
Hans mengajak Farah berjalan-jalan disebuah taman yang pemandangannya sangat indah dan udaranya sangat sejuk, Hans sangat tau Farah menyukai pemandangan alam.
"indah bukan pemandangannya?" tanya Hans.
"ini sih indah banget kak" Farah membalikkan badannya dan berjalan mundur demi melihat wajah Hans.
Bugh
Farah tiba-tiba tersandung dan Hans dengan cepat menangkapnya. kini wajah Farah dan Hans sengat dekat, Farah memejamkan matanya karena sangat kikuk.
Hans membenarkan posisi Farah, dan mereka kini sudah berdiri tegap lagi.
"makanya jalan jangan mundur-mundur" ujar Hans dengan menyentuk kecil hidung Farah.
"terima kasih kak" ucap Farah dengan malu-malu.
mereka kembali berjalan beriringan, Hans masih menahan tawa karena mengingat kejadian tadi, Farah yang ada di sampingnya tidak melihat itu semua karena sibuk memperhatikan pemandangan alam yang sangat indah di taman botani Singapura.
"kalau enggak salah disini ada taman anggrek juga kan ka?" tanya Farah.
__ADS_1
"yes! kamu benar sekali, kita sedang menuju kesana" kata Hans.
"really?" Farah sangat suka bunga anggrek.
Hans memang sangat tau apa yang disukai Farah, pria yang sangat baik hati ini, kerap kali selalu perhatian berlebihan dengan orang lain, Hans bahkan sangat hafal segala sesuatunya tentang Farah.
"kamu memang pria yang sangat perhatian dan pengertian kak" batin Farah sambil menatap lekat wajah Hans.
pria berkulit putih dengan tinggi sekitar seratus delapan puluh dua itu memiliki gestur tubuh yang sangat perfeksionis, bahkan saat di kampus dulu, Hans sangat popular dibanding Devan.
Hans dan Farah tiba di taman anggrek, melihat keindahan taman yang ditumbuhi berbagai macam jenis bunga anggrek membuat wajah Farah semakin sumringah.
"kak serius banget deh, ini tuh keren pake banget pokoknya" Farah mengelilingi taman sambil melihat satu persatu jenis bunga anggrek.
"aku sebenarnya bingung harus mengajakmu kencan kemana, tapi menurutku kamu pasti suka tempat ini dan maaf mungkin aku tidak bisa membuat kencan yang romantis seperti dengan Kevin kemarin" kata Hans.
Farah kaget Hans tahu kalau dia pergi kencan kemarin.
"hmmm ... kok kak Hans tau?" tanya Farah sambil mengerutkan bibirnya.
__ADS_1
"yah, karena dia memberitahu ku" kata Hans sambil mengangkat kedua pundaknya.
"Kevin!?" Farah semakin tercengang.
"keviiiin! kamu benar-benar terlalu!" kesal Farah.
"hmmm... tidak usah difikirkan kak, semua itu biasa saja!" Farah bicara dengan senyuman yang di mana ujung mata sedikit mengerut dan bibir sedikit dikulum.
Farah tidak tau mengapa pria dewasa ini semakin seperti anak kecil saat sedang jatuh cinta.
Hans melihat kearah sepatu kets yang dipakai Farah, kemudian dia membungkuk tepat di kaki Farah, Farah langsung salah tingkah.
"bagaimana ini, bagaimana kalau kak Hans menyatakan cintanya untuk kesekian kalinya dan dihadapan banyak orang" Farah gemetar karena sikap yang ditunjukkan oleh Hans.
"kalau mengikat tali sepatu yang benar" kata Hans sambil mengikat tali sepatu Fatah dan kembali berdiri.
"ah, maaf kak, sepertinya aku tadi terlalu terburu-buru" kata Farah yang menyadari bahwa dia telah salah faham dengan sikap Hans.
"ayo kita keliling lagi, masih ada banyak tempat yang belum kita kunjungi" ajak Hans sambil mempersilahkan Farah jalan terlebih dahulu.
__ADS_1
"kak Hans pernah kesini sebelumnya?" Farah sedikit penasaran kenapa Hans tau tempat-tempat indah di Singapura.
"aku suka kemari bersama kakek, saat hubungan kami masih baik-baik saja"