Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Orang tua muda


__ADS_3

Hans, baby dan juga Farah bermain bersama di taman, selesai memberikan susu kepada baby, Farah menepuk-nepuk punggung bayi cantik itu, Farah benar-benar persis seperti seorang ibu muda.


"baby, kamu sudah tidak haus kan, sekarang kita bernyanyi agar baby bisa bobo"


Farah mulai bernyanyi, Farah sangat suka lagu ambilkan bulan Bu, karena dia dulu sangat ingin ibunya menyanyikan lagu itu, sayangnya Farah tak bisa mendengar alunan lagu itu dinyanyikan oleh ibunya.


Ambilkan bulan, Bu


Ambilkan bulan, Bu


Yang s'lalu bersinar di langit


Di langit, bulan benderang


Cah'yanya sampai ke bintang


Ambilkan bulan, Bu


Untuk menerangi


Tidurku yang lelap


Di malam gelap


Ambilkan bulan, Bu


Ambilkan bulan, Bu


Yang s'lalu bersinar di langit


Di langit, bulan benderang


Cah'yanya sampai ke bintang


Ambilkan bulan, Bu


Untuk menerangi

__ADS_1


Tidurku yang lelap


Di malam gelap


Ambilkan bulan, Bu


Ambilkan bulan, Bu


Hans sangat senang melihat Farah menyanyi namun dia juga merasakan kesedihan dalam suara Farah.


"pasti kamu merindukan ibu mu Farah" batin Hans.


Farah yang sejak bayi sudah ditinggal meninggal oleh ibunya hanya bisa melihat sosok nenek yang begitu menyayanginya.


"baby"


Hans dan Farah mengajak bicara baby dan bercanda bersama bayi mungil itu.


"lucu sekali bayinya, namanya siapa?" tanya salah satu orang yang lewat.


"nama ku baby omma," jawab Farah pada wanita paruh baya.


"kamu beruntung sekali memiliki istri dan anak yang sangat cantik" celetuk wanita itu. sontak Hans dan Farah saling berpandangan.


"dada baby cantik" wanita paruh baya itu melambaikan tangannya.


"hah, lucu sekali dia, apa setiap wanita dan pria yang membawa seorang anak kecil dia anggap suami istri?" pekik Farah.


"sudah lah, dia kan tidak tau jadi tidak usah dimasukkan kehati" ujar Hans, padahal didalam hatinya sangat senang ketika mendengar ucapan wanita tadi.


"seharusnya dia bertanya bukan asal bicara!" Farah masih saja kesal.


Hans yang melihat itu tertawa kecil, karena memang dia berharap Farah menjadi istrinya dan mereka memiliki putri kecil yang cantik


"hai, waaah sekarang banyak sekali pasangan muda yang senang berjalan-jalan ketaman bersama anak mereka, kamu cantik sekali bayi" celetuk pria yang sedang berlari santai dan menyentuh pipi tembam baby lalu kembali berlari lagi.


Farah semakin kesal, semua orang yang menanggap dirinya dan Hans adalah seorang pasangan suami istri.

__ADS_1


Hans tertawa melihat kekesalan diwajah Farah.


"haiiish, kenapa mereka bicara seenaknya begitu, apa perlu aku tulis di troli baby kalau dia bukan anakku?" umpat Farah dengan meniup kasar poninya.


"kalau kamu lakukan itu maka mereka akan curiga kamu menculik seorang anak kecil" kata Hans dan kembali tak tahan menahan kegeliannya.


"aaaaah aku kesal!" Farah menghentakkan kakinya di rumput taman sangking kesalnya.


"baiklah lebih baik kita pulang saja!" Farah berdiri dan dia mulai mendorong troli baby.


"biar aku saja, nanti takutnya sangking kamu kesalnya, kamu mendorong terlalu kencang troli baby" ledek Hans.


"iiish kak Hans!" Farah melepaskan tangannya dari dorongan troli dan mereka berjalan keluar dari taman.


selama perjalanan lagi-lagi semua mata tertuju kepada mereka bertiga dan sesekali tersenyum.


"senangnya menjadi orang tua muda, masih penuh semangat dan gairah jiwa muda" kata seorang pria yang tengah berlari kecil bersama wanita disisinya.


"seperti kita zaman dulu ya pih" ujar wanita yang diduga adalah istri pria tersebut.


Farah mempercepat langkahnya dan hampir meninggalkan Hans yang sedang mendorong troli baby.


*****


"kamu sudah pulang?" tanya Michael


"hmmm" jawab Farah.


"lalu dimana baby?" tanya kakak iparnya yang tak melihat troli dan baby.


"masih berjalan dibelakang" seru Farah.


"dibelakang? maksudmu bagaimana?" teriak Michael.


"baby bersama ku, aunty nya sangking kesalnya dengan perkataan orang ditaman membuatnya meninggalkan kami berdua" ujar Hans.


"perkataan apa yang sampai membuat mu kesal?" tanya Michale sambil mengambil alih troli baby.

__ADS_1


"dia kesal karena dianggap orang tua baby dan disangka istriku" jawab Hans.


Michael dan istrinya langsung tertawa mendengar cerita dari Hans.


__ADS_2