
Kevin dan Farah kembali tidur bersama malam ini, seperti biasa Farah tidur di kasur dan Kevin di sofa.
tok tok tok
pintu kamar Farah diketuk.
Farah membuka pintu kamarnya dan ia dapati mertua perempuannya berada di depan kamarnya
"mama" kata Farah yang terkejut
"sayang sepertinya mama harus pulang karena besok ternyata jadwal papa chek up ada beberapa dokumen yang harus dibawa" jelas Ratih.
Kevin yang mendengar percakapan itu langsung bangun dan menghampiri.
"kevin antar pulang saja mam" Kevin menawarkan diri mengantar pulang
"kamu enggak cape?" tanya Ratih
"enggak kok mam, ya udah Kevin siapin mobil ya" Kevin langsung turun dan menyiapkan mobil.
mertua Farah berpamitan dan masuk kedalam mobil, Kevin yang sedari tadi sudah menunggu langsung mengendarai mobilnya.
__ADS_1
selesai Kevin mengantarkan kedua orang tuanya Kevin mengarahkan mobilnya ke suatu tempat, sesampainya disana kevintak menemukan orang yang ia cari dan ia pun pulang kerumah.
Kevin memarkir mobilnya di garasi rumahnya dan masuk kedalam rumah dengan lesu.
Farah melihat Kevin sudah pulang dan menghampirinya
"kok lesu sih kenapa?" tanya Farah khawatir
"Santi enggak ada di apartemen, apa dia marah?" kata Kevin.
"bukan marah tapi lagi sama pacarnya" Farah tak sengaja membuka kartu Santi.
"apa kamu bilang pacarnya? jelas-jelas aku pacar nya satu-satunya" bentak Kevin.
pertengkaran tak dapat dihindari karena Farah tak sengaja membuka apa yang ia ketahui tentang Santi.
"dengar Farah jika kamu cemburu bukan begini cara mu membuat Santi jelek di mata ku" Kevin kembali marah.
"aku tidak akan pernah cemburu dengan wanita perusak rumah tangga orang lain" Farah pun membentak Kevin.
"rumah tangga? rumah tangga ini memang tidak seharusnya terjadi, kalau saja kamu tidak menyetujui pernikahan ini kita tidak akan menikah" kata Kevin.
__ADS_1
"kamu lupa, kamu juga menyetujui nya demi orang tua mu, jadi jangan hanya salahkan aku" Farah mulai menitikkan air matanya.
walaupun tidak ada cinta diantara mereka harusnya Kevin bisa menghargai Farah sebagai istrinya.
"kamu bisa lihat nanti seperti apa sifat asli pujaan hati mu itu" Farah memberi peringatan.
"jangan pernah kamu menjelekkan Santi yang seputih kertas", teriak Kevin pada Farah.
Farah tertawa mendengar kata-kata Kevin yang menyanjung Santi sampai ke langit, para pembantu yang mendengar mereka berdua bertengkar sangat khawatir, mereka takut tuan dan nyonya mereka bercerai sebelum memiliki keturunan.
Farah mengunci pintu kamarnya dan menangis terisak-isak, perkataan Kevin kali ini benar-benar sangat keterlaluan, tanpa ia tahu seperti apa sifat asli Santi ia bisa memuji Santi dan mengabaikan perasaan istrinya sendiri.
"lihat Santi aku pasti akan membuat mu terhempas hari hati Kevin dan pergi keluar dari rumah ini" Farah menghapus air matanya dan mencari ponsel miliknya.
Farah membuka buku kontak di ponselnya dan mencari nama seseorang.
"halo..." Farah berbincang ditelepon dengan seseorang.
"baik Bu saya akan laksanakan perintah ibu" Jawab seseorang kepada Farah dari seberang ponsel.
"main yang cantik jangan sampai ketahuan okeh Santi dan pacarnya" Farah menutup teleponnya dan meletakkan ponsel miliknya.
__ADS_1
Farah mulai memejamkan matanya untuk menghilangkan penat dan lelahnya seharian bekerja dan diakhiri dengan pertengkaran yang menguras emosi.