Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
bagaikan ratu di film drama korea


__ADS_3

"kaniaaa" teriak Farah saat melihat Kania diloby hotel.


"Bu Farah" teriak Kania juga.


mereka berdua berpelukan seakan-akan habis terpisah berminggu-minggu padahal hanya dua hari mereka tak berjumpa


"aku enggak dipeluk juga?" tanya Hans yang tiba-tiba berada didekat mereka berdua


"pak Hans ada-ada ajah, mau banget ya dipeluk cewek cantik" goda Kania kepada Hans.


Hans hanya bisa senyum senyum mendengan ucapan kania, Hans yang sejak dulu memendam rasa kepada Farah dan terlambat untuk mengutarakan isi hatinya karena Farah keburu menikah.


Farah, Hans dan Kania berjalan bersama dan berpisah saat sampai diruangan masing-masing.


"semangat" kata Hans pada Farah.


"semangat" Farah bergantian menyemangati.


setelah Project promosi selesai Farah dan Kevin tidak lagi terlibat dalam pekerjaan yang sama kini mereka bekerja di kantor masing-masing.


"Farah lagi apa ya" Kevin bertanya dalam hatinya


entah mengapa tiba-tiba terlintas Farah difikirannya, seketika Kevin langsung tersadar.


"apa-apaan sih kenapa mikirin dia"rutuk Kevin pada dirinya sendiri.


tok tok tok


"masuk"


Ronal masuk keruangan Kevin.


"pak hari ini ada meeting internal jam sepuluh " Ronal mengingatkan jadwal Kevin hari ini.


"siapkan semuanya jam sepuluh saya akan keruang meeting" kata Kevin sambil mengotak Atik laptopnya


"pak tadi nyonya besar bilang ingin mengajak bapak makan siang bersama" kata Ronal.


"omma?" tanya kevin.


"Iyah pak" jawab Ronal


"baik sampaikan aku nanti kesana" ujar Kevin yang sudah tau dimana omma nya biasa makan siang.


setelah menyelesaikan pekerjaannya Kevin langsung bergegas menuju cafe tempat ommanya menunggu.

__ADS_1


Kevin melajukan mobilnya tanpa supir yang menemani.


"omma" Kevin menyapa ommanya.


"Vin duduk" kata omma


"omma tumben minta Kevin ketemuan?" tanya Kevin


"omma suntuk ajah Vin dirumah, kan orang tua kamu lagi diamerika dan omma dirumah hanya dengan pembantu dan beberapa satpam" keluh omma.


"Iyah deh omma Kevin minta maaf ya beberapa hari ini jarang banget perhatiin omma" ujar Kevin sambil mengelus tangan ommanya


"Vin kapan kamu mau kasih omma buyut?"


"uhuk" Kevin tersedak saat ommanya lagi-lagi bertanya soal anak


"hati-hati minumnya, ditanya gitu ajah keselek" ujar ommanya


berbeda dengan Kevin yang makan siang bersama ommanya, Farah makan siang bersama papanya dihotel.


"far, kapan kamu mau kasih papa cucu?" tanya papa tiba-tiba


"pah please jangan tanya soal itu dulu" jawab Farah


"Farah kamu itu anak perempuan papa satu-satunya, Kaka ipar mu sudah melahirkan dua anak pada pernikahan ditahun ke empat mereka, kamu sudah hampir memasuki usia dua tahun pernikahan tapi belum memiliki satu pun anak" kudomo sedikit mendesak Farah.


"gimana mau hamil orang dia ajah enggak pernah sentuh aku" gumam Farah dalam hati.


setelah perbincangan antara Farah dan papanya selesai mereka kembali keruangan masing-masing.


Farah yang termenung memikirkan kelanjutan rumah tangganya sampai tak menyadari Kania sudah berada didepan meja kerjanya


"Bu Farah" panggil Kania


"Bu" Kania mengarahkan tangannya dan menggerakkannya ke kiri dan kekanan namun Farah tak kunjung berkedip.


"Bu faraaaaah" Kania berbisik di telinga Farah.


Farah yang bergidik karena seakan-akan mendapat bisikan makhluk halus pun akhirnya menyadarkan dirinya dari lamunan.


"Kania kamu bikin saya kaget ajah, bukan ketuk pintu dulu malahan berbisik ditelinga saya" gerutu Farah panjang lebar


"Bu Farah saya sudah ketuk pintu berkali-kali dan memanggil Bu Farah berkali-kali juga tapi itu tetap melamun" kata Kania sambil berbicara ala pendongeng


"masa sih, ah kamu ngaco kali" Farah menyangkal

__ADS_1


"ibu mau saya tunjukan rekaman cctv?" Kania kembali meledek Farah


"okeh okeh maaf saya tadi melamun" Farah pun mengakui dan dibalas senyum oleh Kania.


kehidupan Farah yang terasa bagaikan seperti ratu di film-film kolosal kerajaan korea, ratu yang tak pernah dikunjungi raja, ratu yang selalu diabaikan dan raja selalu memilih bersama selir tercintanya.


"gimana cara nya Farah bisa hamil kalo gua ajah enggak mau sentuh dia, Santi juga pasti akan marah besar karena gua bercinta dengan Farah, lagi pula kalo dipaksain emang bisa keluar" ujar Kevin dalam hati


Kevin membayangkan bagaimana jadinya jika ia harus terpaksa melakukan hubungan suami istri bersama Farah tanpa rasa cinta dan tanpa rasa saling menginginkan.


Kevin kembali kerumah dan segera membuka pintu kamarnya untuk bertemu dengan Santi wanita pujaan hatinya.


ceklek


pintu kamar dibuka namun tak ia temukan sosok yang ia cari.


"bi sari... bii" panggil Kevin


"Iyah tuan, ada apa?"


"bi kemana Santi?" tanya Kevin


"bibi enggak tahu tuan Bu Santi pergi kemana" jawab bibi sambil ketakutan.


"apa Santi tidak menitipkan pesan apapun ke bibi?"tanya kevin lagi.


"enggak pernah tuan" jawab bibi


"enggak pernah? berarti Santi selalu keluar rumah?" tanya Kevin


"maaf tuan bibi enggak berani jawab" bibi lantas pergi meninggalkan Kevin


Santi yang dicari Kevin sedang asik bersama pria pujaan hatinya yang bernama Rudi


"ayo sayang sekali lagi aku kangen kamu" ujar Santi pada Rudi diatas ranjang


"sayang ini sudah jam tiga sore apa kamu tidak kembali kerumah Kevin?" tanya Rudi


"biarin ajah aku hari ini mau sama kamu, lagi pula dia pasti sibuk dikantor karena pekerjaannya yang tertunda efek dari pembuatan iklan hotel baru nya" jelas Santi yang sedikit mabuk


cekrek cekrek


seseorang yang mengawasi Santi mengambil foto Santi yang sedang berduaan dengan kekasihnya


"ini beberapa foto Santi dengan kekasihnya" tulis pesan orang itu kepada seseorang yang membayarnya untuk menyelidiki kegiatan Santi.

__ADS_1


"


__ADS_2