya, Wahai Pasangan Pengantin Baru!" goda Nathan.


"Terimakasih banyak, Nath! Maafkan kami atas ketidaknyamanan tadi! Semua diluar kendali!" ucap Byan.


"Tenang saja, Bang! Saya bisa mengerti! Saya dan Michelle hanya bisa berdoa, semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah, mawadah dan warahmah! Dan tentunya cepat-cepat dianugerahi momongan seperti yang Amira mau!" Semuanya tergelak.


"Terimakasih banyak sudah bersedia hadir kesini! Dan terimakasih juga atas kadonya!"


"Sama-sama!"


____


____


Setelah berpamitan pada Bang Byan dan Tasya, mereka juga berpamitan pada keluarga besar Bang Byan yang hadir di sana. Mereka menyambut kedatangan Nathan dan Michelle dengan rasa bahagia, bisa berjumpa dengan tetangga sekampung.


To be continued ...

__ADS_1


__ADS_2