
Farah sangat kaget menyaksikan hal itu, posisinya dengan Kevin saat itu agak berjauhan, sehingga membuat Farah harus berlari sekencangnya untuk menghampiri Kevin.
Kevin ambruk tepat dipangkuan Farah, gaunnya kini sudah bersimbah darah, Farah menangis dan berteriak minta dipanggilkan ambulan, tidak berapa lama ambulans datang dan Farah menemani Kevin di dalam ambulan, masih dengan air mata yang berlinang tak hentinya
Kevin tersenyum sambil menyeka air mata diwajah istrinya
"jangan menangis, aku baik-baik saja" kata Kevin meyakinkan Farah.
Farah menggeleng, dia tak percaya Kevin baik-baik saja, sedangkan darah terus keluar dari perutnya. isakan tangis terdengar jelas di telinga Kevin.
selama dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, petugas ambulans memberikan pertolongan pertama kepada Kevin, Kevin sedikit meringis kesakitan ketika petugas mengobatinya.
"ini adalah pertolongan pertama untukmu dan bertahanlah untukku" kata Farah di sela isakan tangisnya.
"Jangan Menangis Lagi hapus air matami" minta Kevin sebelum dia tak sadarkan diri.
Farah terkejut melihat suaminya tidak sadarkan diri, dia melihat ke arah petugas dan petugas itu melihat layar yang mendeteksi pacu jantung.
"Bangunlah, aku janji tidak akan menangis lagi!" Farah berjanji namun sayang air mata nya tak kunjung berhenti, malah semakin menjadi.
"Tenang saja Bu, Pak Kevin hanya pingsan sebentar, ini umum terjadi" kata sang petugas.
perkataan petugas sedikit menenangkan hati Farah, tetapi tidak menghilangkan kekhawatirannya, Farah tetap cemas, dia tidak bisa menampik perasaan khawatirnya,di hari bahagianya seharusnya mereka hanya merasakan kebahagian, tetapi malah ada duka yang menyelimuti hari bahagianya, Farah terus menangis hingga mereka sampai di rumah sakit.
"Maaf Bu, anda sebaiknya tunggu di sini, kami akan menyelamatkan nyawa pasien," kata Seorang perawat yang tidak mengizinkan Farah ikut masuk ke dalam ruang operasi.
"Kita akan mulai operasinya, tetap fokus dan berusaha yang terbaik!" kata Haura seorang dokter ahli bedah yang sangat terampil.
Kevin mendapatkan perawatan medis dengan cepat, sehingga tidak perlu memakan waktu yang lama, operasi bisa diselesaikan dengan sangat cepat.
__ADS_1
kondisi Kevin sekarang masih tidak sadarkan diri, dia masih dikatakan masuk dalam kondisi kritis, cukup wajar bagi seorang pasien yang terkena tusukan pisau mengalami kritis karena dia shok.
Farah masih menunggu diluar ruangan operasi bersama keluarganya, riasan wajahnya sudah sangat berantakan karena terus menangis.
Karena laporan yang diterima petugas medis dari petugas ambulans, Kevin harus dibawa ke ruangan operasi dan dokter melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan Kevin, selama operasi berjalan Farah ditemani oleh keluarganya para penduduk lemas di bangku sambil terus menangis.
"yang sabar sayang kita yakin dan kita berdoa Kevin akan baik-baik saja" kata Ratih sambil menenangkan Farah
Farah terus mau melihat lampu yang ada di atas pintu ruang operasi, lampu yang menandakan operasi sedang berjalan atau sudah selesai, Farah terus melirik ke arahnya seakan-akan dia ingin menerobos masuk ke dalam ruangan operasi dan melihat keadaan suaminya sendiri dengan kedua matanya.
"Farah takut Mah, Farah takut terjadi sesuatu kepada Kevin, aku tidak mau kehilangan Kevin" kata Farah begitu menyedihkan
"mam, Farah takut" sekali lagi Farah mengatakan dengan bibir yang bergetar, suara yang serak dan mata yang bengkak.
"Mama yakin, Kevin pria yang kuat, dia bisa melewati ini semua, kita terus berdoa" ujar Ratih.
Semua orang yang ada di dalam ruang operasi, kini sudah selesai melakukan operasi.
"sudah, jangan membicarakan mereka, kita sebagai petugas medis hanya bertugas mengobati dan merawat bukan menggosip!" tegas Haura dan dia bersiap keluar dari ruang operasi.
Haura membersihkan tangannya dan dia bersiap untuk menemui keluarga pasien.
pintu terbuka, Haura muncul dari balik pintu dengan pakaian dokter yang dikenakannya.
"Keluarga Pak Kevin" panggilnya setelah menutup pintu.
Farah dan keluarganya bergegas mengerumuni dokter yang menangani Kevin dan hati mereka kembang kempis karena takut mendengar hal buruk.
"Selamat, Pak Kevin berhasil melewati ini semua, hanya saja dia belum bisa sadarkan diri, masa kritis akan terjadi pada umumnya dalam kasus ini, dan karena kondisi fisik Pak Kevin yang cukup prima kemungkinan. dia akan mengalami kritis dengan waktu yang singkat!" jelas Haura kepada keluarga Kevin.
__ADS_1
semua mengelus dadanya, kini mereka bisa sedikit bernafas lega, mereka hanya tinggal menanti Kevin melewati masa kritisnya dan terbangun.
"Mama sudah bilang kan, Kevin pasti kuat, dia tidak akan pernah meninggalkanmu, sayang" Ratih memeluk menantunya.
Kevin diantar oleh beberapa perawat dan juga Haura sebagai dokternya menuju ruang perawatan VVIP yang sudah dipesan oleh keluarga kevin.
"perhatikan terus, saya tinggal dulu" kata Haura kepada perawat.
"saya permisi dulu"
"terima kasih dokter," kata Farah yang dengan tulus mengucapkannya.
Farah sangat beruntung suaminya di tangani oleh seorang dokter ahli bedah terkenal se Asia, dia juga bersyukur suaminya mau berjuang demi dirinya dan keluarga.
"terima kasih sayang, kamu sudah berjuang" kata Farah sambil mengecup kening Kevin.
hatinya kini sudah bisa lega, dia juga sudah bisa berfikir dengan logis, tidak seperti tadi, Farah sangat kacau, hatinya hancur melihat semua kejadian itu di depan matanya, Farah benar-benar sangat terkejut dengan kejadian itu semua, kini dia bisa berfikir dengan baik, sehingga bisa mengingat kejadian dan memerintahkan anak buahnya untuk menindak lanjuti semua ini.
"Rey kamu pulang lah dan ambil pakaian untuk Farah, dia tidak mungkin terus-menerus memakai gaun yang berlumuran darah seperti ini!" perintah Ratih
Rey langsung mengikuti perintah Ratih, dia bergegas pulang ke rumah Farah dan Kevin untuk mengambil beberapa pakaian Farah dan Kevin selama Kevin berada di rumah sakit.
di sisi lain keluarga Farah masih berada di gedung hotel, Michael memerintahkan beberapa para penjaga untuk mencari pelaku penusukan dan Devan pergi menuju ruangan CCTV, dia ingin melihat dengan jelas siapa pelaku itu dan dia juga ingin segera menindaklanjutinya dengan beberapa polisi bersamanya Devan pergi ke ruangan CCTV.
"Tenanglah Sayang kita harus berpikir dengan tenang, kalau tidak, kita tidak bisa menemukan titik terang untuk kasus ini," kata Sofia yang mendampingi dan menenangkan suaminya Michael.
"Pak, kami sudah memotret beberapa petugas yang bertugas menjaga pintu, petugas kebersihan dan juga petugas catering, setelah melihat hasil rekaman cctv-nya, maka kita akan mengetahui pelaku" kata orang kepercayaan Michael.
"aku akan menemukan dia, orang itu akan menerima ganjarannya! aku pastikan dia akan mendekam di penjara seumur hidup! dia telah membuat adikku menangis!" geram Michael ketika membayangkan wajah adiknya yang tengah menangisi Kevin.
__ADS_1
kemaren seorang kakak karena adiknya merasa tersakiti, adalah hal yang sangat wajar, seorang kakak yang baik pasti akan melakukan hal apapun agar adiknya tidak pernah menitikkan air mata, mereka pasti akan berupaya membahagiakan adiknya.