Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
mata-mata


__ADS_3

Kevin dan Farah bekerja sedangkan Santi berada dirumah, keseharian Santi yang Kevin tau adalah selalu standby dirumah.


"hallo baby apakabar?" tanya seorang pria kepada sosok wanita yang baru saja datang kesebuah club'.


"hai beib" sapanya.


mereka berdua saling cium pipi kanan dan kiri.


"beib hari ini aku lagi bete banget" keluh wanita itu


"kamu kenapa baby?" tanyanya sambil mencubit kecil dagu wanita tersebut.


"hari ini kita senang-senang saja baby" goda pria itu


"cepat booking kamar aku mau istirahat" wanita itu bangun dari duduknya dan berjalan ke arah receptionis diikuti pria yang bersamanya


"pesan kamar satu atas nama Rudi" kata Rudi sambil menuliskan namanya.


"ini bayarannya" wanita itu membayar uang sewa kamar.


pria dan wanita tersebut masuk kedalam kamar yang sudah di pesan.


didalam kamar


"baby kamu mau istirahat sambil aku pijat plus-plus?" ujar pria itu.


"hmm beib seharian kemarin dia tidak menyentuh ku karena ada omma nya menginap dirumah" cerita Santi wanita yang selalu keluar rumah saat Kevin berangkat kerja


"tenang ajah baby aku yang akan memberikan kamu kepuasan karena memang hanya aku yang bisa memberikan itu kepada mu" bangga sang pria yang bernama Rudi itu.

__ADS_1


"aku akui memang permainan Kevin yang paling panas tapi hanya dia yang dapat terpuaskan sedangkan aku tidak" gumam Santi dalam hatinya sambil membuka beberapa kancing bajunya.


"ayo baby cepat buka semuanya aku akan memijat tubuhmu yang indah" Rudi sudah bersiap dengan peralatan pijatnya yang akan membuat Santi tergila-gila dengan permainannya.


dikantor Kevin.


"Ronal" panggil Kevin dari ruangannya


Ronal seorang asisten pribadi Kevin langsung masuk keruangan Kevin agar tidak kena marah boss nya itu.


"ada apa pak" tanya Ronal


"saya mau ke hotel Aster Praga, ada rapat hari ini disana" ujar Kevin sambil merapihkan meja kerjanya


"apa perlu saya ikut?" tanya Ronal.


"tidak perlu, kareba ada diskusi tentang peluncuran majalah terbaru kita kamu coba handle semua nanti berikan kabar kepada saya" Kevin langsung pergi meninggalkan Ronal.


Kevin mengendarai sendiri mobilnya menuju hotel milik mertuanya tersebut.


"selamat siang pak Kevin" dpaa para staff di loby.


Kevin hanya melambaikan tangan tanda membalas sapaan mereka


"hahahaha kak Hans bisa saja, kalau nanti aku sukses capai lima puluh customer yang booking ballroom aku pasti traktir kak Hans" Farah terlihat sangat ceria saat bersama Hans.


Kevin yang melihat adegan saling tertawa antara Hans dan Farah merasa dirinya tak dihargai.


"apa-apaan mereka bicara sedekat itu, padahal semua orang dihotel ini tau kalau dia sudah memiliki suami" kesal Kevin dalam hatinya.

__ADS_1


Farah memang sedang berbincang-bincang dengan hand di lorong loby dekat kantin kantor, karena Farah sering makan di kantin kantor Hans pun mengikutinya.


"ayo kita ke ruang meeting lima belas menit lagi meeting dimulai jangan sampai kita terlambat" kata Hans sambil melihat jam tangannya


"okeh kita naik keatas" Farah bergegas merapihkan kemejanya dan blazernya agar terlihat sedikit lebih rapih.


"udah, udah cantik kok enggak usah terlalu rapih" puji Hans sambil sedikit menggoda Farah.


"ah kak Hans nanti kalau terlihat lecek banget malu aku sama semua orang, ini kan meeting pertama ku" ujar Farah yang masih merapihkan sedikit pakaiannya.


Kevin pun berjalan kearah mereka dan pura-pura tidak melihat keberadaan Hans dan Farah.


"kevin' panggil Hans saat ia sadar ada Kevin


Kevin menghentikan langkahnya.


"Vin lu jarang banget sih ke kantor ada manajer promosi yang baru loh, sini gua kenalin" Hans menarik Kevin untuk berkenalan dengan Farah


memang tak banyak yang tau sosok siapa suami Farah, karena saat pernikahan semua terselenggara sangat tertutup sehingga hanya keluarga dekat yang hadir.


"kenalin ini Farah, Farah kenalin ini Kevin salah satu pemegan saham kita" Hans memperkenalkan Kevin kepada Farah begitu juga sebaliknya.


Kevin menjabat tangan Farah dan disambut baik oleh Farah, Hans yang melihat itu semua senang karena bisa memperkenalkan mereka berdua tanpa Hans sadari bahwa mereka adalah sepasang suami dan istri.


"ayo far kita ke ruang meeting" ajak Hans


Kevin pun ikut mereka menuju ruang meeting.


selama perjalanan ke ruang meeting Kevin sama sekali tidak dihiraukan oleh Farah dan Hans yang asik mengobrol berdua saja

__ADS_1


"istri macam apa bukan bilang kalau aku adalah suaminya, apa ia berniat bercerai dengan ku sehingga tidak ingin orang tau bahwa aku adalah suaminya" gumam Kevin dalam hati.


__ADS_2