
"selamat pagi semuanya" salam Farah kepada staff yang hari ini masuk shift pagi.
"selamat pagi Bu Farah"
Farah dan para staff lainnya berkumpul lalu membuat lingkaran, mereka saling berpegangan tangan.
"mari sebelum kita bekerja, kita berdoa terlebih dahulu, berdoa dimulai"
Farah memimpin doa seperti biasa setiap pagi.
"berdoa selesai" Farah mengakhiri aktivitas berdoa dan mereka kembali kepekerjaan masing-masing.
"pak Hans belum datang?" tanya Farah kepada Maria yang berjalan dibelakang Farah.
"belum Bu, mungkin seperti biasa pak Hans mengurus bisnisnya dulu baru dia akan datang kemari" ujar Maria.
Hans memang tidak fokus di restoran milik keluarga William karena Hans di Singapura memiliki bisnis keluarga yang dia juga harus kelola.
"Maria tolong berikan laporan beberapa hari lalu saat saya tidak masuk bekerja" ujar Farah.
"ini catatan laporan beberapa hari lalu, saya sudah cocokkan dengan pembelian dan jumlah stok yang ada di dapur" Maria memberikan sebuah buku besar dan juga beberapa catatan diantaranya adalah catatan stok makanan, catatan kasir dari hasil penjualan perhari dan catatan pemasukan selama satu Minggu.
__ADS_1
"terimakasih Maria, saya akan periksa terlebih dahulu, kamu boleh kembali bekerja" kata Farah.
"saya izin pamit kembali keruang kerja" kata Maria.
Farah langsung mencocokkan hasil catatan dengan teliti dan ternyata penjualan mie sekarang lebih tinggi.
"mie semakin populer belakangan ini, aku harus menciptakan menu baru agar semua menu menjadi favorit" gumam Farah sambil berfikir.
******
"Ronal, kita pergi ke restoran Farah" ujar Kevin ditelepon sambil bersiap-siap.
Kevin keluar kamarnya dan menuju parkiran mobil.
"pagi, kamu sudah sarapan kan?" tanya Kevin setelah menjawab salam pagi dari Ronal.
"sudah pak" jawab Ronal.
"kalau begitu kita langsung ketempat Farah, kamu masih ingatkan jalan ke restoran bakoste?"
"ingat pak, kan kalau tidak ingat tinggal cari di maps" ujar Ronal dan sedikit membuat Kevin kesal.
__ADS_1
*****
Indonesia
"papa, apa Kevin sudah berhasil menemukan Farah?" tanya Ratih kepada suaminya yang sedang sibuk membaca koran online.
"tenang saja, kan ada Ronal juga yang membantunya disana, pasti Kevin bisa menemukan Farah dengan cepat" jawab Atma Jaya.
Ratih setuju dengan perkataan suaminya, dia kini yakin Kevin akan menemukan Farah, Ratih sangat ingin mereka berdua kembali menjadi suami istri namun melalui proses yang benar kali ini, dengan cinta, saling sayang, saling menjaga dan saling setia.
"gunakan kesempatan kedua ini dengan baik Kevin, mama tidak mau kehilangan Farah, menantu yang sudah mama anggap anak kandung" batin Ratih.
*****
"pah kenapa papa kasih Kevin kesempatan kedua? papa tau kan perlakuan Kevin yang sangat tidak memiliki rasa kemanusiaan?" tutur Devan saat tau bahwa papanya memberi kesempatan Kevin untuk kembali kepada adiknya.
"papa tidak memberikan kesempatan kedua, papa hanya ingin tau apakah benar dia akan memperjuangkan Farah, papa juga sudah tau kalau wanita itu tidak mengandung anak Kevin" jelas Kusumo
"pah mungkin benar wanita itu tidak mengandung anaknya tapi kenyataannya tetap mereka berdua sudah melakukan hal diluar norma" Devan semakin kesal.
"sudahlah, jika memang mereka bukan jodoh tidak mungkin lagi bersatu, tapi kalau memang mereka jodoh sekuat apapun kita menghalangi mereka akan tetap bersatu" jelas Kusumo
__ADS_1
"apa yang papa bilang memang benar tapi entah mengapa hati ini tidak rela jika adikku kembali kepada laki-laki kurang ajar itu!" batin Devan sambil mengepal tangannya mencoba mengontrol emosi.