Penyesalan Suami : Air Mata Istriku

Penyesalan Suami : Air Mata Istriku
Episode 97 : Akhirnya???


__ADS_3

Saat matahari setengah berhasrat turun ke peraduan, di remang langit meninggalkan begitu banyak pesan, diantara rasa enggan dan sebuah keharusan.


Sang Illahi pasti punya alasan telah memisahkan siang dan malam di tapal batas senja. Senja telah kalah berseteru dengan waktu dan letih berselisih dengan hari dan agar sebagian tak lantas lekas berpuas diri.


Ketika mata cahaya mulai meruyup, bunga-bunga dan dedaunan ikut menguncup dan naluri seolah memaksa semua makhluk takluk merunduk.


Temaram seolah menyampaikan pesan kepada seisi alam. Segala telatah dan tindak yang bergerak terasa laun berarak, seolah memelan dan melamban.


Betapa bersahaja sebuah senja, begitu tenang dan agung. Ketika senja hadir, seisi alam jatuh dalam diam. Hening, tanpa suara. Dan angin hanya berkabar lewat kisi-kisi jendela.


Tidak ada gejolak yang benar-benar menghentak di rembang senja, kecuali sebuah paradoks yang indah. Dimana langit yang tenang temaram diterangi semburat warna api matahari yang enggan terbenam.


Seluruh makhluk selalu takjub dengan sifat mendua dari pengalaman ini, seolah menyaksikan sebuah pagelaran epik yang diam-diam berlangsung dalam gerakan lambat.


Sepasang manusia sedang menikmati senja di pantai dengan sedikit bermain air dan pasir. Mereka nampak begitu bahagia, menikmati momen romantis. Mereka adalah pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk cinta. Menikmati kebersamaan dengan penuh damba cinta.


Si perempuan bersandar di dada bidang si pria, sambil menikmati waktu senja yang sangat indah dengan ditemani air kelapa muda yang sangat menyegarkan. Sesekali mereka bercerita dan saling memuja memuji.


Terdengar suara adzan Maghrib berkumandang. Mereka pun lekas pulang ke hotel untuk melaksanakan shalat Maghrib.


Byan menyuruh sang istri untuk bersih-bersih, kemudian mereka sholat berjamaah bersama. Rasanya begitu sangat romantis.



Setelah sholat Maghrib, Mereka memutuskan makan malam romantis di tempat terbuka, sambil menikmati suasana malam dan lautan lepas. Banyak menu yang tersedia di sana. Mereka memesan menu yang sesuai dengan selera masing-masing.


"Kamu mau pesan apa, Sayang?" tanya Byan sangat lembut.


"Samain saja, Mas!"


Mereka pun memesan makanan khas Bali. Selama disini mereka tidak mau membuang kesempatan untuk menikmati semua kuliner Bali yang mampu menggoyangkan lidah. Rasanya memang sangat luar biasa.


Bukan hanya tempat dan makanannya saja yang menarik. Semua tempat harus wajib mereka kunjungi. Terutama tempat sejarah yang kaya dengan warisan budaya.


Mereka mengobrol hangat sambil menyantap hidangan penutup. Puding sutra buah, sebagai penutup yang sedang ngetrend di setiap Restaurant.


"Coba deh Mas, ini rasanya sangat enak!" ujar Tasya menyuapkan satu sendok puding ke arah suaminya.


"Ah, aku kenyang banget, Sayang!"

__ADS_1


"Tapi ini coba dulu! Ini pudingnya tuh lembut banget!"


"Iya, Aku coba ya! Tapi satu suap saja!" kekeh Byan.


"Iya, bolehlah!"


Selesai makan malam romantis, Byan pun mengajak Tasya langsung kembali ke hotel. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin merasakan honeymoon dengan istri yang sudah halal baginya.


Byan menarik tangan Tasya untuk segera memasuki kamar hotel. Gadis itu tentu tersipu malu. Apalagi ini adalah pertama kali baginya.


Sampai di kamar hotel, Tasya menjadi gugup nggak karuan. Detak jantungnya berdegup sangat kencang. Namun sikap Byan yang sangat lembut kepada seorang wanita membuat kegugupan itu menjadi sebuah malam yang penuh dengan keromantisan.


Byan adalah seorang duda beranak satu. Dalam memperlakukan seorang wanita, tentu dia lebih berpengalaman dibandingkan dengan istrinya. Apalagi pria yang berstatus duda itu sudah dulu menikah, tentu pengalaman dalam hal memperlakukan wanita diatas ranjang lebih berpengalaman.


Semua sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan Byan membuat Tasya seperti tersihir. Semuanya terasa sangat menyenangkan bagi istrinya. Belaian demi belaian membuat birahi istrinya bangkit. Rasa takut berubah menjadi rasa yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Tasya bukannya tidak tahu dengan hal semacam itu. Dia tahu. Namun hanya sebatas dari melihat video dan membaca buku saja. Pengetahuan tentang hubungan seksualnya tidak seluas seseorang yang sudah menikah.


Tasya yang sibuk sebagai manager marketing, dia tidak punya waktu hanya sekedar untuk berpacaran. Hari-harinya ia habiskan bekerja dan bekerja.


Byan memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya. Membuat Tasya sedikit mendesah. Dia tahu kalau istrinya sudah mulai terangsang. Dan ia ingin istrinya lebih terangsang lagi.


Malam romantis dan penuh kenikmatan pun tidak terelakkan lagi. Mereka melakukan penyatuan dengan penuh kenikmatan. Rasa yang baru pertama kali Tasya rasakan. Walaupun terasa sakit dan perih, dia berhasil menjadi seorang istri seutuhnya untuk sang suami.


Tasya beranjak dari tempat tidurnya dengan langkah yang tertatih. Tubuhnya terasa sangat sakit. Semua tulang-tulangnya terasa pegal.


"Kau mau kemana, Sayang?" tanya Byan.


"Aku mau mandi, Mas!" ujarnya.


"Sini biar aku bantu!"


Byan langsung membopong tubuh istrinya ke kamar mandi. Gerakan Byan yang refleks itu tentu saja membuat Tasya terkejut. Pasalnya Byan membopong dirinya dalam keadaan masih telanjang. Sontak Tasya menutup matanya.


"Nggak usah malu-malu, Sayang! Kamu kan sudah melihat semuanya!" ujar Byan.


"Ck, dasar nggak tahu malu!" cebik Tasya, "Sudah turunkan aku! Aku mau mandi! Mas Byan keluar dulu!"


"Kenapa kita nggak mandi sama-sama saja?" pintanya.

__ADS_1


"Ah, nggak mau. Aku mau mandi sendiri saja!" ujar Tasya. Meskipun sudah melihat semuanya, dia masih merasa sangat malu.


"Iya, Aku tunggu di luar ya!"


_____


_____


Hufffff, akhirnya!


Akhirnya Tasya bisa berendam dengan nyaman. Air mandi yang bercampur dengan aromaterapi membuat badan yang terasa pegal, seketika sedikit rileks. Bagian intinya pun sedikit nyaman, tidak sesakit tadi.


Selama satu jam, Tasya berendam. Akhirnya dia keluar juga. Menoleh ke arah tempat tidur sang suami sudah tertidur pulas dibawah selimut yang tebal. Mungkin memang suaminya terlalu lelah membuat ia langsung tertidur pulas. Tasya pun langsung naik ke ranjang berbagi selimut dengan sang suami. Byan yang merasa kalau istrinya sudah naik ke ranjang, dia pun menarik tubuh itu hingga lebih mendekat. Mereka tertidur sambil berpelukan hingga adzan subuh.


To be continued ...


°°°°°°°


Hey-hey kakak-kakak semua!!😁😁


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari ya! Insyaallah. Tapi updatenya tidak pasti. Karena Author nya harus mengutamakan kepentingan pekerjaan the real life 🙏🙏


Maka dari itu, mohon dukungannya 🤗🤗


Jangan lupa tinggalkan Like, komentar, favorit, rate bintang lima, gitfnya bisa berupa bunga ataupun kopi, vote juga Author bersyukur banget...😂😂


Kasih bintang juga di novel ini ⭐⭐⭐⭐⭐, biar novel ini semakin bersinar seperti Michelle dan Nathan!!!!🤗🤗


Novel ini hanya akan ada di aplikasi Novel toon dan Manga toon saja. Bila ada di Aplikasi lain berarti itu cuma plagiat, dan Plagiat tidak dibenarkan dalam kepenulisan!!!!😱😱


Jadi, jika ditemukan para pembaca setia Cahyaning Fitri menemukan adanya Plagiat, mohon dilaporkan ya!!!!🙏🤗


Dukung terus novel ini, tambahkan di rak baca kalian. Nikmati alurnya, dan selamat membaca.....🥰🥰🥰🥰


Dilarang boomlike, karena jika itu sampai terjadi, akan menurunkan performa novel Author..🤗🤗


Sehat-sehat buat kalian yang sudah setia hingga beberapa Bab, Semoga novel ini bisa menjadi penghibur di waktu senggang kalian....🥰🥰


Selamat membaca dan beraktivitas....🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2