Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Makan malam


__ADS_3

keluarga William mengadakan syukuran kecil-kecilan di rumah mereka. Eliz mengundang semua orang yang berperan penting dalam mengusut tuntas kasus yang menimpa cucunya.


"aku mengundang kalian semua untuk mengucapkan rasa terima kasih ku, terima kasih sudah banyak berperan dalam proses kejahatan Anelis" Eliz memberikan ucapan terima kasihnya kepada semua yang membantu Farah.


"terutama untuk Hans, Kevin dan personal asisten Kevin yang bernama Ronal" sambung Eliz.


"mari kita bersulang" teriak Devan setelah neneknya duduk kembali


mereka semua bersulang dan menikmati minuman yang telah disediakan, setelah selesai bersulang mereka dihidangkan dengan menu makan malam yang sangat mewah.


menunya ada daging, ayam, ikan, sayuran, buah-buahan dan aneka kue. Ronal yang melihat hidangan itu sangat takjub, baru pertama kali ini dia makan bersama keluarga William yang terkenal dengan hidangannya yang sangat lezat dan benar saja baru dilihat sudah membuat mata terpana.


"silahkan dicicipi" kata Eliz.


Ronal langsung menyendok menu daging saus teriyaki yang sudah menggoda lidahnya, Kevin yang melihat kelakuan Ronal langsung menepis tangan yang sedang menyendok untuk kedua kalinya.


"jangan membuatku kehilangan muka dihadapan Farah!" bisik Kevin sambil merapatkan giginya.


"tapi masakan ini terus memanggilku, dia memintaku untuk terus menyendoknya" ujar Ronal.


Farah yang melihat kedua tingkah pria dihadapannya ini tertawa diam-diam, Kevin dan Ronal tak sadar kalau Farah sedang memperhatikan mereka berdua.


"Hans, apa rencanamu kedepannya?" tanya Devan yang melihat Hans termenung sendirian di taman setelah makan malam usai.


"aku belum ada rencana apapun" jawab Hans.


"kau masih menginginkan Farah?" tanya Devan.


"masih, jika memang ada kesempatan untukku" Hans meneguk minumannya dengan kasar.


"Hans, aku dengar beberapa waktu lalu, hubungan mu dengan adikku sudah cukup dekat, teruskanlah, siapa tau kalian memang berjodoh" kata Devan memberikan semangat kepada sahabatnya.


Hans mengingat kembali peristiwa dimeja makan tadi, Farah tertawa kecil sambil melihat Kevin, Hans yang duduk disebelah Farah melirik kearah Kevin yang sedang berbisik kepada Ronal, di sana Hans mulai merasa bahwa kesempatannya sudah tidak ada.


"kak Hans" sapa Farah.


"hmm" jawab Hans


"terima kasih, telah membantu ku" Farah mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikannya kepada Hans.


"apa ini?" tanyanya.

__ADS_1


"hadiah untuk kak Hans, simpanlah" kata Farah


Hans memperhatikan kotak kecil itu, dia tersenyum dan kembali bersemangat untuk mengejar cintanya.


"apa yang diberikan Farah untuk Hans" batin kevin sambil memperhatikan Farah dan Hans.


"pak kevin, kue ini sangat enak sekali" Ronal bicara dengan mulut yang penuh dengan kue di dalamnya.


"Ronal hentikan! kau sepeti tidak makan setahun saja!" kata Kevin memarahi tingkah Ronal.


"kalau memang makanan ini dihidangkan setahun sekali, aku rela tidak makan seharian untuk menanti hari penyajian masakan" ujarnya.


Kevin semakin jengkel melihat personal asistennya yang bersikap sangat tidak berkelas.


********


tamu undangan sudah pulang semua setelah acara makan malam selesai.


Farah menaiki anak tangga sampai menuju depan kamar nya, dia masuk kedalam kamar dan duduk di kursi.


"lelah sekali" Farah memutar lehernya ke kanan dan ke kiri sangking lelahnya.


"besok aku akan kembali ke restoran, sudah cukup aku beristirahat" Fatah membersihkan wajahnya sambil menatap cermin yang berdiri diatas meja rias.


*****


Hans sampai dirumahnya, dia melihat kotak kecil pemberian Farah saat masih didalam mobilnya.


Hans turun dari mobil, masuk kedalam rumah dan dia menuju kamarnya yang berdesain klasik.


kotak yang tadi dibawanya langsung dia buka dan sebuah gantungan kunci yang didesain khusus untuk dirinya, bentuk wajah pria yang mirip dirinya dan terdapat namanya tepat di dagu wajah yang menjadi gambar gantungan kunci.


"lucu sekali, gambar wajah ku dan nama ku, kamu memang sangat pintar memberikan cenderamata Farah"Hans tersenyum untuk yang kesekian kalinya.


******


Kevin memasuki kamarnya dan dia teringat apa yang Farah berikan kepada Hans, saat diacara tadi.


"kenapa hanya dia yang diberikan hadiah? kenapa aku tidak?" Kevin bertanya-tanya.


"kalau itu hadiah ucapan terima kasih, seharusnya aku juga dapat karena aku yang lebih banyak berperan di sini!" Kevin kembali bergumam kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"aaah, lebih baik aku tidur saja, semoga besok Farah memberikan hadiahnya untukku" harap Kevin


cling


satu pesan masuk kedalam kotak pesan di ponsel Kevin. dia langsung mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"siapa yang mengirim pesan malam-malam begini" kata Kevin sambil membuka kunci layar ponsel.


Kevin mengklik gambar kotak pesan yang ada di layar, dan betapa terkejutnya dia melihat ada nama Farah di pesan paling atas.


Kevin langsung membangunkan badannya dan duduk ditepi kasur. Kevin terus tertawa hanya karena Farah mengiriminya pesan singkat meski dia belum tau apa isi pesan tersebut.


Kevin perlahan membuka pesan yang Farah kirimkan untuk dirinya, ini pertama kali Farah menghubunginya lewat ponsel.


besok siang, aku akan mentraktir mu makan.


kita bertemu besok di restoran NineOne.


Farah mengakhiri pesan singkatnya, dan mata Kevin langsung terbelalak membaca pesan yang istrinya kirim.


"Farah aku pasti akan kesana, tunggu aku"


Kevin melompat kegirangan setelah membaca pesan itu, hatinya dipenuhi hujan bunga malam ini.


"malam ini aku bisa tidur terlelap dengan hati yang bahagia" Kevin menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan dia terlelap dalam sekejap.


******


"semoga kau sudah membaca pesan yang aku kirimkan, aku tidak tau harus memberikan hadiah apa untukmu, karena aku tidak tau seleramu seperti apa, lain hak dengan kak Hans yang memang aku tau apa yang dia sukai" ujar farah.


Farah meski sudah menikah dengan Kevin namun mereka tidak memiliki hubungan yang cukup baik selama masa pernikahannya, berbeda dengan Hans meski mereka tidak memiliki ikatan, tapi kedekatan mereka sudah terjalin sejak Farah duduk dibangku kuliah, menjadi senior yang selalu berad di sisi Farah, membuat Farah mengerti Hans.


*****


malam ini mereka semua diselimuti dengan hati yang berbunga-bunga, mendapatkan sesuatu hal dari wanita yang disukai oleh mereka, membuat pikiran mereka melayang bebas seakan tidak ingin menginjakkan kaki di bumi lagi.


Farah yang memberikan hadiah kepada dua pria tampan itu merasa sangat berterima kasih atas apa yang mereka lakukan untuknya.


Hans dan Kevin adalah dua orang yang memiliki watak berbeda, Hans yang meski selalu mengalah tapi dia memiliki sifat yang keras jika sudah tidak menyukai orang lain tapi dia bisa bekerjasama dengan Kevin yang merupakan saingannya.


Kevin pria yang arogan dan tidak mau mengalah juga bisa menyingkirkan semua itu demi mengusut kasusnya dan bekerjasama sangat baik dengan Hans.

__ADS_1


Farah senang Kevin sudah sedikit berubah dan bersikap sedikit lebih dewasa.


__ADS_2