Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Kembalinya Santi


__ADS_3

"Ronal, keruangan ku" panggil Kevin.


Ronal setelah menerima panggilan telepon langsung bergegas menuju ruang kerja Kevin.


"Perintah apalagi yang akan pak Kevin berikan kepada ku, ya tuhan jangan sampai ia mempersulit ku lagi" doa Ronal sebelum memasuki ruang kerja Kevin.


"Ronal, Ronal ayo cepat jalannya jangan lemas seperti itu" kata Kevin ketika melihat Ronal berjalan dengan lesu.


"Ada apa pak Kevin?" tanya Ronal.


"Ronal menurutmu perempuan suka pria yang seperti apa?" tanya Kevin tiba-tiba.


Ronal sontak langsung mendongakkan wajahnya yang tadinya tertunduk lesu karena mimikirkan tugas apa yang akan diberikan Kevin kepadanya kali ini.


"maksud pak Kevin?" tanya Ronal sambil terus memandangi Kevin yang tengah duduk di sofa.


"aku mau membuat kejutan untuk Farah, menurutmu Farah suka tipe pria yang seperti apa?" tanya Kevin


Ronal berfikir sejenak sebelum memberikan jawaban terbaiknya.


"hmmmm pria yang tampan?" kata Ronal dan membuat Kevin menunjukkan wajahnya yang tampan sambil berpose bak model pasta gigi.


"pria yang matang?" kata Ronal dan kali ini Kevin berdiri tegak menunjukkan dia adalah pria matang dengan jas yang ia kenakan.


"hmmmmm" Ronal berfikir lebih keras dan cukup lama.


"sudah...sudah tidak perlu berfikir lagi" Kevin sedikit kesal karena Ronal berfikir terlalu lama.


"hah...pria romantis" teriak Ronal dengan ide brilian yang muncul di otaknya.


Kevin pun tersenyum mendengar ide brilian asisten pribadinya.


"baiklah sekarang mau fikirkan apa yang pria romantis akan lakukan kepada kekasihnya?" tanya Kevin lagi yang membuat wajah Ronal menunjukkan tanda tanya besar.


"maksudnya kekasih pak?" tanya Ronal sambil mencondongkan tubuhnya dan menatap tajam Kevin.


"calon...calon kekasih" Kevin meralat perkataannya.


Ronal pun langsung menarik tubuhnya dan kembali berdiri tegak.


"menginap di hotel?" kata Ronal.


"kamu kira aku pria apa?" sentak Kevin


"hmmm dulu dengan Santi langsung chek in" ledek Ronal sambil mengerenyitkan bibirnya.


"itu Santi bukan Farah, Farah tidak seperti Santi yang mudah diajak kehotel" kata Ronal.


"hmm baru sekarang sadarnya" rutuk Ronal kepada bossnya.


kevin semakin kesal karena Ronal tak sengaja membuatnya teringat dengan santi wanita yang pernah ia cintai selama kurang lebih dua tahun.


"bagaimana kalau makan malam?" kata Ronal sambil menjentikkan jarinya yang membuat Kevin tersadar dari lamunannya.


Kevin menatap Ronal yang kembali memberikannya ide brilian.


"bagus, ide mu semakin brilliance, sekarang Carikan restoran yang cocok dengan Farah" kata Kevin memberikan perintah.


Ronal langsung tertunduk lesu karena lagi-lagi ia yang harus bersusah payah.


"kenapa kamu seperti itu? tidak mau melakukan perintah ku?" tanya Kevin.


"pak, apa tidak sebaiknya hal seperti ini, pak Kevin yang mempersiapkannya sendiri?" kata Ronal.


"baiklah jika kau tidak mau, aku akan potong gaji mu dan bonus mu" kata Kevin sambil menatap Ronal penuh kelicikan.


"huft selalu seperti ini" Ronal membalikkan badannya dan pergi dari ruangan Kevin dengan perasaan terpaksa.


"aaaaaaaaah" teriak Ronal yang kesal dan membuat beberapa orang yang mendengar teriakan langsung melihat kearah nya.


Ronal terkejut ketika begitu banyak pasang mata yang melihat kearahnya.


"kerja..kerjya!" marah Ronal karena malu.

__ADS_1


******


Farah dan Hans sedang berada dikantin hotel.


"kamu ada rencana apa hari ini?" tanya Hans kepada farah.


"aku? hari ini enggak ada acara apapun" jawab Farah sambil terus menikmati makan siangnya


"aku mau mengajakmu makan malam" kata Hans dengan ragu.


sejenak suasana menjadi hening.


"boleh" kata Farah menyetujui ajakan Hans.


"yes" bisik Hans nyaris tak terdengar Farah.


Hans senyum-senyum karena ajakannya diterima oleh wanita yang ia sukai.


******


malam pun tiba, Farah berdandan dengan sangat cantik dengan mengenakan dress diatas lutut.


kriiing kriiing ponsel Farah berbunyi


"hai" sapa seorang pria.


"hai, ada apa?" tanya Farah tanpa basa basi lagi.


"aku mau mengajakmu makan malam" kata Kevin


"tapi aku sudah ada janji"


"aku mohon Farah, aku ingin memulai semuanya dari awal dengan mu" kata Kevin.


perkataan Kevin membuat Farah menjadi luluh dan mengiyakan ajakan Kevin untuk makan malam.


"hallo ka Hans"


Hans terduduk lemas karena Farah membatalkan janji makan malam mereka.


"Farah" panggil Hans.


"ini Devan" seru depan dari seberang telepon.


Hans yang langsung mengangkat telepon dan tidak melihat lagi siapa yang menghubunginya membuat ia salah sangka, ia kira Farah akan menghubunginya lagi dan mereka jadi bertemu namun ternyata bukan Farah yang menghubunginya kali ini.


Hans dan Devan berbincang-bincang ditelepon dan tak lama Hans pergi mengendarai mobilnya.


di sisi lain Farah berangkat menuju tempat yang sudah Kevin siapkan untuk makan malam mereka berdua.


Farah yang diantar oleh supirnya duduk dibelakang dan memandangi ponselnya sambil merasa bersalah karena telah membatalkan janji dengan Hans.


Farah pun sampai di depan cafe, dilihatnya mobil Kevin terparkir, Farah langsung turun dan masuk kedalam dengan dikawal dua pelayan.


"silahkan duduk" kata pelayan itu sambil memberikan kursi untuk Farah.


sangat romantis, ditambah lagi alunan musik yang membuat suasana terbawa perasaan.


prok prok Kevin menepuk tangannya, sebagai tanda memanggil para pelayan, tak lama. pelayanpub datang membawagai berbagai macam hidangan lezat.


Kevin dan Farah menikmati hidangan makan malam mereka berdua, hampir semua isi meja ada lah makanan kesukaan Farah.


"Farah terimakasih telah datang untuk makan malam dengan ku" Kevin menatap Farah.


"sama-sama"


"keviiiiiin...sayaaang" teriak seorang wanita memanggil nama Kevin.


spontan kevin dan Farah melihat kearah suara, mereka berdua terkejut wanita itu adalah Santi.


"bagaimana dia ada disini?" gimana Kevin dalam hati.


Santi mendekati Farah dan Kevin yang sedang makan malam, entah dari mana dia datang sampai-sampai dia berani menganggu makan malam Farah dan Kevin.

__ADS_1


"hai Farah apa kabar?" kata Santi sambil merangkul Kevin.


Farah yang melihatnya sama sekali tidak merespon.


"hmm, dari melihat ekspresi mu, sepertinya kamu belum berhasil untuk mendapatkan hati Kevin" singgung Santi.


Kevin langsung menyingkirkan tangan Santi yang merangkulnya.


"Santi pergi dari sini" usir Kevin sambil berdiri dari duduknya.


"sayang kamu masih marah sama aku?" tanya Santi.


"diam!" Kevin membentak Santi dihadapan Farah.


"Santi dari mana kamu tahu aku disini?" tanya Kevin penasaran.


"tentu saja aku mengikuti mobil mu tadi saat aku ingin kembali kerumah mu" kata Santi sambil menggoda Kevin.


"Santi kamu benar-benar tidak tahu malu, sudah kevin usir tapi kamu berani untuk kembali" hardik Farah pada Santi sangking muaknya.


"sudah seharusnya aku pulang kesana karena sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Kevin" kata Santi penuh keyakinan.


"nyonya Kevin? mimpi kamu Santi" Kevin tersenyum jijik pada Santi.


"tentu aku harus pulang karena aku punya berita yang sangat bagus untuk mu" Santi menyentuk kerah jas Kevin dan mengeringkan matanya kepada Kevin.


melihat hal itu membuat Kevin semakin geram.


"Santi sekarang juga kamu pergi dari sini, kamu merusak makan malam ku dengan Farah" kata Kevin mengusir Santi lagi.


"dengarkan aku Farah, kau tau dimana kau sekarang?" tanya Santi


"maksud mu? jelas aku ada disebuah cafe" kata Farah yang semakin tidak mengerti dengan gaya bicara Santi.


"benar ini adalah sebuah cafe, tapi apa kamu tahu cafe ini adalah tempat oertama kali Kevin menyatakan cintanya kepada ku"


degh


Farah bagaikan tersambar petir, dadanya terasa sesak saat mendengar perkataan Santi.


Kevin langsung mengalihkan pandangannya kearah Farah, dilihatnya wajah terkejut Farah.


"benarkah Kevin?" tanya Farah saat pandangan mereka bertemu.


"Farah, dengarkan aku, aku benar-benar lupa akan hal itu" kata Kevin


"lupa? mana mungkin sayang, kau bahkan mencium ku dengan mesra disini" Santi memperkeruh suasana.


"diam kau Santi!" bentak Kevin sangking kesalnya dengan perilaku Santi.


"benar apa yang dikatakan Santi, tidak mungkin semudah itu melupakan momen kalian berdua" Farah berlari sambil menitikkan air matanya.


"Farah...Farah..." Kevin memanggil-manggil Farah dan hendak mengejarnya.


"sudah sayang tidak perlu dikejar, sudah seharusnya ia pergi, karena tempat ini adalah kenangan terindah kita" Santi memegang tangan Kevin untuk mencegahnya mengejar Farah.


"lepaskan" Kevin menyingkirkan tangan Santi dengan sangat kasar dan berlari untuk mengejar Farah.


"Farah...Farah tunggu" Kevin berusaha mengejar Farah yang berjalan keluar dari cafe.


Farah menoleh kebelakang dilihatnya Kevin sedang mengejarnya dan Farah kembali berlari namun...


Bugh


Farah menabrak seseorang saat ia terlalu fokus menangis sehingga tidak memperhatikan langkahnya.


Siapakah sosok yang di tabrak oleh Farah dengan tidak sengaja???


.


.


.nantikan cerita selanjutnya di bab berikutnya kawan...

__ADS_1


stay tuned jangan sampai ketinggalan cerita berikutnya😘jgn lupa like dan kasih bunga sekebon, kopi seteko biar gak ngantuk....


__ADS_2