
Farah yang sudah pulih kembali, merenungi niatnya yang akan kembali ke Indonesia, sudah pasti Kevin akan kembali juga bersamanya, tapi bagaimana cara dia untuk bicara dengan Hans, pria yang juga selama ini sangat baik kepadanya bahkan Hans selalu membantunya dimana sulit.
"apa yang harus aku katakan kepada kak Hans? aku sungguh bingung!" kata Farah sambil duduk menatap kaya dimeja riasnya.
"Farah, kau sudah memutuskan pilihan, jangan mundur dan jangan beri harapan kosong kepada orang lain" Farah bicara kepada dirinya melalui cermin yang memantulkan wajahnya.
"ingat Farah! jangan jadi pengecut! kamu harus mengatakan kejujuran meski pahit didengarnya"
Farah bangun dan merebahkan diri di tempat tidurnya untuk tidur.
*****
"kamu mau kemana?" tanya Michael
"aku mau bertemu kak Hans" jawabnya.
"sendiri?" tanya Michael lagi.
"aku bersama Kevin menemuinya" kata Farah dengan sendok yang tertahan diudara.
"kau yakin mengajak Kevin? apa tidak masalah?" ujar Michael.
"aku akan bicara kepada mereka berdua, aku akan menetapkan pilihanku didepan mereka" kata Farah
"jika itu yang terbaik menurutmu, lakukanlah!" kata Michael.
mereka kembali menikmati sarapan pagi dengan tenang dan damai karena semua masalah sudah teratasi, Farah juga sudah menetapkan pilihannya dan akan kembali ke Indonesia segera mungkin.
*****
"pak, pak, lepaskan saya! saya hanya disuruh oleh Anelis!" teriak Sham yang kini ditahan dikantor kepolisian.
"diam! mau di perintah atau tidak! kamu tetap yang melaksanakan semuanya, jadi! kalian semua harus ditahan!"
Sham dan ketiga anak buahnya ditahan di kantor kepolisian Singapura, mereka mendapatkan hukuman penjara dua tahun dan membayarkan denda.
__ADS_1
begitulah manusia jika tidak berfikir panjang tentang sebab dan akibat, setiap yang kita kerjakan akan selalu berdampak kepada diri kita sendiri, kalian mungkin berkhayal semua akan berjalan sesuai keinginan tapi kalian lupa semua yang kalian jalani hasilnya sudah diatur oleh tuhan yang maha kuasa, jadi teruslah berbuat baik agar dampak baik yang kita dapatkan.
*****
Farah bertemu dengan Hans dan Kevin, mereka bertiga duduk dan sempat terjadi keheningan, Farah sangat tau mereka semua menunggu dia berbicara.
"aku pertama ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian berdua karena sudah selalu membantuku dan melindungiku, terutama untuk..." Farah menjeda sejenak kata-katanya.
saat Farah menjeda perkataannya Kevin membusungkan dadanya, dia percaya Farah akan menyebut bahwa dia yang paling berjasa.
"terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kak Hans yang telah banyak membantuku selama di Singapura, jika tidak ada kak Hans dimasa sulit mungkin aku juga tak akan menjadi wanita yang bisa memimpin restoran seperti saat ini" kata Farah.
selesai mendengar perkataan Farah Kevin kembali lesu, apa yang dia bayangkan ternyata tidak kejadian, Farah ternyata lebih banyak memuji Hans.
"kak Hans, aku ingin meminta maaf sedalam-dalamnya karena, aku tidak bisa memberikan hati ini untukmu" kata Farah sambil menatap sendu kearah Hans.
"tidak apa Farah, yang terpenting aku sudah berusaha dan aku bahagian jika kamu bahagia" kata Hans yang tiba-tiba menggenggam tangan Farah.
Kevin yang melihat hal itu menjadi cemburu, tapi dia menahannya karena dia sadar ini adalah sebuah perpisahan yang mungkin cukup berat untuk Hans karena kehilangan wanita yang dia cintai untuk kedua kalinya.
"Farah, aku mungkin akan tetap menetap di Singapura, tapi jika aku sudah bisa menata hati ini, aku akan kembali ke Indonesia mengelola kembali restoranku yang ada di sana!" kata Hans.
"Kevin! aku ingin kau menjaga Farah, jika kau kecewakan dia lagi, aku pastikan, aku akan merebutnya paksa darimu dan akan menikahinya meski dia belum kau ceraikan!" kata Hans mengancam Kevin.
"mana bisa, menikahi wanita yang belum diceraikan suaminya!" gerutu Kevin dengan mulut yang komat Kamit.
Farah yang melihat Kevin sedang komat Kamit menjadi tertawa.
"aku pamit dulu, aku doakan kalian berbahagia selalu" Hans pergi meninggalkan Kevin dan Farah.
"terima kasih Hans, bye, sehat-sehat lah selalu dan cepat temukan pujaan hatimu agar kau tidak menggoda istriku lagi!" teriak Kevin yang dibalas cubitan kecil dipinggangnya.
"Aaaw, sakit sayang, kamu sepertinya mulai genit" kata Kevin dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Farah.
Farah langsung menaruh tangannya yang lentik ke wajah Kevin dan mendorongnya agar menjauh dari dirinya.
__ADS_1
"jangan terlalu dekat, nanti kamu menjadi menggila" celetuk Farah.
"aku sudah sangat menggila sayang, bahkan aku tidak sanggup lagi jauh dari dirimu" kata Kevin dengan tersenyum.
"jangan menggombal, aku benci saat kau menggombal"
"oh ya? suatu hari kamu akan benar-benar cinta dengan gombalanku, bahkan tidak bisa seharipun tak mendengar gombalanku"
mereka berdua tertawa, tawa mereka sangat jelas menggambarkan perasaan mereka saat ini, sangat terlihat Farah bahagian dengan keberadaan Kevin di dekatnya dan terlihat jelas bahwa Kevin sangat mencintai Farah.
*****
"tuhaaaan, disaat keinginanku terlebih bosku kembali dengan istrinya, tapi mengapa malah pekerjaanku semakin menumpuk, semua hal yang harus dia kerjakan hari ini, diserahkannya semua kepadaku!" Ronal meronta setelah melihat perlakuan Kevin kepadanya.
saat ini Ronal sedang kelelahan dan kesal melihat pekerjaan yang menumpuk sedangkan Kevin sedang asik bersama Farah.
*****
"kamu hari ini tidak sibuk?" tanya Farah kepada Kevin.
mereka saat ini sudah berada di dalam mobil, Kevin memegang tangan Farah dengan satu tangan sedangkan tangan satunya memegang stir mobil, Kevin seakan tidak ingin melepas genggaman tangannya, sesekali dia mengecup punggung tangan Farah dan membuat Farah tersentuh.
kini dua indah itu seperti sedang dimabuk cinta, mereka berdua seperti sepasang kekasih bukan seperti sepasang suami istri, sebab hanya sepasang kekasih yang terkadang melakukan hal konyol dan terlalu bucin.
"aku hari ini tidak sibuk, jadi aku ingin pergi bersamamu ke pantai" kata Kevin sambil menoleh ke arah Farah.
"maafkan aku Ronal! kau harus bekerja sendirian dulu, aku janji setelah ini akan memberimu bonus tiga kali gaji mu! karena berkat usahamu aku bisa kembali bersama istriku, Farah" batin Kevin sambil mengecup punggung tangan Farah.
mereka berdua pergi menuju pantai yang sudah Kevin rencanakan semalam, Kevin semalaman mencari tempat romantis untuk menyatakan cintanya secara resmi kepada Farah, karena dia selama ini belum pernah menyatakan cinta.
flashback on
Kevin membuka aplikasi di ponselnya dan mencari tempat romantis.
"waah ini sepertinya cocok, aku akan mengajak Farah kemari dan menyatakan cintaku!" kata Kevin sambil memeriksa alamat tujuannya.
__ADS_1
"sepertinya aku juga harus memberikan hadiah untuknya! masih jam tujuh malam, aku masih sempat pergi ke toko perhiasan" gumam Kevin yang langsung bergegas bersiap pergi ke toko perhiasan membeli hadiah untuk Farah.
flashback off