Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Maafkan Aku


__ADS_3

Kevin dan Santi kini tengah berhadapan, mereka saling bertatapan, Santi dengan tatapan penuh Rindu dan penuh manja, sedangkan Kevin tatapan penuh tanda tanya dan juga kemarahan.


"akhirnya kamu menemui aku juga Kevin, Aku sangat merindukanmu." Santi mulai berakting kembali.


mendengar perkataan dari Santi yang sangat merindukannya, membuat Kevin rasanya ingin memuntahkan seluruh isi perutnya, dia jijik mendengar perkataan wanita yang sangat kotor itu, dulu dia memang begitu menyukai Santi, tetapi Santi telah berkhianat dan membuatnya jijik, karena mudah tidur dengan laki-laki lain selain dirinya.


"tidak perlu berakting Santi! aku kemari bukan untuk bernostalgia, aku kemarin ingin bertanya kepadamu?!" kata Kevin sambil menggebrak meja yang ada di antara mereka berdua.


Santi terperanjat mendengar gebrakan meja yang Kevin buat Bahkan ia sampai memejamkan mata


"Santi Kenapa kau menyuruh kekasihmu itu untuk menusukku?" tanya Kevin

__ADS_1


"sungguh Kevin! Percayalah Kepadaku! Itu semua adalah idenya sendiri, aku tidak terlibat, kau tahu bahkan kemarin asistenmu sudah membebaskanku, hari ini aku akan dibebaskan dan menjadi tahanan kota," jelas Santi


"tidak bisa! kamu harus dipenjara! kamu harus menerima apa yang telah kamu lakukan kepadaku, kamu dan kekasihmu, harus merasakan dinginnya di balik jeruji besi ini!" kata Kevin dengan mata yang membulat.


bahkan sambil menunjuk-nunjuk ke arah Santi, Kevin sangat marah besar, sepertinya kali ini Kevin tidak akan pernah bisa memaafkan Santi, karena ulah kekasih Santi membuat dirinya celaka dan membuat Farah menjadi khawatir kepada dirinya, Kevin tidak terima melihat Farah menangis seperti kemarin.


"kamu tahu karena ulah kekasihmu itu, aku harus mengalami hal yang tragis di hari pernikahanku dengan Farah, kalian telah mengacaukan hari bahagia yang seharusnya tidak pernah ada duka!" kata Kevin sambil berdiri dan menggebrak meja dengan kedua tangannya.


Kevin menarik nafas dalam lalu menghembuskannya, agar dia bisa tenang dan berpikir dengan jernih, meski rasanya ia sangat ingin mencekik wanita yang berada di hadapannya saat ini.


"Kevin aku akan membuktikan bahwa aku tidak terlibat, dalam kasus mu kali ini, aku hanya ingin menjadi wanita yang baik, agar anakku tumbuh dengan baik," Santi mengelus perutnya yang sudah membuncit dan membesar itu.

__ADS_1


Kevin sama sekali tidak terlihat iba kepada Santi, bahkan ia langsung melengos, tanpa menghiraukan perkataan terakhir dari Santi. Dia pergi meninggalkan Santi dan keluar dari kantor polisi dengan wajah yang masih kesal.


Rey yang menunggu Kevin di luar, melihat dengan jelas raut kesal dari wajah bosnya, Rey berinisiatif membukakan pintu mobil untuk Kevin, agar Kevin bisa langsung masuk dan menenangkan diri di dalam mobil.


"kita langsung ke kantor Pak?" tanya Rey


"Tidak! kita pergi dulu ke hotel, Aku ingin bertanya sesuatu kepada Devan dan juga kepada dirimu Rey," kata Kevin sambil meregangkan dasinya.


Rey menatap wajah Kevin, sebelum mengendarai mobil yang akan ia bawa, Rey bertanya-tanya apa yang akan dipertanyakan Kevin kepada dirinya dan juga Devan, setelah Kevin keluar dari kantor polisi menemui Santi.


Setelah Kevin meninggalkan kantor polisi Santi terduduk lemas, dia tidak percaya kini Kevin tidak ada rasa iba sedikitpun kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2