Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Tragedi


__ADS_3

Farah pergi mengendarai mobilnya untuk kesuatu tempat yang harus segera ia datangi pagi ini.


"hallo pak, saya akan datang sebentar lagi, mohon dapat ditunggu" Farah menelepon seseorang dengan ponselnya


"terima kasih" Farah kemudian menutup telepon.


Farah kembali fokus mengendarai mobilnya, dia keluar gang rumah dan tiba-tiba sebuah mobil lewat didepannya dengan sangat cepat dan tidak membunyikan klakson terlebih dahulu.


Farah panik dan dia langsung membanting stir mobilnya.


Bruuuk


Farah menabrak tiang listrik.


Farah terkejut dan tiba-tiba kepalanya merasa pusing dan dia pingsan.


******


"selamat pagi, dengan keluarga Farah Quinn Praga?" ujar seorang wanita dari seberang telepon.


"benar, dengan siapa saya bicara?" tanya Michael menerima panggilan telepon.


"maaf saya bicara dengan siapa ya?" tanyanya lagi.


"saya dengan kakak nya Farah, maaf ada apa ya?" tanya Michael


"saya ingin menyampaikan bahwa adik bapak mengalami kecelakaan tunggal dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit cipta"


hati Michael langsung hancur dan dia tidak mampu lagi berkata sepatah katapun, tangan Michael mendadak lemas dan telepon yang digenggamnya jatuh.


"Michael kamu kenapa?" tanya Eliz yang melihat cucunya mematung tak berdaya.


"Farah ... Farah" Michael langsung berlari secepat mungkin dan meraih kunci mobilnya yang ada di kapstok, dia langsung membuka pintu mobil lalu mengendarainya.


*****


"ada apa dengan anak itu? setelah menyebut nama adiknya dua kali dia langsung berlari"


Eliz melihat telepon menggantung dan dia langsung merapihkan teleponnya, ketika dia mengarahkan telepon ke telinga ternyata sambungan sudah terputus.


******


Michael mengendarai mobil dengan secepat mungkin.


saat di persimpangan jalan Hans yang hendak kerumah keluarga William mengurungkan niatnya karena khawatir dengan cara mengemudi Michael, dia lalu mengikutinya.


*****


"maaf saya mau tanya dimana ruangan atas nama Farah Quinn Praga"tanya Michael dengan wajah yang panik


"pasien ada di kamar rose dua"


setelah mendengar informasi dari suster, Michael langsung berlari kekamar perawatan.


******


"untuk apa Michael kerumah sakit?" tanya Hans sambil memperhatikan Michael yang melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit dan pergi ke pusat informasi.


karena penasaran Hans turun dan dia menghampiri pusat informasi.


*maaf suster pria tadi ada apa kemari?" tanyanya.

__ADS_1


"ooh, adiknya mengalami kecelakaan" kata suster.


"ke ... kecelakaan?"


"benar pak"


"apa namanya Farah?" tanya Hans untuk memastikan berita yang dia terima.


"benar pak" jawab suster.


"dimana dia dirawat?"


"maaf bapak siapa ya?" tanya suster kepada Hans.


"saya ... saya tunangannya" kata Hans karena hanya jawaban itu yang memungkinkan dia bisa mendapatkan informasi seputar Farah.


"pasien di rawat di ruang rose dua"


sama dengan Michael, Hans setelah mendapatkan informasi itu langsung berlari kearah ruang perawatan Farah.


******


"Farah!" panggil Hans saat sampai dikamar Farah.


Farah dan Michael langsung menoleh


"Hans"


"kak Hans"


adik dan kakak itu memanggil nama Hans dengan serempak.


"kenapa kau bisa disini?" tanya Michael


"tidak sengaja tadi aku melihat mu mengendarai mobil begitu kencang" kata Hans memberikan jawaban atas pertanyaan Michael.


"kamu baik-baik saja?" Hans kembali bertanya.


"aku baik-baik saja, hanya leherku sedikit sakit" jelas Farah.


"bukan hanya sakit tapi lihat lehermu sampai di gips" kata Michael.


"kenapa kamu bisa mengalami kecelakaan?" tanya Hans.


"hmmm aku akan ceritakan saat gips ini sudah lepas, rasanya tidak nyaman ketika berbicara" ujar Farah.


"aku pun tidak tahu kenapa, tapi aku melihat jelas pria itu tersenyum kearah ku saat aku kehilangan kendali" Farah mengingat kembali kejadian yang menimpanya.


*****


Farah di papah oleh Hans masuk kedalam rumah.


"Farah!" teriak Eliz


Eliz sangat terkejut cucunya harus dipapah dan lehernya digips.


"apa yang terjadi dengan adik mu?" tanya Eliz.


"nek, biarkan aku istirahat dulu, nanti aku yang akan cerita, aku pun belum menceritakan apapun kepada kakak"kata Farah


"kak Hans bisa tolong antar aku kekamar?" ujar Farah

__ADS_1


Hans membantu Farah menaiki anak tangga dengan perlahan karena kaki Farah masih sedikit lemas, sampai dikamarnya Farah langsung berbaring ditempat tidur untuk beristirahat.


"kak, mungkin beberapa hari aku tidak pergi ke restoran, mohon bantuannya untuk mengawasi restoran" pinta Farah.


"tenang saja tanpa kamu minta pun aku akan melakukannya" jawab Hans sambil menyelimuti tubuh Farah.


"terima kasih"


Farah memejamkan matanya karena tubuhnya masih terasa sangat lemas.


Hans yang melihat Farah sudah tertidur, dia pun keluar kamar dan kembali kelantai dasar untuk menemui Michael.


*****


"jadi tadi kamu berlari kencang karena mendengar kabar adik mu kecelakaan? Michael kenapa kamu tidak bicara kepada nenek?" marah Eliz sampai memukul ringan Michael.


"maafkan aku nek, aku saat itu panik tidak bisa berfikir apa-apa, aku hanya bisa berlari untuk melihat keadaan Farah!" jelas nya.


"tapi kenapa anak itu bisa seceroboh ini, dia tak pernah melakukannya meski dalam keadaan tertekan!" ujar Eliz yang memastikan cucunya selalu berfikir waras saat menyetir meski dalam keadaan apapun.


"aku juga tidak tahu nek, nanti kita tanyakan kepada Farah jika dia sudah sembuh" kata Michael.


"eh, Hans, kemari bergabung lah" ajak Michael yang melihat Hans turun dari tangga.


"apa Fatah sudah tidur?" tanya Eliz yang masih khawatir.


"sudah nek, dia sudah tidur" jawab Hans.


"syukur lah, terima kasih Hans"


Hans tersenyum ketika dirinya sudah sangat diterima di keluarga ini.


"Hans apa ada masalah saat perlombaan? karena Farah setahu ku tidak pernah seceroboh ini" Michael bertanya kepada Hans tentang situasi saat diperlombakan kemarin.


"semua berjalan dengan sangat baik, hanya saja ...," Hans menghentikan ucapannya.


"ada apa Hans?" tanya Eliz dengan wajah serius.


Hans menceritakan semua kejadian yang mereka alami di acara perlombaan, begitu terkejutnya Michael dengan apa yang Hans katakan.


"apa Anelis benar-benar melakukannya?" Michael merasa tidak yakin.


"benar, entah ada apa dengan Anelis sehingga menganggu Farah" ujar Hans.


"apa ini ada hubungannya dengan restoran yang mulai maju?" celetuk Michael.


"bisa jadi, tapi tidak mungkin keluarga itu melakukannya, nenek kenal betul dengan keluarga Louis, mereka selalu sportif dalam hal apapun!" jelas Eliz yang perkataannya semakin membuat abu-abu niat Anelis.


"kita harus mencari tahunya Hans, terutama kamu yang pernah menjalin hubungan dengannya!" tegas Michael kepada sahabatnya itu.


"pasti, aku pasti akan memastikannya" Hans setuju dengan perkataan Michael.


"aku bahkan akan segera menyelidiki kecelakaan ini, aku takut anelis lah yang melakukan hal keji ini kepada Farah, aku tahu betul seperti apa Anelis!" batin Hans sambil menerka-nerka.


*******


"kami sudah melakukan sesuai perintah bos, infonya wanita itu mengalami cedera dibagian lehernya"


"bagus, kerja kalian sangat bagus!" kata nya dengan sangat senang.


"ini baru permulaan Farah!" ujarnya.

__ADS_1


__ADS_2